I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #257#


__ADS_3

Bianca sampai di rumah dia kelihatan sangat kesal sekali karena jauh dari Papa nya.


" Aku sebenarnya ingin Papa pulang sekarang juga, kenapa Papa dan Mommy setelah menikah mereka berdua melupakan aku yaa."


Bianca pun langsung berlari menuju ke kamar nya.


" Bianca seperti nya dia marah, dia ingin kumpul dengan Papa dan Mommy nya."


Suster Vina mencoba untuk menyusul Bianca ke kamar nya dan mencoba untuk menjelaskan secara perlahan kepada Bianca.


" Bianca sayang, Mommy dan Papa mereka berdua hanya berlibur dua hari saja sayang. Setelah itu mereka berdua akan selalu bersama dengan kamu di rumah, percaya dengan Suster."


Bianca tetap saja terdiam dia tidak mau menjawab perkataan dari Suster Vina.


" Sayang jangan seperti ini yaa, bukan kah pernikahan ini adalah keinginan Bianca. Bianca bisa mempunyai Mommy dan sebentar lagi Bianca juga akan mempunyai adik."


Bianca terdiam dan memikirkan sesuatu jika dirinya mempunyai adik.


" Jika aku mempunyai adik, apakah Papa akan tetap tinggal di rumah ini? Papa tidak pindah ke rumah Mommy Zivanna kan."


Suster Vina pun langsung terdiam mendengar pertanyaan Bianca, karena apa yang di tanyakan oleh Bianca pun itu bisa saja terjadi.


" Hmmmm, seperti nya Mommy Zivanna akan tetap di sini bersama dengan Papa. Yasudah yaa sayaaaaang, sekarang waktunya kamu mengerjakan tugas dari sekolah."


Suster Vina mengeluarkan buku tugas yang ada di dalam tas Bianca.


Bianca pun mulai mengejarnya dengan penuh semangat.


" Aku di berikan tugas menghitung dan ini adalah pelajaran kesukaan ku Suster."


Suster Vina memperhatikan pekerjaan Bianca, Bianca memang anak yang sangat pintar sekali di sekolah nya.


Setelah selesai mengerjakan tugas dari sekolah, Bianca pun makan siang dan setelah itu dia tidur siang.


Suster Vina keluar dari kamar Bianca ketika melihat Bianca yang sedang tidur siang.


Tapi di saat Suster Vina keluar kamar dan menutup rapat pintu.


Bianca membuka mata nya, dia pun langsung memikirkan sesuatu yang negatif.

__ADS_1


" Bagaimana jika Mommy Zivanna itu datang untuk mengambil Papa, Mommy Zivanna yang hanya ingin bersama dengan Papa saja Mommy Zivanna yang tidak mau aku ikut bersama dengan mereka berdua."


Bianca merasa sedih ketika dia yang baru saja membayang kan nya saja, tapi Bianca mencoba untuk tetap berpikiran positif terhadap Mommy Zivanna.


" Tapi Mommy Zivanna itu sangat baik sekali, tidak mungkin dia berubah menjadi ibu yang jahat seperti cerita dongeng."


Bianca pun mencoba untuk memejamkan mata nya, dia tidak mau lagi berpikiran negatif terhadap Mommy dan Papa nya.


Di saat Bianca yang sedang memikirkan sesuatu negatif terhadap Orang tua nya, di tempat lain Maudy dia ingin memanfaatkan kesempatan ini di saat Zivanna dan Samuel honeymoon.


" Zivanna dan Samuel sekarang tidak bersama dengan Bianca, mereka meninggalkan Bianca dan ini akan aku maafkan untuk bisa dekat dengan Bianca, aku harus membuat Bianca benci terhadap Zivanna."


Maudy tidak pernah kehilangan akal untuk berbuat jahat kepada Zivanna.


Maudy melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 12 siang, jam istirahat di kantor.


" Aku sekarang sudah menjadi seorang pengangguran, lebih baik sekarang aku pergi ke kantor karena ada wanita muda yang sangat berbahaya sekali yaitu Veronica asisten pribadi suami ku sendiri."


Maudy menganti pakaian nya dia ingin kelihatan cantik dan seksi di mata suaminya.


