
Di tempat yang lain Bianca dan Suster Vina berada di mobil perjalanan pulang.
" Suster Vina, kenapa yaa Mommy Zivanna tidak ada datang ke rumah setiap hari."
Bianca kelihatan sangat merindukan Mommy Zivanna.
" Tidak bisa setiap hari sayang, karena Mommy Zivanna yang harus bekerja. Tapi jika nanti Mommy Zivanna sudah menikah dia akan selalu bersama dengan Bianca, setiap malam bersama dengan Bianca."
Bianca pun tersenyum dia seperti nya mulai mengerti.
Di saat mereka berdua sampai di depan gerbang tiba-tiba saja ada mobil hitam yang diam di pinggir gerbang.
Suster Vina merasa sangat was-was sekali dia takut mobil tersebut adalah milik Maudy.
" Ayo cepat masuk Pak, dan segera tutup gerbang nya."
Bianca merasa sangat ketakutan sekali ketika dia melihat ekpresi wajah Suster Vina yang panik.
" Ada apa Suster Vina,? kenapa Suster Vina seperti sangat ketakutan sekali."
Suster Vina mencoba untuk tetap bersikap tenang di depan Bianca.
" Mobil yang depan menghalangi sekali, mobil siapa yaa itu."
Ketika Suster Vina membuka kaca mobil nya, pemilik mobil tersebut keluar dan ternyata seorang lelaki muda yang sangat tampan sekali.
Suster Vina pun langsung membuka pintu mobil nya, ketika lelaki tampan tersebut menghampiri nya.
" Maaf yaa mau bertemu dengan siapa,?"
Suster Vina tidak mengenal lelaki tersebut tapi Bianca membuka jendela mobil nya dan dia pernah melihat lelaki tersebut.
__ADS_1
" Seperti teman Mommy Zivanna."
Suster Vina mendengar suara Bianca dan dia pun langsung menyadari jika lelaki yang ada di hadapannya itu adalah Felix.
Lelaki yang akan di jodohkan oleh orang tua Zivanna.
" Ada keperluan apa yaa kamu ke sini."
Felix mengabaikan perkataan Suster Vina dia memilih untuk menghampiri Bianca.
" Hallo gadis cantik, apakah kamu masih kenal dengan wajah om ini."
Bianca tersenyum manis menganggukkan kepalanya.
" Om itu adalah teman Mommy Zivanna."
Felix memandangi wajah cantik Bianca.
" Bukan sayang, om ini bukan teman Mommy Zivanna tapi om ini adalah yang akan menikah dengan Mommy Zivanna bukan Papa Samuel."
Dan Bianca pun seketika langsung menangis histeris.
" Pergi kamu dari sini yaa, kamu berani sekali berbicara seperti itu di depan anak kecil."
Suster Vina merasa sangat emosional sekali dengan Felix.
" Aku mengatakan hal yang sebenarnya, supaya nanti nya dia merasa tidak sedih lagi jika Mommy Zivanna itu menikah dengan ku bukan dengan Papa nya."
Suster Vina mendorong tubuh Felix sampai jatuh dan dia berteriak kencang kepada satpam.
" Satpam tolong dia pencuri."
__ADS_1
Semuanya satpam pun langsung berlari menghampiri Suster Vina dan membuat Felix langsung berlari menuju ke mobil nya.
" Kurang ajar sekali Suster itu, dia bilang aku maling."
Felix langsung menyalakan mesin mobil dia takut banyak warga yang mendengar nya.
Ketika melihat Felix pergi, Suster Vina pun langsung menghampiri Bianca.
" Sayang jangan dengarkan perkataan om tadi yaa, itu semua bohong sayang yaa."
Bianca terus saja menangis histeris di dalam mobil nya.
" Ayo sayang kita pulang yaa, masuk ke dalam rumah."
Suster Vina mengendong paksa Bianca agar mau masuk ke dalam rumah.
Bianca terus saja menagis histeris dia seperti tidak terima dengan perkataan Felix.
" Aku merasa perkataan om itu benar, Mommy Zivanna akan menikah dengan nya bukan dengan Papa Samuel."
Suster Vina sudah tidak tahu lagi harus bagaimana dia pun mencoba untuk menghubungi Samuel.
Posisi Samuel yang sedang emosional dengan balasan pesan dari Felix sekarang dia yang harus mendengar kondisi Bianca.
Handphone Samuel berdering kencang sekali dia pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
* Hallo Suster Vina ada apa*
* Pak Samuel, bisakah pulang sekarang juga. Bianca menangis histeris, saya merasa bingung*
* Baiklah saya akan segera ke sana*
__ADS_1
Samuel pun langsung pergi begitu saja, tanpa berpamitan dengan Zivanna yang ada di hadapannya.
Samuel kelihatan sangat terburu-buru sekali sehingga membuat Zivanna merasa sangat hawatir sekali melihat nya.