I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #281#


__ADS_3

Di saat jam makan malam Samuel menunggu kedatangan Zivanna, dia yang sudah memberikan sesuatu untuk Zivanna.


Sesilia memperhatikan Samuel yang tidak seperti biasanya, dia diam tidak seperti biasanya.


Bianca yang merasa sangat bersalah dengan Papa merasa sedih dengan perubahan sikap Papa nya.


" Papa aku minta maaf, aku janji tidak akan membuat Papa kesal lagi."


Bianca menghampiri Papa nya dia menagis sambil meminta maaf.


" Bianca, lebih baik kita makan yang banyak yaa. Papa sekarang sedang memikirkan Mommy mu, dia belum pulang."


Bianca kembar duduk di kursi nya.


" Apakah kamu tidak mencoba untuk menghubungi nya,? tanyakan saja di sedang di mana. Karena menurut Mama, Zivanna pasti tidak akan di biarkan pulang malam oleh Ibu nya."


Samuel mengeluarkan handphone dia mencoba untuk menghubungi Zivanna kembali.


" Zivanna menonaktifkan handphone nya seperti ny.joa dia sedang marah, aku merasa sangat malas untuk makan."


Samuel kelihatan sangat kesal tapi dia tidak bisa meluapkan rasa kesalnya.


" Suster Vina, jika Zivanna pulang suruh dia tidur bersama dengan ku yaa."


Samuel pergi dengan membawa kotak berwarna pink, Bianca memperhatikan kotak pink tersebut.


" Seperti nya Samuel ingin memberikan sesuatu kepada Zivanna, tapi ternyata Zivanna yang belum juga pulang."


Sesilia menerus makan malam nya sampai selesai.


" Omah malam ini aku tidur sendirian di kamar ku yaa, aku tidak boleh tidur bersama dengan Papa."


Mata Bianca yang berkaca-kaca ketika mengatakan hal tersebut kepada Omah nya.


" Bianca kan sebelum nya juga tidur sendirian, Bianca kan anak yang pemberani yaa."


Sesilia mencoba untuk membujuk Bianca.


" Baiklah Omah, aku sekarang mau tidur."


Sesilia merasa tidak tega melihat Bianca yang sedih karena melihat Samuel yang mulai kesal dengan nya.


" Semuanya karena Maudy, dia membuat Bianca menjadi berubah. Awalnya Bianca dan Zivanna baik-baik saja tapi setelah Maudy datang, dia membuat semuanya menjadi berbeda."


Sesilia pun ingin menunggu Zivanna sampai pulang.


Suster Vina melihat nya dan dia pun langsung menghampiri Sesilia.


" Lebih baik ibu Sesilia tidur saja, biarkan saja saya yang menunggu Ibu Zivanna."


Sesilia yang merasa sangat mengantuk sekali dia pun terpaksa mengikuti perkataan Suster Vina.


" Sebenarnya aku ingin sekali menunggu Zivanna, tapi kenapa aku yang mendadak mengantuk seperti ini."


Sesilia pun masuk pergi dan Suster Vina menunggu Zivanna sendirian.


" Aku merasa hubungan rumah tangga ini sangat menghawatirkan, Zivanna apakah dia akan kuat melawan nya. Sedangkan Bianca yang semakin mengokohkan perintah Mama nya, aku merasa Zivanna pasti akan memilih untuk tinggal di rumah nya."


Suster Vina dengan sangat setia menunggu Zivanna, karena dia juga sudah menyiapkan bahan-bahan masakan untuk Zivanna.


" Zivanna melakukan ini karena dia pasti tidak mau bertemu dengan Bianca, dia ingin pulang langsung istirahat."


Akhirnya Zivanna pun sampai dia baru mengaktifkan handphone nya dan membaca pesan masuk dari suaminya.

__ADS_1


" Yasudahlah biarkan saja, karena jika kejutan itu di berikan di depan Bianca dia pasti akan berkata pedas kepada ku."


Zivanna masuk ke dalam rumah nya dan dia melihat Suster Vina yang sudah menunggumu nya.


" Suster Vina, kamu menunggu ku pulang,? Astaga untuk apa."


Zivanna merasa sangat terharu sekali dia langsung menghampiri Suster Vina.


" Aku tidak tega kamu pulang sendirian tapi tidak ada yang menyambut mu, Zivanna ayo kita pergi ke dapur aku sengaja menunggu mu pulang aku ingat masak bersama dengan kamu dan makan bersama."


Zivanna yang sebenarnya sudah makan banyak, dia tidak mungkin menolak permintaan Suster Vina yang sangat peka terhadap nya.


" Yasudah ayo kita makan malam bersama yaa."


Zivanna dan Suster Vina langsung pergi ke dapur mereka berdua menikmati waktu kebersamaan bersama.


" Zivanna, bagaimana rasanya menjadi Brand Ambassador yang sesungguhnya? Kamu sangat cantik sekali."


Suster Vina menunjukkan foto Zivanna yang sampai dia simpan.


" Rasanya aku sangat senang bisa membantu pekerjaan ibu ku, tapi aku juga harus bisa tahan dengan apa yang akan di lakukan oleh Maudy kepada ku."


Zivanna kelihatannya sangat lelah sekali.


" Boleh kan aku mengeluh,? di usia pernikahan ku yang masih hitungan jari. Dan apakah sebenarnya aku gagal untuk bisa menjadi seorang ibu sambil yang baik,? aku sangat lelah sekali Vina."


