I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (113)


__ADS_3

Ketika Supir pribadi nya datang dan memberikan air mineral untuk Suster Zivanna.


" Bapak supir, kata Papa jangan maju kan mobil nya. Papa akan segera datang ke sini untuk melihat Suster Zivanna, kita tetap diam di sini yaa."


Supir pribadi tersebut pun menganggukkan kepalanya dan memperhatikan Suster Zivanna, Bianca memberikan air tersebut kepada Suster Zivanna.


" Terimakasih banyak Bianca, kamu memang sangat baik sekali."


Suster Zivanna pun langsung meminum air tersebut tapi perasaan kaget nya masih ada.


" Aku sayang sekali Suster Zivanna, aku tidak mau ada yang seperti ini dengan Suster Zivanna."


Zivanna dan Bianca pun menunggu kedatangan Samuel.


Samuel masuk ke dalam ruangan Mama nya, dia memberikan pekerjaan nya kepada Mama Sesilia.


" Mam, tolong kerjasama nya. Aku harus ke sekolah Bianca sekarang juga. Suster Zivanna ada yang menyiram kan kopi panas hampir ke wajah nya, tadi Bianca yang menelephone ku."


Sesilia pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar Suster Zivanna yang terkena musibah.


" Yasudah, kamu bawa Suster Zivanna ke rumah sakit yaa."

__ADS_1


Samuel pun langsung berlari pergi dan Sesilia pun masih merasa tidak percaya dengan kejadian ini.


" Siapa yang tega melakukan ini semua kepada Suster Zivanna, apakah Maudy tapi bukankah dia depresi di rumah sakit."


Sesilia tidak akan tinggal diam dia akan mencari tahu siapa yang melakukan ini kepada Suster Zivanna.


Samuel mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia kelihatan begitu sangat menghawatirkan kondisi Zivanna.


" Air panas bisa membuat wajah melepuh rusak, siapa yang tega melakukan ini semua kepada Suster Zivanna."


Samuel pun akhirnya sampai dia melihat mobil Bianca yang masih terparkir di pinggir gerbang sekolah.


Samuel pun merasa sangat terkejut sekali dan dia pun mencoba untuk menenangkan perasaan Suster Zivanna.


" Kamu tenang yaa, semoga hal seperti tidak akan terulang kembali."


Bianca merasa sedih ketika melihat Suster Zivanna menangis seperti ketakutan sekali di pelukan Papa nya.


" Aku tidak apa-apa seperti ini biarkan saja dia menyiram ku dengan air panas, tapi tidak mau jika sampai Bianca yang mengalami nya. Aku tidak mau Bianca terluka sedikitpun, aku menagis bukan karena memikirkan yang sekarang aku alami tapi aku menangis bagaimana jika Bianca yang mengalami nya."


Samuel begitu sangat bergetar sekali ketika dia mendengar perkataan Zivanna, Zivanna yang lebih menghawatirkan keselamatan Bianca dari pada dirinya.

__ADS_1


Samuel pun melepaskan pelukan erat Zivanna dia menatap wajah Zivanna dan menghapus air mata nya.


Bianca langsung memeluk Suster Zivanna dari belakang dia merasakan kasih sayang Suster Zivanna.


" Kamu hanya sebagai seorang Suster, tapi mempunyai hati yang sangat baik sekali dengan Bianca. Tapi kenapa Maudy yang merupakan ibu kandung nya, dia tidak mempunyai perasaan seperti kamu."


Zivanna pun langsung menundukan kepalanya dia merasa perkataan nya yang terlalu berlebih-lebihan di hadapan Samuel.


" Pak Denny, langsung pulang yaa. Saya akan pergi ke Rumah Sakit bersama dengan Bianca dan Suster Zivanna, karena wajah nya kelihatan memerah seperti ini."


Mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil Samuel dan Bianca mencoba untuk membersihkan sisa-sisa kopi di rambut Suster Zivanna.


" Pak Samuel tidak usah Rumah Sakit besar yaa, ke klinik saja ada kok di dekat sini."


Zivanna tidak mau jika dirinya sampai di bawa ke Rumah Sakit Permata, dia tidak mau sampai Ayah nya mengetahui nya. Karena pegawai Rumah Sakit yang sudah mengenali nya, Bianca pun langsung mengerti apa maksud dari Suster Zivanna.


" Iya Papa, ke klinik saja yaa. Karena Suster Zivanna juga butuh istirahat, jika terlalu lama di perjalanan kasihan Suster Zivanna."


Samuel pun mengikuti keinginan Bianca dan Zivanna dia pun memilih Klinik yang dekat dengan sekolah Bianca.


Dan akhirnya sampai kebetulan sedang kosong Zivanna pun langsung masuk ke dalam dan dia pun menceritakan pada saat dia mau membuat kopi terjadi seperti ini kepada nya.

__ADS_1


__ADS_2