I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 329


__ADS_3

Maudy terbangun dari tidurnya dia merasa seluruh tubuh nya sangat sakit sekali, Maudy pun merasa sangat terkejut sekali karena melihat dirinya yang tidak memakai pakaian sehelai pun.


" Astaga kenapa seperti ini, semalam apa yang terjadi yaa. Aku tidur dengan siapa,? dan ini di mana yaa."


Di saat Maudy yang merasa kebingungan, Felix pun datang menghampiri Maudy.


" Kita tidur bersama dan melakukan nya, kamu menganggap jika aku ini adalah mantan suami mu."


Maudy begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Felix.


" Kita berdua tidur bersama,? apakah ini karena aku yang terlalu banyak minum sehingga membuat aku tidak sadarkan diri."


Maudy menarik selimutnya dia merasa sangat malu sekali, Maudy tidak berani menatap wajah Felix.


" Sekarang lebih baik segera bersihkan tubuh mu, dan segera kembali pulang karena suami mu pasti sedang menunggu mu di rumah."


Felix pun langsung pergi begitu saja dia ingin membiarkan Maudy membersihkan tubuh nya.


Maudy berjalan menuju ke kamar mandi, dia menyalakan air dan membiarkan membasahi seluruh tubuh nya.


" Apa yang sudah terjadi dengan ku, aku tidur bersama dengan lelaki lain."


Maudy sempat meneteskan air mata nya.


" Bodoh nya aku kenapa sampai bisa melakukannya, dan merasa jika Felix itu adalah Samuel."


Maudy menggosok tubuh nya sambil menangis, Maudy merasa sangat bersalah dengan Sebastian.


" Walaupun aku tidak mencintai Sebastian, tapi aku merasa sangat bersalah sekali dengan apa yang sudah aku lakukan dengan nya."


Felix menyiapkan baju yang baru dia juga menyiapkan sarapan pagi untuk Maudy, Felix sangat bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi.


" Astaga kenapa aku merasa sangat bersalah dengan suaminya wanita itu, karena aku mengetahui suaminya yang begitu sangat cinta kepada nya."


Maudy selesai mandi dia yang masih memakai handuk kimono putih, melihat Maudy datang Felix langsung pergi.


Maudy memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Felix, dia juga memakan sarapan pagi nya.


Selesai semuanya Maudy memilih untuk pergi dari Apartemen Felix, dia berpamitan dengan Felix.


" Aku pulang dulu yaa, dan terimakasih banyak atas tanggung jawab nya."


Maudy pun langsung pergi sambil menundukkan kepalanya.


" Felix, kenapa kamu sampai melakukan dengan seorang wanita yang umurnya hampir sama dengan Mama mu."

__ADS_1


Felix menutup rapat pintu Apartemen nya.


Maudy merasa binggung dia harus berkata apa kepada suaminya.


" Apa yang harus aku katakan kepada Sebastian, karena ini sangat menyakitkan sekali."


Maudy masuk ke dalam mobil nya, dia menjalankan mobilnya dengan rasa cemas yang luar biasa.


Maudy berharap Sebastian tidak ada di rumah.


" Semoga saja Sebastian sudah pergi ke kantor, aku tidak mau langsung bertemu dengan nya."


Maudy pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang, dia memasukkan mobil nya dan melihat tidak ada mobil suaminya.


Maudy sampai menghelakan nafas panjang nya, dia berjalan menuju ke kamar nya.


Maudy membuka pintu kamar dan dia melihat suaminya yang sedang duduk sambil membawa buku.


Melihat kedatangan Maudy, Sebastian pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


" Kamu belum pergi ke kantor yaa, aku pikir kamu sudah pergi."


Suara Maudy kedengaran sangat bergetar sekali.


Sebastian memperhatikan pakaian Maudy yang berubah dan rambut Maudy yang basah.


Sebastian tersenyum tipis kepada istrinya, dia merasa istrinya yang sudah menghianati nya.


" Aku minta maaf, aku mabuk berat dan di bawa ke Apartemen teman membuat aku tidak sadar diri."


