I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #273#


__ADS_3

Samuel mengajak Bianca untuk keluar dari kamar nya karena sudah waktunya makan malam.


Bianca merasa sangat senang sekali dia pun meminta Papa nya untuk mengendong nya.


Bianca tersenyum manis dan Sedikit merasa sangat senang sekali ketika melihat Bianca yang kembali ceria seperti hari-hari sebelumnya.


" Samuel kenapa Zivanna belum pulang yaa, apakah dia memang sangat sibuk sekali yaa di Rumah Sakit nya."


Samuel melihat jam di handphone yang sudah menunjukkan jam 7 malam.


" Aku pun sampai lupa menanyakan kabar kepada Zivanna, aku yang terlalu sibuk memikirkan Bianca."


Samuel mencoba untuk menghubungi nomer handphone Zivanna tapi Zivanna mengabaikan nya.


Karena Zivanna yang sedang mengendarai mobil nya.


" Nomber handphone nya aktif tapi dia yang menjawab nya, aku merasa sangat hawatir sekali karena Zivanna yang mengunakan taksi."


Suster Vina melihat wajah Bianca yang kelihatan sangat cuek ketika mengetahui Zivanna yang belum pulang.


" Yasudah Samuel sekarang kamu habiskan makanan mu, jika Zivanna tidak juga pulang lebih baik kamu susul saja Zivanna ke Rumah Sakit."


Samuel menganggukkan kepalanya tapi ternyata Zivanna akhirnya datang juga.


" Selamat malam semuanya."


Zivanna mengucapkan salam dan dia pun memilih untuk duduk di samping Sesilia karena dia menghindari rasa cemburunya Bianca.


" Sayang, kamu menghawatirkan aku. Maafkan aku yang tidak menanyakan kabar mu hari ini, karena aku yang sangat sibuk sekali di kantor."


Samuel tidak mau mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di rumah nya.

__ADS_1


" Iya tidak apa-apa aku mengerti kok, yang penting kondisi ku yang baik-baik saja."


Sesilia mengambilkan nasi dan lauk pauk nya.


" Makan yang banyak yaa Zivanna, kamu tidak usah diet yaa karena Samuel akan tetap sayang kamu walaupun badan mu gendut."


Zivanna tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Sesilia.


" Terimakasih Mama."


Zivanna menikmati makan malam nya dan dia melirikan mata nya kepada Bianca.


Bianca langsung menundukkan wajahnya ketika dia mengetahui Zivanna yang sedang memperhatikan nya.


" Sayang, apakah lebih baik kamu pindah saja jangan di Rumah Sakit Harapan itu terlalu jauh untuk mu. Lebih baik kamu kembali saja ke Rumah Sakit Permata, aku merasa sangat hawatir sekali."


Zivanna menghentikan makannya dia menceritakan semuanya kepada Samuel.


Bianca seketika langsung terkejut ketika mendengar perkataan Zivanna, karena Biang mengetahui jika Mama nya adalah brand ambassador produk kecantikan tersebut.


" Jadi Mommy Zivanna mengambil pekerjaan Mama aku, sehingga sekarang Mama aku tidak mempunyai pekerjaan."


Ucapan Bianca begitu sangat lantang sehubungan membuat Zivanna merasa sedikit emosi.


" Tidak Bianca, Mommy tidak mengambil pekerjaan Mama mu. Tapi Mama mu yang mengundurkan diri menjadi brand ambassador, dia tidak mau memperpanjang kontrak jangan sampai kamu salah paham yaa Bianca."


Suster Vina memegang tangan Zivanna dia mencoba untuk menenangkan perasaan Zivanna.


Samuel dan Sesilia pun hanya bisa terdiam saja karena jika mereka berdua membela Zivanna maka Bianca akan marah dan memilih untuk pergi bersama dengan Maudy.


Zivanna yang tidak mau sampai meluapkan emosi nya di meja makan dia pun memilih untuk pergi dari tempat makan.

__ADS_1


" Maafkan aku seperti nya aku sudah sangat kenyang sekali yaa, Vina malam ini aku tidur bersama dengan kamu."


Zivanna pun langsung pergi bersama dengan Suster Vina.


Suster Vina terus saja memegang tangan Zivanna.


Dan Samuel pun langsung hilang selera makan nya.


Karena tidak mau sampai Papa dan Omah nya marah kepada nya.


Bianca langsung memeluk erat tubuh Papa nya.


" Papa jangan marah yaa Papa, lebih baik sekarang kita tidur saja Papa."


Samuel pun mencoba untuk bisa tetep tersenyum manis kepada Bianca.


" Tidak sayang, Papa tidak akan pernah marah dengan Bianca karena Papa sayang Bianca."


Samuel mencium kening Bianca dan membuat Bianca merasa sangat senang sekali.


Sesilia merasa sangat kasihan sekali melihat Zivanna.


" Bianca ingat yaa Ibu Lollyta itu pemilik perusahaan Skincare, dan mungkin saja perusahaan itu akan di berikan kepada Mommy Zivanna. Mama mu itu hanya sebagai pekerja saja, bukan pemilik perusahaan itu semoga kamu bisa paham terhadap perkataan Omah yaa."


Sesilia memilih untuk pergi dari tempat makan.


Samuel pun mengajak Bianca untuk segera tidur bersama dengan nya.


" Yeee, aku tidur bersama dengan Papa malam ini dan aku merasa sangat senang sekali."


Samuel hanya bisa terdiam saja dia tidak mau membuat Bianca merasa sedih kembali.

__ADS_1


__ADS_2