
Bianca pasti akan merasa sangat senang sekali ketika Suster Zivanna yang menunggu nya ini akan menjadi kejutan yang sangat terindah sekali untuk Bianca.
Jam pelajaran pun berakhir dan Zivanna berdiri sambil melambaikan tangan nya, Bianca begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat Suster Zivanna bukan Suster Vina.
" Suster Zivanna."
Bianca langsung berlari dan memeluk erat Suster Zivanna.
" Aku sangat senang sekali Suster Zivanna yang menunggu ku, aku merasa sangat terkejut sekali."
Bianca kelihatan sangat bahagia sekali.
" Sayang, sekarang kita akan makan siang bersama dengan Papa yaa."
Zivanna pun langsung menelephone Samuel.
* Hallo Pak Samuel, aku sudah bersama dengan Bianca kita pergi ke Restoran mana yaa*
* Ke Restoran mawar saja yaa*
* Baiklah, sekarang kita akan menuju ke sana*
* Hati-hati yaa kalian berdua*
Bianca dan Zivanna pun masuk ke dalam mobil nya dan mereka berdua begitu sangat bahagia sekali.
" Bianca kita akan pergi ke Restoran yang waktu kamu pergi bersama dengan Suster Vina."
Bianca mencoba untuk mengingat nya dan yang dia ingat itu adalah Mama nya.
" Kenapa harus di Restoran itu aku takut Mama Maudy datang kembali, aku sangat ketakutan sekali aku tidak mau Mama Maudy memeluk aku."
Bianca kelihatan sangat tidak senang sekali.
" Sayaang, tidak akan ada Mama Maudy kamu akan Suster Zivanna lindungi yaa."
Zivanna mencoba untuk menenangkan perasaan Bianca.
" Suster Zivanna janji nya, selalu lindungi aku yaa. Soalnya aku sangat takut sekali, aku tidak mau bertemu dengan Mama Maudy."
Mata Bianca sampai berkaca-kaca dia benar-benar merasa sangat ketakutan sekali.
" Iya sayang Suster Zivanna janji sudah yaa tidak usah takut yaa, ada Suster Zivanna di sini."
Mereka berdua akhirnya sampai di Restoran tersebut.
" Lihat Papa sudah sampai, itu tandanya kita aman kan."
__ADS_1
Zivanna dan Bianca pun akhirnya turun dari mobil dan menghampiri Samuel.
Samuel melihat Bianca yang cemberut membuat dirinya langsung menghampiri Bianca.
" Sayang kamu kenapa,? kamu baik-baik saja kan? kenapa kamu sedih seperti ini."
Samuel memeluk Bianca dan Zivanna pun hanya bisa terdiam saja.
" Aku takut ada Mama Maudy, aku tidak mau bertemu dengan Mama Maudy yang sangat jahat sekali kepada ku."
Samuel pun merasa jika trauma Bianca yang masih dia rasakan.
" Sayang jangan takut yaa, ada Papa yang akan melindungi kamu dari Mama Maudy yaa sekali kamu jangan sedih yaa kita kan datang ke sini untuk makan bersama."
Akhirnya Bianca pun bisa tersenyum dan Zivanna memegang tangan Bianca.
" Ayo kita masuk ke dalam yaa sayang."
Zivanna fokus pada Bianca dia mengabaikan Samuel.
" Dia benar-benar sayang dengan Bianca, bukti nya dia lebih fokus pada Bianca."
Samuel mengikuti Bianca dan Zivanna masuk dan ternyata ada satu meja yang sudah di dekoratif sangat cantik sekali.
" Seperti ulang tahun yaa, sangat bagus sekali Suster Zivanna."
Suster Zivanna membalikkan badan dia pun tersenyum manis kepada Samuel.
Bianca dan Zivanna pun duduk banyak sekali balon warna pink dan putih.
" Ini sangat indah sekali Papa, aku seperti sedang ulang tahun saja dan aku sangat menyukai nya."
Zivanna merasa sangat bahagia sekali ketika melihat senyuman Bianca yang kembali.
Tidak lama kemudian makanan pun datang tapi ternyata ada kue yang di hidangkan.
Zivanna pun merasa sangat terkejut sekali ketika ada kue seperti ulang tahun.
" Apakah kamu ulang tahun hari ini,? maafkan aku yang tidak mengetahui nya."
Wajah Zivanna kelihatan sangat kebingungan sekali.
" Tidak ada yang ulang tahun ini hanya untuk merayakan hari kebersamaan kita bertiga untuk bisa menjadi seorang keluarga."
Zivanna merasa sangat terharu sekali ketika mendengar perkataan Samuel.
" Kita akan menjadi keluarga,? Suster Zivanna akan menjadi Ibu ku doang."
__ADS_1
Samuel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Bianca.
" Yeeee, terimakasih banyak Papa. Suster Zivanna akan menjadi Mommy aku yaa, kapan Suster Zivanna akan menjadi Mommy aku."
Zivanna menundukkan kepalanya karena dia tidak mengetahui kapan itu akan terjadi.
" Kamu yang sabar yaa sayang, semoga saja secepatnya yaa sayang sekarang ayo kita nikmati makanan yang ada di hadapan kita ini kita habiskan bersama-sama yaa."
Zivanna dan Bianca pun memotong kue tersebut dan mereka berdua saling ber suapan.
Samuel akhirnya dia bisa melihat kebahagiaan yang dia cari selama ini.
" Mommy."
Bianca memangil Zivanna dengan sebutan Mommy.
" Belum loh sayang, belum jadi Mommy sayang."
Bianca tersenyum manis ketika melihat wajah Zivanna yang seperti sedang kebingungan.
" Tidak apa-apa membiasakan untuk memangil Mommy dari sekarang, Agar nantinya menjadi lebih terbiasa yaa."
Wajah Zivanna seketika langsung memerah dia merasa sangat malu sekali.
" Aku tidak menyukai aku menjadi seorang ibu anak satu, ini sangat luar biasa sekali untuk ku. Aku yang terbiasa di panggil Suster dan tiba-tiba aku di panggil menjadi Mommy, ahhhh ini seperti mimpi saja."
Bianca memberikan tissue kepada Zivanna.
" Jangan menangis yaa Mom, aku ingin sekali Mommy secepatnya bisa tinggal di rumah kita selamanya."
Zivanna semakin tidak bisa menahan airmata dia pun langsung mengambil banyak tissue dan menangis tersedu-sedu di Restoran pun.
Para pengunjung yang lain pun memperhatikan Zivanna yang menangis mereka menyangka jika mereka sedang merayakan kehamilan anak ke dua.
Samuel mencoba untuk menenangkan perasaan Zivanna dia mengusap rambut panjang Zivanna.
" Sudah yaa jangan menangis yaa, ini adalah kebahagiaan kita semua yaa."
Samuel sampai memeluk Zivanna dan Bianca mengambil handphone Papa nya dia langsung memotret kebersamaan mereka berdua.
Bianca benar-benar merasa sangat bahagia sekali dia akhirnya mendapatkan keluarga yang utuh.
" Aku sayang Mommy dan Papa."
Bianca pun ikut menghampiri mereka berdua dan benar-benar seperti keluarga yang begitu sangat bahagia sekali.
Samuel pun melepaskan pelukan erat nya.
__ADS_1
" Sudah yaa waktu kita makan yaa, jangan seperti ini yaa sudah sedih nya ya."
Mereka bertiga benar-benar menikmati makanan tersebut dan Zivanna dan Bianca kelihatan sangat lahap sekali makan nya.