Sudah kelihatan sangat sempurna di mata nya, Maudy pun langsung keluar dari kamar nya.


" Aku tidak pernah mau memberitahu jika aku akan pergi ke kantor, aku tidak mau jika ada sesuatu yang di sembunyikan. Aku ingin melihat langsung, dan selalu berharap jika suami ku memang setia kepada ku."


Setelah menempuh perjalanan satu jam lebih akhirnya Maudy pun sampai di depan pintu gerbang perusahaan milik suaminya.


" Aku sampai di saat jam istirahat berakhir, aku tidak tahu suami makan di mana dan bersama dengan siapa."


Maudy pun turun dari mobil nya dan dia berjalan cepat menuju ke tempat ruangan suaminya.


Maudy seketika langsung terdiam ketika melihat Veronica yang berjalan di hadapan nya.


Veronica begitu sangat seksi sekali dan dia juga sangat harum.


" Tidak hanya cantik dan seksi, ternyata Veronica juga dia sangat wangi sekali. Dia setiap hari bersama dengan suamiku, dan mungkin suamiku juga akan betah berlama-lama dengan nya."


Pikiran Maudy mulai negatif terhadap Sebastian.


Maudy pun langsung membuka pintu dan dia melihat suaminya yang sedang sibuk bekerja.

__ADS_1


" Maudy, kamu datang ke kantor. Apakah kamu yang merasa bosan di rumah, kenapa kamu tidak melanjutkan pekerjaan mu di Ibu Lollyta."


Maudy tersenyum sinis ketika mendengar perkataan suaminya.


" Kamu menyuruh ku untuk kembali ke kantor itu,? bertemu dengan orang-orang yang akan menertawakan ku ? Astaga kamu jahat sekali yaa."


Maudy merasa tidak terima dengan perkataan suaminya.


" Mereka tidak akan menertawakan mu, jika kamu mau meminta maaf kepada mereka. Maudy kamu harus ingat, kamu bisa kembali populer itu karena Ibu Lollyta yang memberikan kepercayaan kepada kamu untuk bisa menjadi Brand Ambassador produk milik nya.".


Maudy terdiam dia seperti tidak mau mendengarkan perkataan suaminya.


Sebastian pun mencoba untuk mendekati Maudy.


" Jadilah wanita yang baik, di saat sekarang Bianca yang sudah mempunyai ibu sambung. Buat juga Bianca merasa nyaman ada bersama dengan kamu, karena mungkin sebentar lagi Bianca akan mempunyai adik."


Maudy sudah menyiapkan semuanya rencana, tapi dia tidak mau dengan rencana jahatnya.


Maudy ingin Bianca memilih untuk bisa bersama dengan nya karena dia benci kepada Zivanna.


" Iya aku akan membuat Bianca lebih memilih bersama dengan ku, dan lebih nyaman dengan aku dari pada dengan Zivanna."


Sebastian melihat tatapan mata Maudy yang sangat jahat sekali.


" Tidak dengan cara jahat kan,? kamu mengambil hati Bianca harus dengan rasa kasih sayang."


Maudy tersenyum tipis kepada suaminya.


" Ya, dengan kasih sayang. Aku akan menjadi Mama yang baik untuk Bianca, jauh lebih baik dari Zivanna."


Maudy mencoba untuk meyakinkan suaminya.


" Kamu lihat saja yaa, Zivanna setelah menikah dia pasti lebih ingin bersama dengan Samuel. Zivanna pasti tidak mau di ganggu oleh Bianca, Zivanna pasti hanya cinta dengan Samuel saja."


Sebastian pun tidak bisa menjawab perkataan Maudy, karena kenyataannya dia pun merasakan indahnya menjadi pengantin baru yang selalu ingin berduaan dan tidak mau di ganggu.


" Maudy, kamu jangan berpikiran seperti itu. Semoga saja Zivanna tetap baik dengan Bianca, dia tidak berubah sikap nya."


Sebastian kembali ke kursi kerjanya dan Maudy dia terus saja tersenyum manis dengan pikiran negatif nya terhadap Zivanna.

__ADS_1


__ADS_2