I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #294#


__ADS_3

Di saat Ayah merasa sangat bahagia, Zivanna hanya diam saja tanpa ekspresi.


" Zivanna kenapa kamu datar seperti itu,? Apakah kamu tidak merasakan bahagia ketika kamu menjadi seorang ibu?."


Dokter Richard mendekati Zivanna.


" Semenjak aku mual dan muntah, aku jadi benci kepada Bianca. Ntahlah seperti aku akan berubah menjadi ibu tiri yang jahat seperti nya."


Dokter Richard merasa Zivanna yang mengalami perubahan sikap yang berubah-ubah.


" Zivanna lalu bagaiman apakah kamu akan membuat Bianca semakin tidak menyukai mu,? hubungan kalian berdua yang semakin rumit."


Zivanna hanya menggelengkan kepalanya.


" Samuel pun belum mengetahui jika Zivanna yang sedang hamil, Zivanna yang lebih memilih untuk merahasiakan kehamilan nya."


Dokter Richard hanya bisa diam saja dia tidak bicara apapun karena mengetahui jika dia mengatakan jangan maka Zivanna akan mendadak marah kepada nya.


" Yasudah Bu sekarang kita kembali bekerja yaa, dan jangan lupa bawa obat nya yaa. Aku lebih ingin bekerja dari pada diam di rumah."


Zivanna pun langsung keluar dari ruangan Ayah nya.


" Ayah tenang saja yaa, Zivanna akan kembali seperti Zivanna yang dulu."


Lollyta berpamitan dengan suami nya.


" Zivanna kenapa dengan dia yaa, kenapa dia seperti itu. Aku melihat seperti tidak ada aura kebahagiaan semenjak dia merasa kesal dengan sikap Bianca yang di pengaruhi oleh Maudy, semoga Zivanna kuat melewati hari-hari nya."


Zivanna menunggu Ibu nya mengambil resep obat, Zivanna sudah merasa sangat lapar sekali.


" Lapar lagi, astaga aku ingin makan."


Zivanna menuggu ibu nya dan dia pun akhirnya bicara dengan Ibu nya.


" Bu, aku lapar lagi nih. Bagaimana jika kita cari makanan lagi Bu, aku kalau nggak makan mual."


Lollyta merasa aneh dengan kehamilan Zivanna, jika kebanyakan yang hamil itu muntah di saat dirinya di berikan makanan.


" Yasudah aku kita cari makanan yaa, di saat kamu makan dengan banyak. Ibu akan mencari buah-buahan segar dan cemilan Snack untuk kamu yaa."


Zivanna pun langsung bersemangat dia masuk ke dalam mobil nya.

__ADS_1


Lollyta mencari Restoran yang paling di sukai oleh Zivanna, dan akhirnya mereka berdua menemukan nya.


Lollyta mengantarkan Zivanna ke dalam dia merasa sangat tidak tenang jika Zivanna sendirian pergi ke dalam Restoran.


" Ibu pergi yaa, kamu baik-baik di sini. Ingat kamu sedang hamil muda yaa, kamu di larang berlari yaa Zivanna."


Zivanna menganggukkan kepalanya dan Lollyta pun pergi.


" Zivanna Lollyta, kebanyakan wanita hamil yang lebih memilih untuk manja kepada suaminya tapi Zivanna dia lebih merasa nyaman bersama dengan orang tuanya."


Lollyta hanya bisa tersenyum manis saja.


Ketika Lollyta pergi Zivanna mulai memesan makanan yang dia inginkan.


Pesanan Zivanna sangat banyak sekali karena dia tahu jika setelah ini dia akan pergi ke acara televisi untuk mempromosikan produk baru kosmetik milik ibu nya.


Ketika Zivanna sedang menunggu pesanan nya tiba-tiba saja datang Maudy yang juga ingin makan siang di tempat yang sama.


Lirikan sinis Zivanna ketika dia melihat Maudy.


" Banyak nya Restoran mewah, kenapa dia harus memilih Restoran yang sama dengan ku. Oke Zivanna, walaupun kamu sedang hamil tapi jika dia membuat hati mu panas lawan saja."


