I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 353


__ADS_3

Maudy merasa sangat senang sekali ketika dia bisa menceritakan semuanya kepada Bianca, dia yakin Bianca tidak akan memberitahu perkataan nya itu kepada siapapun.


" Kenapa Mama mau meninggalkan bayi itu kepada Papa Bastian, apakah Mama tidak sayang dengan bayi itu."


Hati kecil Bianca mulai terbuka dia memikirkan nasib adiknya nanti.


" Mama melakukan ini karena kamu sayang, biarkan saja bayi ini bersama dengan Papa Sebastian. Mama kasih melihat kamu yang kekurangan rasa kasih sayang dari Papa Samuel, jadi Mama memutuskan untuk melakukan itu semua demi untuk kamu."


Bianca pun terdiam dan dia merasa semakin tidak nyaman dengan Mama nya.


" Mama aku ingin pulang sekarang, antarkan aku pulang yaa."


Bianca berdiri dari tempat duduk nya, dia ingin cepat pulang.


" Baiklah sayang, Mama akan mengantarkan kamu pulang."


Maudy dan Bianca pergi dari tempat tersebut, ketika berjalan Bianca seperti menjaga jarak dengan Mama nya.


" Bianca kamu kenapa sayang,? kamu merasa pusing?."


Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil terdiam.


Bianca mempercepat langkah kaki nya, dia ingin secepatnya sampai di mobil.

__ADS_1


Bianca terus saja diam di sepanjang perjalanan menuju ke rumah nya, Bianca tidak mau bicara dengan Mama nya.


Mereka akhirnya sampai di depan pintu gerbang rumah Bianca.


" Aku turun yaa Mama."


Bianca dengan cepat turun dari mobil Mama nya.


" Iya sayang hati-hati yaa sayang."


Bianca tidak menjawab perkataan Mama nya dia terus saja berjalan menuju ke rumah nya.


Suster Vina sudah menunggu Bianca di depan pintu masuk, Suster Vina tidak melihat wajah kebahagiaan.


Bianca menggelengkan kepalanya dia terus saja berjalan menuju ke kamar nya.


Suster Vina memilih untuk tidak menggangu Bianca, dia lebih memilih untuk membuat makanan untuk Bianca.


Bianca menutup rapat pintu kamar nya dia pun langsung menangis.


" Kenapa Mama begitu sangat jahat sekali yaa, dia mau memberikan adik bayi kepada Papa Sebastian ini lebih sedih dari aku dulu."


Bianca duduk di tempat duduk nya, dia pun masih merasa tidak menyangka dengan sikap Mama nya.

__ADS_1


" Aku memang awalnya merasa tidak mau kehilangan kasih sayang orang tua karena kehadiran adik bayi, tapi jika adik bayi yang baru lahir itu langsung di tinggalkan oleh Mama aku merasa sangat kasihan sekali."


Suster Vina mengetuk pintu kamar dia masuk dengan membawa makan siang untuk Bianca.


" Bianca sayang, ayo makan yaa."


Bianca yang baru saja makan bersama dengan Mama nya dia merasa sudah kenyang.


" Sebelum nya aku sudah makan bersama dengan Mama, aku masuk kenyang untuk makan."


Suster Vina menyimpan makanan tersebut dia mendekati Bianca.


" Kamu kenapa Bianca,? Kenapa kamu kelihatan sangat sedih sekali. Ceritakan kepada Suster Vina, kamu jangan memandang seperti itu."


Bianca menggelengkan kepalanya dia tidak mau bercerita kepada Suster Vina, Bianca memilih untuk tidur siang saja.


" Aku ingin tidur siang Suster Vina."


Buang tidur siang masih menggunakan baju seragam sekolah nya.


" Kamu tidak mau menganti pakaian mu dulu, tidak seperti biasanya Bianca kamu seperti ini."


Bianca yang sudah membaringkan tubuhnya dia bangun kembali dan mengganti pakaian nya.

__ADS_1


Suster Vina harus mengatakan hal ini kepada Bapak Samuel, karena Bianca yang tidak pernah seperti sebelumnya.


__ADS_2