
Maudy seperti tidak bisa berbicara apa-apa dia pun langsung pergi dari ruangan Samuel dengan hati yang tersakiti.
Melihat Maudy pergi, Sesilia pun langsung menghampiri Samuel karena dia mengetahui apa yang di bicarakan mereka berdua.
" Astaga apa yang sudah aku katakan tadi kepada Maudy, di benar-benar tidak aku pikirkan sebelumnya."
Samuel pun langsung duduk di kursi nya sambil memegang kepalanya.
Sesilia Menghampiri Samuel dia melihat Samuel yang seperti tidak sadar dengan apa yang sudah dia katakan tadi.
" Samuel apakah benar kamu mempunyai perasaan terhadap Zivanna,? kamu mulai merasakan jatuh cinta dengan Zivanna?."
Sesilia menghampiri Samuel dia ingin mendengar nya sekali lagi.
" Perkataan itu spontan saja keluar dari mulut ku, dan aku sekarang merasa jika itu hanya kebetulan saja."
Samuel pun memilih untuk fokus pada pekerjaan kembali agar Mama nya pergi meninggalkan nya.
" Samuel kamu tidak boleh seperti ini, kamu berbohong kepada Maudy tapi bagaimana juga jika Zivanna mendengar perkataan tersebut dari Maudy. Zivanna yang memang dari dulu dia mempunyai perasaan terhadap kamu, Zivanna mempunyai perasaan terhadap kamu."
Samuel seketika dia langsung terdiam dengan tatapan mata yang kosong.
" Aku mau serius dengan pekerjaan ku, aku mohon jangan lagi bahas tentang kejadian tadi. Anggap saja aku tidak pernah mengatakan hal tersebut, aku ingin fokus pada pekerjaan ku."
__ADS_1
Sesilia pun terpaksa keluar dari ruangan Samuel, walaupun Sesilia merasa kecewa dengan Samuel yang tidak konsisten dengan perkataan nya.
Di saat Samuel dan Maudy sedang bertengkar karena sebuah perasaan, di tempat yang lain Bianca bahagia ketika bisa bertemu dengan Suster Zivanna.
" Suster Zivanna."
Teriak Bianca kepada Suster Zivanna.
" Bianca sayang, Suster Zivanna kangen sekali."
Mereka berdua pun akhirnya bertemu dan berpelukan.
Suster Vina merasa sangat bahagia sekali ketika melihat mereka berdua yang bisa bertemu kembali.
Suster Zivanna pun langsung melirikan mata nya kepada Suster Vina.
" Terimakasih ya Vin, kamu baik sekali."
Suster Vina pun hanya bisa tersenyum manis kepada mereka berdua.
" Aku bahagia sekali bisa mempunyai 2 Suster yang cantik dan baik hati."
Mereka pun langsung duduk dan Suster Zivanna yang sudah memesan makanan.
__ADS_1
" Bianca sudah mengetahui keluarga ku, tapi pintar nya dia yang tidak pernah bicara dengan banyak orang. Dan itu yang membuat aku bangga sekali dengan Bianca, walaupun dia masih kecil tapi sudah bisa menjaga rahasia."
Suster Zivanna menyuapi Bianca.
" Tadi aku sangat terkejut sekali ketika Bu Maudy datang, dia ingin bertemu dengan Bianca tapi aku tidak memperbolehkan nya. Setrika dia pun langsung marah besar kepada ku, tapi aku tetap pada pendirian ku yang akan selalu melindungi Bianca dari Mama nya."
Suster Zivanna merasa sangat kasihan sekali melihat Bianca yang terus saja di inginkan oleh Mama nya.
" Seperti nya Maudy itu ingin bisa dekat dengan Bianca, agar dia bisa dekat dengan Pak Samuel kembali. Ahhhh aku sudah bisa menebak nya, semuanya akan seperti itu."
Suster Zivanna pun langsung memandangi wajah Bianca, dia merasa sangat kasihan sekali melihat Bianca yang hanya di manfaatkan oleh Mama nya saja.
" Aku merasa sangat setuju jika kamu yang menjadi Ibu untuk Bianca, karena kamu yang begitu sangat tulus sekali dengan Bianca."
Ketulusan Zivanna yang benar-benar kelihatan sangat nyata sekali.
" Aku mencintai Bianca untuk pertama kalinya, di saat itu aku seperti berjanji dalam kehidupan ku jika aku tidak akan pernah menyakiti perasaan nya."
Bianca pun memandangi wajah Suster Zivanna.
" Kamu yang sangat cantik sekali Zivanna, kenapa kamu tidak mencoba untuk jujur dengan perasaan mu dan bicara dengan Pak Samuel jika apa yang di katakan oleh Bu Maudy itu sangat tidak benar. Karena itu sama seperti pencemaran nama baik."
Suster Zivanna seperti masih ingin memperpanjang permainan nya dengan Maudy, dia ingin Maudy merasa puas dengan apa yang sudah dia lakukan.
__ADS_1