I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 50.


__ADS_3

Melihat Bianca yang sudah tertidur pulas, membuat Suster Zivanna memilih untuk keluar dari kamar Bianca.


"Lebih baik aku tidur di kamar ku saja."


Suster Zivanna mematikan lampu kamar dan dia pun berjalan menuju ke pintu keluar. Di saat Suster Zivanna hendak membuka pintu dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Samuel ada di hadapannya.


Samuel pun langsung menarik Suster Zivanna agar segera keluar dari kamar Bianca.


Suster Zivanna menundukkan kepalanya dia tidak berani menatap wajah Samuel.


Samuel memegang kedua tangan Suster Zivanna. Dia seperti memohon kepada Suster Zivanna.


"Aku mohon, jaga baik-baik Bianca. Hanya kamu yang bisa membuat Bianca tenang. Bukan aku sebagai Ayah nya apalagi Maudy."


Suster Zivanna pun hanya bisa menganggukkan kepalanya saja dan Samuel pun tersenyum puas ketika melihat Suster Zivanna.


Samuel langsung memeluk erat tubuh mungil Suster Zivanna, dan membuat Suster Zivanna semakin tidak bisa mengendalikan emosi nya.


"Yasudah yaa, istrirahat dengan nyenyak yaa."


Samuel melepaskan pelukan erat nya dan dia berjalan menuju ke kamar nya, sedangkan Suster Zivanna dia masih berdiri tegak di depan pintu kamar Bianca.

__ADS_1



Dia pun akhirnya masuk ke dalam kamar nya, dan menutup rapat pintu kamar tersebut.


"Ahhhhhh, aku di buatnya tidak bisa bernafas lega. Kenapa dia menatapku dengan jarak yang sangat dekat sekali."


Suster Zivanna pun duduk di atas tempat tidur nya dia mengambil guling untuk dia peluk.


"Ini sangat luar biasa sekali, semakin hari aku semakin cinta kepada nya. Dan aku tidak bisa membohongi perasaanku ini."


Suster Zivanna membaringkan tubuh dia pun sampai memejamkan mata nya.


Suster Zivanna pun langsung mematikan lampu kamar nya, dia ingin bisa cepat-cepat beristirahat.


*Keesokan harinya*


Suster Zivanna bangun sangat pagi sekali dia tidak mau terlambat dan dia pun segera keluar dari kamar untuk melihat Bianca.


Suster Zivanna membuka pintu kamar dia melihat Bianca yang sudah siap dengan tas ransel di pundak nya.


Wajah tidak cerah dia masih sangat sedih sekali.

__ADS_1


"Ayo sayang kita berangkat ke sekolah."


Suster Zivanna memegang tangan Bianca dan mereka berdua pun berjalan menuju ke tempat makan.


Samuel dan Sesilia mereka berdua melihat Bianca yang masih saja cemberut.


"Aku ingin langsung ke mobil saja, aku tidak mau makan."


Suster Zivanna pun mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca dan membuat Samuel dan Sesilia tidak bisa berbicara apa-apa lagi.


"Kasihan sekali Bianca, dia begitu sangat sedih sekali. Dia pasti masih tidak terima dengan apa yang sudah terjadi dengan nya."


Samuel pun mulai memikirkan perkembangan Bianca di sekolah nya. Dia takut akan berpengaruh terhadap perkembangan nya di sekolah.


"Semoga saja Suster Zivanna bisa mengatasi nya, karena aku menyerahkan sepenuhnya kepada Suster Zivanna."


Samuel mencoba untuk tetap tenang, dia merasa sangat percaya sekali dengan Suster Zivanna.


"Suster Zivanna hanya dua tahun bersama dengan Bianca, bagaimana ini apakah itu tidak akan membuat Bianca sedih. Ya walaupun waktu dua tahun masih lama tapi Mama sudah memikirkan nya dari sekarang."


Samuel seketika dia langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Mama nya.

__ADS_1


__ADS_2