
Zivanna mulai mengantikan posisi Maudy untuk sementara tapi dia pun merasa sangat menghawatirkan Bianca.
" Aku takut dia hanya berpura-pura despresi saja, bagaimana jika ini hanya akting nya saja yang menginginkan Bianca."
Lollyta sependapat dengan Zivanna dia juga menghawatirkan Bianca.
" Menurut aku bagaimana jika suami bicara di depan Maudy, jika dia akan membawa Maudy ke Rumah Sakit Jiwa. Jika Maudy benar-benar sakit dia akan terdiam, tapi jika dia berpura-pura sakit maka dia pasti akan menolak nya."
Lollyta hanya terdiam karena dia tidak mungkin bicara seperti itu di depan Maudy, untuk bertemu dengan Maudy pun dia tidak mau.
" Tapi Zivanna ketika di Rumah Sakit waktu itu, Ibu melihat tatapan mata yang kosong, dan dia pun berteriak-teriak kencang sekali sehingga membuat kita yang melihat nya sangat takut sekali dan dia juga sampai menyakiti fisik nya."
Zivanna merasa sangat ketakutan sekali mendengar nya, apalagi dia mengetahui jika Maudy yang sangat benci kepada nya.
" Bagaimana jika dia melihat wajah ku ya Bu, apakah dia akan langsung menjambak rambut panjang ku ini. Ahhh itu sangat menakutkan sekali, aku tidak mau bertemu dengan nya."
Zivanna memilih untuk pergi dari ruangan Ibu nya.
" Aku pun merasa hawatir seperti itu, jika Maudy bisa sampai melakukan hal yang sangat berbahaya mungkin jika kepada Bianca dia tidak akan pernah melakukan nya tapi kepada Zivanna hmmmmm aku tidak bisa membayangkan nya."
__ADS_1
Lollyta keluar ruangan nya dia ingin membicarakan hal ini kepada para pegawai nya.
" Untuk semuanya ada yang ingin saya bicarakan, saya mohon kalian semuanya diam dan mau mendengarkan perkataan saya."
Zivanna langsung berlari ketika melihat Ibu nya yang mau menyampaikan sesuatu pada pegawai nya.
Melihat semua pegawai nya sudah berkumpul, Lollyta pun langsung menyampaikan semua nya.
" Tadi saya mendapatkan kabar dari Bapak Sebastian yang merupakan suaminya Ibu Maudy, Brand Ambassador produk kita. Dia bilang Bu Maudy sakit kembali, penyakit nya kambuh lagi. Kita tidak mungkin menghentikan pekerjaan kita, untuk sementara di gantikan oleh Zivanna Lollyta."
Para pegawai pun langsung bertepuk tangan ketika mendengar perkataan Lollyta, dan membuat Zivanna pun merasa kebingungan sekali.
Zivanna hanya bisa terdiam karena mereka semua tidak tahu jika Maudy sekarang tidak sedang baik-baik saja, untuk mengantikan posisi sementara Maudy pun Zivanna merasa sangat resah sekali apalagi untuk mengantikan posisi Brand Ambassador.
" Saya tidak bisa mengakhiri kontrak seperti itu, biarkan saja sampai akhir kontrak."
Para pegawai pun menerima keputusan Lollyta.
" Dan untuk kamu Zivanna, selain melakukan pemotretan kamu juga harus mempromosikan produk tersebut di akun media sosial kamu yaa."
__ADS_1
Zivanna menganggukkan kepalanya dan dia melihat ibu nya yang kembali ke ruang nya.
" Nona Zivanna sebenarnya Bu Maudy itu sakit apa yaa, jika kita lihat dari penampilan nya dia sangat sehat sekali."
Zivanna merasa sangat binggung sekali dia harus menjawab apa jujur atau berbohong.
" Sudahlah Nona Zivanna bicarakan saja kepada kita tentang penyakit yang di alami oleh Bu Maudy, kita semua pun tidak akan mungkin menyindir Bu Maudy jika dia kembali."
Zivanna pun akan mengatakan yang sebenarnya.
" Bu Maudy itu mengalami despresi, dia ingin bertemu dengan anak perempuan nya. Tapi kesalahan fatal nya di masa lalu membuat anak perempuan nya merasa sangat kecewa sekali hingga akhirnya dia pernah mau bertemu dengan Maudy."
Setelah mendengar semuanya akhirnya para pegawai pun mengetahui nya, dan membuat mereka merasa kasihan dengan Maudy.
" Kalau menurut aku itu kesalahan dia sendiri, dia harus berubah untuk membuktikan kepada anak perempuan jika dia adalah ibu yang terbaik untuk nya."
Zivanna seketika dia merasa sangat merindukan Bianca.
" Aku pergi dulu yaa, dan jika aku ada kekurangan dalam foto tolong langsung beritahu yaa karena aku juga ingin memberikan yang terbaik untuk hasil pemeriksaan ini."
__ADS_1
Zivanna pun memilih untuk langsung pergi dari ruangan tersebut.