Sebastian merasa tidak mau lagi mendengar penjelasan dari istrinya, Sebastian memilih untuk langsung pergi saja meninggal kan Maudy di kamar nya.


Sebastian mengingat perkataan nya, dia harus percaya dengan apa yang di katakan oleh istrinya walaupun Sebastian mengetahui jika istri telah berbohong kepada nya.


Maudy langsung menutup rapat pintu kamar nya, dia tidak mau jika harus mengalami depresi kembali.


" Maudy kamu harus tenang, kamu harus bisa mengendalikan emosi mu yaa."


Maudy yang sebelumnya berencana untuk bisa bertemu dengan Bianca dia lebih memilih untuk diam di dalam kamar nya saja.


Sebastian sampai meneteskan air mata nya.


" Apakah Maudy sudah tidak bersama dengan Felix, aku mencari tahu tentang lelaki itu yang merupakan pengusaha sukses muda. Felix juga sempat di jodohkan dengan Zivanna, kenapa dunia ini begitu sangat sempit sekali."


Sebastian menjalankan mobilnya dia tetap harus bisa bersikap profesional dalam bekerja.

__ADS_1


Di saat Sebastian yang harus berpura-pura tegar dengan semua yang sudah terjadi, Samuel dan Zivanna mereka berdua adalah contoh cinta yang sebenarnya.


Zivanna bersiap untuk pergi ke kantor nya, sedangkan Samuel juga harus pergi ke kantor yang tidak jauh dari hotel.


" Sekarang kamu pulang saja ke rumah yaa, kasihan Bianca dia pasti mencari mu. Aku juga akan pulang ke rumah, kamu jangan menghawatirkan ku yaa."


Samuel mencium bibir mungil Zivanna.


" Terimakasih banyak sayang, kamu yang tidak pernah egois. Kamu yang selalu adil dalam berbagai rasa kasih sayang ini, Bianca seharusnya kembali seperti dulu lagi."


Zivanna memegang tangan suaminya.


" Sudahlah biarkan saja jika Bianca yang belum kembali seperti dulu lagi, dan jika Bianca ingin bersama dengan Mama nya. Mulai sekarang kamu tidak usah melarang nya, karena Bianca yang semakin hari semakin dewasa dia pasti akan lebih mencari ibu kandung nya."


Samuel mengikuti apa yang di katakan oleh Zivanna, mereka berdua pun keluar dari kamar hotel.


Samuel berencana untuk mengantarkan Zivanna terlebih dahulu, setelah itu dia kembali ke kantor nya.


Di perjalanan menuju ke kantor Lollyta, Zivanna memainkan handphone nya. Dia membaca setatus Sebastian, Zivanna membaca jika Sebastian yang sedang membicarakan tentang penghianat cinta.


Zivanna seketika dia langsung berpikir jika Maudy selingkuh, tapi Zivanna pun mengetahui jika lelaki yang ingin kan oleh Maudy adalah Samuel suaminya sendiri.


Zivanna memilih untuk membicarakan hal tersebut kepada suaminya, dia lebih memilih untuk mencari tahu sendiri.


" Sayang, kamu kenapa?. Apa yang sudah kamu lihat dari handphone mu,? Sampai kamu kelihatan kaget seperti itu."


Zivanna pun langsung memasukkan handphone nya ke dalam tas nya.


" Aku melihat ada yang memposting makanan, aku merasa jadi ingin memakannya."


Zivanna terpaksa berbohong kepada suaminya.


" Yasudah yaa nanti kita beli yaa sayang, atau nanti kamu kirimkan photo nya supaya aku yang mencari makanan tersebut."


Zivanna pun tersenyum manis kepada suaminya.


Akhirnya Zivanna sampai di depan tempat kerja nya.


" Kamu hati-hati yaa sayang, jangan terlalu capek yaa."


Zivanna mencium tangan suaminya.


" Iya sayang, kamu juga semangat yaa kerjanya."


Setelah berpamitan dengan Samuel, Zivanna keluar dari mobil nya dan dia melihat Ibu nya yang sudah menunggu nya.

__ADS_1


__ADS_2