
Samuel baru pulang dari kantor nya bersama dengan Sesilia, Sesilia masih saja memikirkan Samuel sebenarnya apa yang terjadi dengan nya.
Sesilia meminta Samuel untuk duduk di ruang tamu sebentar saja.
"Kita duduk dulu yaa, Mama merasakan kamu sedang memikirkan sesuatu. Cerita kepada Mama sekarang juga."
Samuel tidak mungkin memendam nya sendiri dia pun memilih untuk menceritakan semuanya kepada Sesilia.
"Supir kita bilang ada wanita yang menghampiri nya, dan dia bertanya tentang Bianca dengan ciri fisik seperti Maudy."
Suster Zivanna dan Bianca pun keluar dari kamar nya dan melihat Papa dan Omah yang seperti sedang berbicara serius.
"Bianca seperti nya kita tunggu di tempat makan saja yaa, lihat Papa dan Omah sedang berbicara serius sekali yaa."
Bianca pun menganggukkan kepalanya dia mengikuti apa yang di katakan oleh Suster Zivanna.
Mereka berdua memilih untuk menunggu di tempat makan.
Ketika Suster Zivanna dan Bianca sedang menunggu Omah Sesilia dan Papa Sam. Omah Sesilia mulai merasakan kepanikan yang di rasakan oleh Samuel.
"Mama sudah tahu pasti akan seperti ini, Maudy pasti akan mencari Bianca. Mama tau kamu pasti panik dan Mama juga sama panik, tapi Maudy tidak mungkin bisa membawa Bianca begitu saja. Karena dia yang sudah meninggalkan Bianca dari sejak bayi."
Samuel pun mulai memikirkan hal tersebut tapi dia juga berpikir jika Bianca yang tidak mendapatkan kasih sayang dari Mama nya dan apakah Bianca mau pergi bersama dengan Ibu nya.
__ADS_1
"Aku harus bicarakan ini semua dengan Suster Zivanna."
Samuel berdiri dari tempat duduk dia ingin menghampiri Suster Zivanna yang ternyata sedang duduk bersama dengan Bianca.
Sesilia pun segera menyusul dia yang akan menemani Bianca.
"Suster Zivanna bisakah mengobrol sebentar dengan Saya di ruang tamu."
Suster Zivanna seketika dia pun langsung gugup apa yang akan di bicarakan Samuel kepada nya.
"Papa tidak akan memecat Suster Zivanna kan Pap, aku tidak mau kehilangan Suster Zivanna karena dia sudah seperti pengganti Ibu ku."
Mata Bianca sampai berkaca-kaca ketika melihat Papa nya yang mau mengobrol dengan Suster Zivanna dengan wajah yang sangat serius.
Samuel pun tersenyum manis kepada Bianca dan dia memegang tangan Suster Zivanna.
Samuel membawa Suster Zivanna ke ruangan tamu dan mereka pun duduk berdua. Terlihat sangat jelas sekali wajah Suster Zivanna yang sangat gugup dan ketakutan.
"Suster Zivanna jika di saat kamu sedang menunggu Bianca di sekolah dan bertemu dengan wanita yang mengaku sebagai Mama nya Bianca jangan pernah biarkan dia mengobrol dengan Bianca apalagi sampai membawa Bianca pergi jangan kamu biarkan hal tersebut terjadi."
Suster Zivanna pun akhirnya dia di beritahu hal yang sebenarnya terjadi oleh Samuel langsung.
"Bagaimana jika wanita itu langsung berbicara di depan Bianca dan mengatakan jika dia adalah Mama nya Bianca sedangkan yang Bianca tau Mama yang sudah meninggalkan."
__ADS_1
Samuel pun lupa jika dia waktu bersama dengan Bianca dia tidak memberitahu yang sebenarnya terjadi dengan masa lalu Bianca.
"Tugas kamu hanya melindungi Bianca, kamu jangan sampai membiarkan Bianca di ambil oleh Maudy Larissa. Untung menjelaskan kepada itu saya yang bertanggung jawab."
Suster Zivanna pun menganggukkan kepalanya dan mereka berdua kembali ke meja makan bersama dengan Bianca yang sudah menunggu.
Bianca langsung memeluk Suster Zivanna terlihat jelas Bianca yang tidak mau kehilangan Suster Zivanna.
"Kenapa sayang, Suster Zivanna tidak akan pergi. Suster Zivanna akan terus bersama dengan Bianca."
Bianca pun melepaskan pelukan erat nya.
"Suster Zivanna janji yaa, jangan meninggalkan aku. Suster Zivanna harus selalu bersama dengan aku sampai aku dewasa karena aku tidak mau Suster Zivanna pergi."
Suster Zivanna menganggukkan kepalanya walaupun dia tidak tahu apakah dia akan selalu bersama dengan Bianca.
Suster Zivanna yang hanya menunggu sebuah keajaiban jika dirinya bisa menikah dengan Samuel Mahendra maka dia akan selalu bersama dengan Bianca.
"Sekarang kita makan yaa, tadi kita kan sudah main-main di kamar dan lumayan sangat capek sekali.".
Sesilia memperhatikan Suster Zivanna yang begitu sangat tulus sekali menyayangi Bianca tapi dia menatap wajah Samuel yang terlihat biasa-biasa saja kepada Suster Zivanna.
Sesilia hawatir Samuel kembali jatuh cinta dengan Maudy Larissa.
__ADS_1