I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 342


__ADS_3

Samuel di perjalanan menuju ke rumah Zivanna, Sebastian masuk ke dalam rumah dia sambut oleh Maudy.


" Apa yang sudah kalian berdua bicarakan di luar,? Kenapa sangat lama sekali bicaranya."


Maudy begitu sangat penasaran sekali.


" Apakah aku harus selalu jujur kepada mu,? Sedangkan diri mu penuh dengan kebohongan."


Sebastian pergi begitu saja Maudy benar-benar merasa sangat kesal sekali dengan perkataan suaminya.


Maudy mencoba untuk tetap tenang dia mengatur nafas nya dan pergi ke kamar nya juga.


" Sebastian tunggu aku kenapa kamu seperti ini sekarang kepada ku, aku tidak mengerti dengan perubahan sikap mu ini."


Maudy menutup rapat pintu kamar agar tidak ada yang mendengar pertengkaran mereka berdua.


" Perubahan sikap ku,? Mungkin karena sekarang aku sudah mengetahui sikap asli mu."


Maudy memegang tangan Sebastian.


" Sikap asli apa yang kamu maksud Sebastian,? Kamu mengetahui jika aku dulu rela meninggalkan anak dan suami ku demi bisa menikah dengan mu."


Mata Maudy berkaca-kaca ketika mengatakan perkataan itu.


" Begitu sangat besar pengorbanan ku kepada mu Sebastian, tapi kenapa kamu tidak menyadari nya."


Sebastian hanya bisa terdiam saja walaupun dia melihat Maudy yang sampai meneteskan air mata nya.


" Sebastian aku harus bagaimana lagi, sekarang kamu menginginkan anak dari ku akan akan berjuang untuk bisa memberikan keturunan untuk mu."


Sebastian melepaskan genggaman erat tangan Maudy.


" Aku tidur di kamar sebelah, aku merasa sangat lelah sekali dan aku mohon jangan menganggu ku."

__ADS_1


Sebastian pun keluar dari kamar Maudy.


" Bagaimana aku bisa hamil sedangkan dia tidak mau menyentuh ku, ada apa dengan Sebastian."


Maudy merasa sangat binggung sekali dia pun tiba-tiba merasa sangat pusing sekali.


" Kenapa aku sangat pusing sekali yaa, aku juga merasa sangat mual dan ingin muntah."


Maudy berlari ke toilet dia muntah-muntah dan merasa sangat lemas sekali.


" Ada apa dengan ku yaa, kenapa aku tiba-tiba saja pusing dan mual."


Maudy mencoba untuk tetap berjalan dia menekan tombol bell agar pelayan nya datang ke dalam kamar nya.


Sebastian melihat pelayan masuk ke dalam kamar nya.


" Kenapa lagi dengan Maudy, sampai harus memangil para pelayan ke dalam kamar."


Sebastian hanya memperhatikan dari luar saja.


" Astaga Bu Maudy, kenapa dengan ibu."


Pelayan tersebut membantu membaringkan tubuh Maudy.


" Aku sangat pusing sekali, aku juga muntah-muntah tolong aku."


Pelayan tersebut menekan tombol bell kembali agar bisa memberikan sesuatu untuk Maudy.


Sebastian melihat pelayan kembali masuk ke dalam kamar Maudy.


" Sampai dua pelayan yang masuk ke dalam, apa yang sebenarnya terjadi dengan Maudy."


Sebastian tetap tidak mau masuk ke dalam kamar Maudy dia lebih memilih untuk diam di luar.

__ADS_1


Karena Sebastian berpikir jika sebelumnya Maudy yang tidak apa-apa, lalu kenapa sekarang dia tiba-tiba saja memanggil para pelayan.


" Seperti nya Maudy hanya ingin menarik simpatik dari ku saja, sudahlah lebih baik aku tidur saja."


Sebastian masuk ke dalam kamar nya, dia tidak memperdulikan Maudy.


Para pelayan masuk ke dalam kamar Maudy.


" Tolong buatkan teh manis hangat yaa, ibu Maudy dia merasa sangat pusing dan mual. Aku akan di sini untuk menggosokkan minyak angin ke tubuh nya, seperti nya Bu Maudy tidak enak badan nya."


Para pelayan pun keluar dari kamar Maudy, dia akan mengikuti apa yang di katakan oleh teman nya.


" Aku sangat pusing sekali, rasanya seperti melayang."


Maudy terus saja mengeluhkan kondisi dirinya.


" Apakah ibu ingin saya panggilkan Dokter ke rumah,?"


Maudy menggelengkan kepalanya berkali-kali.


" Tidak, ini hanya Sakit biasa aku tidak perlu Dokter."


Teh manis hangat pun datang, Maudy langsung meminumnya. Maudy merasa sangat membaik, dia terus saja memegang kepalanya.


" Jangan pergi yaa kalian berdua, tetap bersama dengan ku di sini."


Para pelayan mengikuti apa yang di katakan oleh Maudy, bahkan mereka sampai memijit tubuh Maudy.


" Saya melihat Bapak Sebastian, dia memperhatikan kita berdua di kamar sebelah."


Maudy merasa sangat kesal sekali karena Sebastian tidak datang ke kamar nya


" Sudahlah biarkan saja, dia benar-benar sudah tidak peduli terhadap istrinya."

__ADS_1


Para pelayan merasa sedang terjadi sesuatu dengan hubungan rumah tangga mereka berdua..


__ADS_2