I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 368


__ADS_3

Tiap cukup merebut kebahagiaan Zivanna, Irene mulai mencari tahu tentang Sebastian Gunawan.


Lelaki yang menemani nya di saat persalinan Ferrell.


" Aku melihat lelaki itu sangat tampan sekali yaa, dia juga dewasa rasanya aku ingin memiliki nya."


Irene mencoba untuk mencari tahu informasi tentang Sebastian Gunawan, dan ternyata perusahaan nya sedang berkerja sama dengan perusahaan Ayah nya.


Irene tersenyum manis ketika membaca profil tentang Sebastian tapi ekspresi wajah nya tiba-tiba saja berubah ketika melihat wajah istri nya.


" Maudy Larissa, dia mantan istri suaminya Zivanna. Jika aku perhatikan wajah nya, sangat licik sekali yaa bukan tipe wanita yang lemah."


Irene juga membaca jika Maudy Larissa sedang hamil anak pertama nya dari pernikahan dengan Sebastian.


" Wah, lucu sekali yaa mereka berdua bisa hamil secara bersamaan."


Irene mencoba untuk menghubungi nomer handphone Ayah nya, dia hanya menginginkan nomor handphone Sebastian Gunawan saja.


* Hallo Ayah*


* Irene akhirnya kamu mau berkomunikasi dengan Ayah lagi*


* Ayah, aku ingin nomber handphone Sebastian Gunawan*


* Untuk apa kamu menginginkan nomor handphone nya*


* Karena aku menyukai nya*

__ADS_1


* Irene, Sebastian Gunawan mempunyai istri yang sedang hamil dan kamu juga baru saja melahirkan anak*


* Jika Ayah ingin aku kembali ke rumah kembali bersama dengan Ayah dan Ibu, dekatkan aku dengan lelaki itu dan kirimkan nomber handphone nya sekarang juga*


Irene mengakhiri panggilan telephone nya, dia menyimpan handphone nya.


Irene menuggu pesan masuk dari Ayah nya.


Ayah Irene merasa sangat binggung sekali, dia tidak mau Irene menjadi wanita penggoda suami orang.


Ayah Irene membicarakan dengan istri nya.


" Bagaimana ini, Irene menginginkan nomor handphone Sebastian Gunawan."


Ibu Irene menjawab santai perkataan suaminya.


Ayah Irene menghela nafas panjang nya.


" Bukan untuk itu tapi Irene menyukai Sebastian, apa yang ada di pikiran Irene sekarang."


Ibu Irene pun seketika langsung terkejut.


" Tidak, jangan berikan nomber yang nya. Ada apa dengan Irene, dia baru saja proses pemulihan melahirkan tapi sudah mempunyai pikiran seperti itu."


Ibu Irene melarang keras suaminya memberikan nomor handphone Sebastian Gunawan kepada Irene.


" Irene bilang jika kita berdua bisa mempersatukan mereka berdua, Irene akan kembali pulang ke rumah."

__ADS_1


Ibu Irene memang sangat merindukan Irene tapi kenapa harus seperti ini.


" Ibu ingin bicara dengan Irene, coba telephone lagi dia."


Ibu Irene mencoba untuk mengatur nafas nya, dia tidak mau emosional kepada Irene karena dia mengetahui watak Irene yang sangat keras kepala.


* Hallo Ayah, mana nomber handphone nya*


*Irene ini ibu bukan Ayah*


* Oh ibu apakah Ayah sudah bercerita semuanya*


* Irene kamu juga seorang wanita tidak baik kamu mempunyai niat seperti itu*


* Bu, aku cinta dengan lelaki itu*


* Cinta, sejak kapan kamu bertemu dengan lelaki itu Irene sampai kamu bisa berkata cinta*


* Lelaki itu secara tiba-tiba datang ke Rumah Sakit, dia yang menemani proses persalinan ku Buu*


Ibu Irene mengakhiri panggilan telephone nya dengan Irene.


" Sepertinya kita harus bicarakan ini semua dengan Sebastian, kenapa dia sampai harus mendampingi Irene melahirkan padahal mereka berdua yang tidak saling mengenal satu sama lain."


Orang tua Irene berencana untuk membicarakan hal tersebut secara pribadi dengan Sebastian.


Tanpa sepengetahuan istri nya karena pasti akan menimbulkan permasalahan di rumah tangga nya.

__ADS_1


__ADS_2