Zivanna menagis di hadapan Suster Vina.


" Zivanna kamu harus kuat yaa, kamu pasti bisa. Biarkan saja Bianca mau bicara apapun, kamu tidak usah mendengar nya yaa."


Suster Vina memegang tangan Zivanna.


" Semangat yaa, jika kamu lelah maka Bu Maudy pemenang nya."


Suster Vina memasukkan bahan-bahannya ternyata Suster Vina sedang membuat soto ayam untuk mereka berdua.


" Sangat enak sekali pasti nya, aku sangat suka sekali."


Suster Vina pun memasukkan soto yang sudah matang ke dalam mangkok.


Mereka berdua langsung menikmati nya.


" Kamu memang sangat hebat sekali Vina, memasakkan mu selalu enak dan aku suka."


Saking menikmati soto ayam buatan, Suster Vina hampir lupa dengan perkataan Samuel kepada nya.


" Zivanna, Pak Samuel bilang jika malam ini kamu tidur bersama dengan nya. Suami mu sangat merindukan mu, dia sangat mencintai mu."


Zivanna pun langsung terdiam dia memikirkan bagaimana dengan Bianca.


" Aku sebenarnya tidak keberatan jika Bianca ingin tidur bersama dengan aku dan Papa nya, tapi Bianca yang sekarang itu bukan Bianca yang dulu dan sekarang aku merasa sangat canggung ketika bersama dengan nya."


Zivanna merasa serba salah tapi dia juga harus mengikuti keinginan suaminya.


" Bianca tidur sendirian di kantor nya, jadi malam ini kalian berdua aman tidur bersama."


Zivanna pun langsung pergi ke kamar suaminya.


" Terimakasih banyak yaa Vina dengan makanan yang sangat enak sekali, aku sayang kamu ya sangat baik sekali kepada ku."


Vina pun hanya bisa tersenyum saja dan Zivanna berjalan menuju ke kamar nya, Zivanna mengetuk pintu kamar nya.


Samuel dengan cepat dia membukakan pintu tersebut dan langsung menarik Zivanna masuk ke dalam.

__ADS_1


Samuel mengunci pintu kamar nya.


" Seperti nya malam ini akan hujan deras, Bianca pasti akan datang ke kamar ini dia pasti akan ketakutan tidur sendirian."


Zivanna membuka kembali kunci kamar nya.


Samuel memeluk erat tubuh istri nya.


" Ijinkan aku untuk mandi dulu yaaa."


Samuel menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Kamu tidak usah mandi, karena kita masih harum dan sangat cantik."


Samuel melepaskan pelukan erat nya, dia memandangi wajah cantik Zivanna.


" Aku mempunyai sesuatu untuk mu Zivanna, istri ku yang sangat cantik sekali."


Samuel memberikan kotak pink kepada Zivanna.


Zivanna yang merasa sangat penasaran dia pun langsung membuka nya.


Zivanna begitu sangat terkejut sekali ketika dia mendapatkan sebuah mahkota berlian seperti seorang Ratu.


" Ini pasti sangat mahal sekali, ini seperti mahkota Ratu kerajaan."


Samuel memasang kan mahkota tersebut ke kepala Zivanna.


" Kamu sangat cantik sekali sayang."


Zivanna merasa tidak percaya dengan hadiah mewah yang di berikan oleh suaminya.


" Terimakasih banyak sayang, aku tidak mau kamu sampai bangkrut yaa karena membelikan mahkota ini untuk aku."


Samuel merasa sangat bahagia sekali ketika melihat Zivanna yang begitu sangat cantik.


Di saat mereka berdua sedang bersenang-senang tiba-tiba saja terdengar suara petir.


Bianca langsung terbangun dari tidurnya dia merasa sangat ketakutan sekali.


" Aku pindah ahhh ke kamar Papa, aku takut sekali petir."


Bianca turun dari kasur dengan membawa boneka kesayangan nya, dan tiba-tiba saja ketika Bianca mau masuk ke dalam.


Pintu kamar yang terbuka sedikit membuat Bianca melihat Papa nya yang sampai memberikan mahkota berlian untuk Mommy Zivanna.


Bianca merasa sangat terkejut sekali ketika melihat nya.


" Itu pasti sangat mahal sekali, Papa tidak pernah membelikan nya untuk ku."


Bianca merasa sangat sedih sekali dia pun memilih untuk kembali ke kamar nya.


Bianca menutup rapat pintu kamar nya.


" Kasihan sekali Mama, dia pasti tidak pernah di belikan mahkota berlian seperti itu oleh Papa."


Bianca kembar naik ke kasur nya dia mencoba untuk menahan rasa takut nya, Bianca memeluk erat boneka kesayangan nya.


" Besok pasti Mommy Zivanna akan pamer, dia akan memakai mahkota itu sambil sarapan pagi. Aku sudah sangat benci sekali membayangkan nya, dia pasti akan sengaja membuat aku kesal dan sedih."


Bianca berniat untuk menghubungi nomer handphone Mama nya, dia ingin laporan kepada Mama nya.


Tapi ternyata nomber handphone Mama nya yang tidak aktif.

__ADS_1


" Seperti nya Mama sudah tidur, tapi besok aku tidak mungkin bisa bertemu dengan Mama karena Papa yang masih marah."


Bianca menyimpan handphone dia memaksa untuk tidur walaupun sebenarnya dia yang sangat ketakutan dengan suara petir.


__ADS_2