
Lollyta memberanikan diri untuk bertemu dengan Zivanna, dia merasa sangat menyesal dan bersalah terlalu berlebih-lebihan dengan Irene.
Karena kabar Irene yang di sebut perempuan perebut suami orang membuat karir Irene seketika langsung berakhir.
Lollyta tidak bertanya dengan suaminya karena Dokter Richard yang masih kesal dengan sikap istrinya.
" Zivanna melahirkan di klinik sederhana, sedangkan Irene kamu berikan pasilitas yang mewah di Rumah Sakit."
Dokter Richard langsung pergi begitu saja dia tidak menghabiskan makan siang nya.
Lollyta yang memang merasa bersalah dia hanya bisa terdiam saja.
" Aku tidak nafsu untuk makan, lebih baik aku langsung pergi ke rumah Samuel saja."
Lollyta masuk ke dalam mobil nya, dia berharap Zivanna bisa menerima kehadiran nya.
Di saat Lollyta sedang perjalanan menuju ke rumah Samuel, Zivanna baru sampai di rumah.
Sesilia begitu sangat bahagia sekali ketika dia mendapat cucu perempuan kembali.
" Wahhh, cucu omah yang cantik."
Sesilia mengendong bayi Zivilia, Bianca yang sedang bersiap untuk pergi ke sekolah pun dia langsung keluar dari kamar nya.
" Baby Zivilia sudah pulang Suster Vina."
Bianca begitu sangat senang sekali dia pun langsung menghampiri Baby Zivilia.
Zivanna memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dia ingin membiarkan Bianca bisa bebas untuk melihat Baby Zivilia.
Samuel dengan sangat hati-hati dia membawa Zivanna masuk ke dalam kamar nya.
__ADS_1
" Kamu istirahat yaa, apakah aku harus menyiapkan kembali suster untuk mu?."
Zivanna menggelengkan kepalanya.
" Tidak usah, aku lahiran normal jadi tidak perlu bantuan Suster."
Samuel mencium kening Zivanna.
" Zivanna, jika ibu datang kamu harus menerima kehadiran dengan baik yaa. Kasihan ibu karena ini juga bukan keinginan ibu, sekarang Irene sudah tidak akan lagi bekerja sama dengan Beauty Skincare."
Zivanna tersenyum tipis kepada suaminya.
" Oh iya semalam Sebastian menelephone ku, ternyata di saat Maudy dan Irene bertengkar Maudy langsung kontraksi dan sekarang Maudy sudah melahirkan anak laki-laki nya."
Zivanna melihat ekspresi wajah suaminya yang sedih.
" Aku merasa binggung bagaimana menyampaikan kepada Bianca, dia pasti bahagia Mama nya memberikan adik lelaki untuk nya. Tapi ternyata Maudy mengalami despresi kembali, karena Sebastian yang sudah memberitahu Maudy jika anak nya itu belum tentu anak nya."
" Bianca pasti sangat sedih sekali mendengar Mama yang seperti ini, lalu sekarang bagaimana dengan bayi itu. Lebih baik berikan saja kepada Felix, jika bayi itu memang anak nya agar Felix mau bertanggung jawab."
Zivanna merasakan apa yang di pikiran oleh Samuel, dia tidak mau Bianca merasa sedih kembar.
" Sekarang lebih baik kamu menanyakan di mana sekarang bayi lelaki itu, jika di rumah Sebastian pergilah kamu ke sana bersama dengan Bianca. Dan jangan bilang Mama nya despresi lembut, bilang saja Mama yang masih di rawat di Rumah Sakit."
Zivanna memegang tangan Samuel sambil tersenyum.
" Aku tahu perasaan mu seperti apa sekarang, kamu bicarakan baik-baik dengan Bianca yaa. Ingat anak laki-laki itu tetap adik lelaki Bianca, walaupun mungkin bukan Sebastian Papa biologis nya."
Samuel mengeluarkan handphone nya dia mencoba untuk menghubungi nomer handphone Sebastian.
Sebastian yang sedang berada di Rumah Sakit Permata dia lagi menjawab panggilan telephone dari Samuel.
__ADS_1
* Hallo Samuel ada apa*
* Sebastian, aku ingin bertemu dengan bayi itu. Bianca tidak ingin melihat adik lelaki nya, karena dia harus mengetahui nya*
* Bayi itu ada di rumah ku, itu bukan anak ku secara diam-diam aku sudah melakukan test DNA*
* Sebastian lebih baik kamu berikan bayi itu kepada Felix, dia harus tanggung jawab atas semua yang sudah dia lakukan*
* Iya, aku pun berniat untuk memberikan bayi itu kepada Felix. Jika perlu Felix harus menikah dengan Maudy, karena Felix yang sudah tidur dengan Maudy*
* Aku akan selalu mendukung mu Sebastian, sekarang aku Bianca akan datang ke rumah mu*
* Iya silahkan saja Samuel, oh iya aku ingin mengucapkan selamat atas kelahiran putri cantik mu yaa*
* Iya terimakasih Sebastian, aku doakan semoga kamu juga bisa segera mendapatkan kebahagiaan bersama dengan wanita yang tepat*
* Terimakasih banyak Samuel, yasudah ya Samuel aku fokus pada pengobatan Maudy dulu*
* Baiklah Sebastian*
Samuel mengakhiri panggilan telephone nya, dan dia bersiap-siap untuk pergi ke rumah Sebastian.
" Sekarang Bianca tidak akan masuk sekolah, jadi Suster Vina bisa bersama dengan mu yaa."
Samuel kembali mencium kening Zivanna.
" Kamu hati-hati ya sayang."
Zivanna melambaikan tangan nya di saat Samuel keluar dari kamar nya.
Zivanna tidak habis pikir dengan drama yang selalu di buat oleh Maudy yang tidak ada habisnya.
__ADS_1