
Bianca kelihatan sangat gelisah sekali berada di dalam mobil dan Sesilia langsung bertanya.
" Bianca, apakah kamu tidak merasa kasihan melihat Mommy Zivanna yang kesakitan seperti itu? Dia sekarang sedang hamil dan itu tandanya kamu akan mempunyai adik."
Bianca menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Kenapa kamu tidak kasihan,? apakah kamu tidak ingin memiliki adik dari pernikahan Papa dan Mommy mu?."
Sesilia merasa aneh dengan sikap Bianca.
" Jika Mommy Zivanna hamil, itu tandanya Papa tidak mempunyai perasaan terhadap ku, Papa tidak sayang dengan aku. Seharusnya Mommy Zivanna itu tidak boleh hamil, dia pasti ingin memiliki Papa seutuhnya."
Sesilia merasa sangat kesal sekali dengan sikap Bianca yang semakin mirip dengan Maudy.
" Bianca, bilang kepada Mama mu yaa. Terimakasih dia sudah berhasil merubah sikap mu yang baik dan lemah lembut menjadi seperti ini, Omah sangat tidak suka dengan sikap mu ini Bianca."
Sesilia dan Bianca pun akhirnya sampai di rumah, Bianca yang langsung berlari menuju ke kamar nya.
Sesilia yang merasa pusing dia membiarkan Bianca melakukan apapun yang dia suka.
" Lebih baik aku beristirahat saja, aku merasa sangat pusing sekali mendengar perkataan Bianca."
__ADS_1
Sesilia masuk ke dalam kamar, dan Bianca mengunci pintu kamar nya.
" Aku ingin menghubungi nomer handphone Mama, semoga saja Mama menjawab nya."
Maudy yang sedang bersama dengan Sebastian dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Bianca.
" Bianca, tidak apa yaa. Aku menjawab panggilan telephone nya, sekali ini saja."
Sebastian mengambil handphone nya dia ingin mendengar apa yang akan di bicarakan oleh Bianca.
* Hallo Mama*
* Hmmmm, hallo sayang*
* Mama tidak apa-apa sayang, ada apa sayang kamu menelephone Mama*
* Mama, aku sudah pulang dari Rumah Sakit loh Mama*
* Syukurlah sayang, maafkan Mama yaa yang nggak bisa melihat kamu*
* Tidak apa-apa Mama, oh iya Mama aku merasa sangat kesel sekali ternyata Mommy Zivanna sekarang sedang hamil. Dulu Mama pernah ngomong sama aku kan, jika Mommy Zivanna itu menikah dengan Papa tapi tidak mau di ganggu oleh aku sekarang seperti nya Mommy Zivanna memang ingin mengganti posisi ku dengan anak nya*
__ADS_1
Sebastian langsung melirik tatapan mata yang sinis kepada Maudy, ternyata Maudy yang memang yang membuat Bianca berubah.
Sebastian pun langsung bicara dengan Bianca.
* Maaf yaa Bianca, Mama Maudy tidak bisa sering-sering komunikasi dengan kamu karena Mama Maudy juga ingin hamil mempunyai anak kembali*
Mendengar suara Sebastian, Bianca langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
" Astaga Sebastian kenapa kamu harus bicara seperti itu kepada Bianca,? Bagaimana jika Bianca merasa sakit hati dengan perkataan mu itu."
Sebastian tersenyum tipis kepada Maudy.
" Kenapa kamu harus marah,? Sedangkan kamu sendiri melakukan itu semua kepada Zivanna kan. Jika tidak mau dia jahat kepada orang lain jangan pernah berlaku jahat."
Sebastian meninggalkan kamar nya, Sebastian membatasi waktu Maudy untuk keluar rumah.
" Zivanna sekarang sedang hamil, itu tandanya Samuel akan semakin cinta kepada Zivanna."
Maudy semakin merasa sangat cemburu sekali dia tidak ingin Zivanna semakin bahagia bersama Zivanna.
" Bianca harus membuat Zivanna emosional setiap hari, sehingga dia tidak betah untuk tinggal di rumah dan Zivanna memilih untuk pergi selamanya dari rumah itu. Jika Zivanna sudah pergi, maka ini saatnya aku masuk ke dalam rumah itu dan berpisah dengan Sebastian yang menyebalkan."
__ADS_1
Maudy sudah merencanakan perbuatan jahatnya nya untuk Zivanna.