Zivanna seperti sudah mempersiapkan diri nya.


" Oh ada Suster cantik ternyata di sini yaa, aku semakin benci kepada nya."


Zivanna mulai menikmati makanan yang ada di hadapannya, dan dia melihat Maudy yang sedang berjalan menuju ke meja nya.


Maudy duduk di depan Zivanna dia melihat pesanan Zivanna yang sangat banyak sekali seperti nya Zivanna yang tidak sendirian.


" Kamu pasti sangat bahagia ketika mengetahui Bianca yang lebih memilih untuk kembali ke rumah."


Zivanna menghentikan makannya ketika dia mendengar perkataan Maudy.


" Tidak aku sama sekali tidak bahagia, aku lebih menginginkan Bianca tetap tinggal bersama dengan mu. Agar aku bisa selalu berduaan dengan suami ku, itu jauh lebih bahagia."


Sebelum Maudy membuat nya emosi, Zivanna ingin membuat Maudy yang duluan emosi dengan perkataan nya.


" Oh, sekarang ternyata aslinya kamu itu seperti ini yaa. Kamu yang hanya cinta dengan Samuel, tapi berpura-pura sayang dengan Bianca."


Zivanna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

__ADS_1


" Iyaa benar sekali, dan ternyata Bianca itu sama seperti mu yaa. Sama-sama menyebalkan sekali, darah mu mengalir deras di tubuh Bianca."


Maudy benar-benar merasa sangat emosional sekali dengan perkataan Zivanna.


" Kamu bisa pergi sekarang juga kan,? Nafsu makan ku sedang tinggi jangan sampai kamu membuat aku kehilangan nafsu makan ku yaa."


Maudy pun langsung pergi dia memilih untuk tidak makan di Restoran tersebut.


" Baguslah jika dia memilih untuk pergi, aku tidak ingin anak ku sampai mirip dengan nya karena aku yang terlalu benci berlebih-lebihan dengan nya."


Zivanna melanjutkan makan nya dan dia melihat Ibu nya yang baru saja datang.


Lollyta melihat Maudy yang baru saja keluar dari Restoran hal tersebut membuat Lollyta merasa hawatir dengan Zivanna.


" Zivanna apakah kamu bertengkar dengan Maudy,? Zivanna kamu tidak sampai di sentuh kan oleh Maudy."


Zivanna melihat wajah ibu nya yang sangat panik sekali kepada nya.


" Tidak Bu, aku yang melukai Maudy tanpa menyentuh dengan perkataan ku yang sangat pedas untuk nya."


Zivanna merasa sudah kenyang dan pun mengajak ibu nya untuk pergi dari Restoran tersebut.


" Ayo Bu kita pergi yaa, aku merasa sudah kenyang dan semangat untuk pergi ke stasiun televisi swasta demi promosi produk terbaru Ibu."


Zivanna membantu ibu nya untuk membawakan makanan yang sudah di belinya.


Bagasi mobil yang penuh dengan stok cemilan ibu hamil.


" Seperti aku akan memberitahu suami ku di saat pulang kerja, aku suruh dia pulang ke rumah kita. Jika dia tidak mau, yasudahlah dia tidak akan pernah tahu tentang kehamilan ku ini."


Zivanna mengeluarkan handphone untuk mengirimkan pesan kepada Samuel.


* Suamiku, pulang kerja ke rumah Ibu yaa. Ada yang ingin aku bicarakan, sangat serius sekali yaa*


* *Kenapa harus di bicarakan di sana, langsung saja di pesan ini jangan membuat aku merasa hawatir yaa**


* Pokonya nya nanti di rumah ibu yaa, jika tidak datang aku tidak akan pernah mengatakan nya lagi*


* Baiklah istriku sayang*


* Yasudah yaa, sekarang aku mau persiapan untuk datang ke stasiun televisi. Aku akan memposisikan produk kecantikan terbaru ibu yaa*

__ADS_1


* Baiklah sayang, hati-hati yaa*


** Oke suami ku**


__ADS_2