I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 364


__ADS_3

Lollyta sampai di rumah nya, dia langsung di tegur oleh suaminya.


" Bisakah kamu bersikap biasa saja dengan Irene, ingat dia hanya orang lain dan kamu memiliki Zivanna yang sedang hamil."


Dokter Richard merasa tidak suka dengan Irene yang seperti memanfaatkan pekerjaan nya agar semua orang mendengar kehidupan nya.


" Aku bersikap biasa saja dengan Irene, aku hanya kasian melihat kehidupan nya saja."


Lollyta mencoba untuk tidak membuat suaminya salah paham.


" Dia mempunyai orang tua yang kaya raya, seharusnya dia datang ke orang tuanya. Jika benar anak itu hasil hubungan dengan Felix bicarakan secara baik-baik, jika memang ingin hidup sendiri tidak usah menceritakan kehidupan di depan media sosial."


Dokter Richard kelihatan sangat marah sekali.


" Kamu juga seorang yang ibu, seharusnya kamu merasa bagaimana perasaan orang tua Irene apalagi Irene. Seharusnya Irene berpikir kenapa orang tua nya sampai mengusir nya dari rumah, karena Irene menjatuhkan harga diri orang tua nya dengan perbuatan bodoh nya itu."


Dokter merasa masuk ke dalam kamar, Lollyta pun seketika dia langsung terdiam.


" Apakah aku salah dengan sikap ku kepada Irene, aku akan mencoba untuk membicarakan ini semua secara perlahan dengan Irene."


Lollyta lebih memilih diam di luar karena dia mengetahui suaminya yang sedang marah besar kepada nya.


Lollyta berpikir suaminya seperti itu karena dia merasa kecewa terhadap Felix yang sudah mempunyai anak.


* Keesokan harinya nya *


Hari adalah hari ulang tahun Bianca, seperti nya hanya Zivanna saja yang mengingat hari tersebut.


Dia melihat suaminya tidak membahas tentang hari kelahiran putri nya tersebut.


" Mas, aku seperti tidak akan pergi ke kantor. Aku merasa pekerjaan ku sudah di bereskan oleh Irene, karena kondisi perut ku yang semakin besar aku sudah tidak mungkin bisa photo."


Samuel mengelus perut besar istrinya.


" Yasudah tidak apa kan, karena kamu aku menjadi seorang ibu juga."


Melihat postingan ibu nya di media sosial, Zivanna langsung berpikir jika brand ambassador produk skincare ibu nya akan di gantikan oleh Irene.


Karena kisah kehidupan nya membuat banyak yang simpatik dengan Irene.


Samuel melihat wajah Zivanna yang seperti sedih.


" Zivanna kamu kenapa,? Wajah mu yang tiba-tiba saja langsung sedih. Sudahlah, biarkan saja Irene mengantikan posisi mu yaa kamu tidak usah sedih seperti ini."


Zivanna pun langsung menghapus air mata nya.


" Kenapa aku jadi sedih yaa, padahal sehingga aku senang. Setelah Irene menjadi model iklan dan majalah produk skincare Ibu, produk ibu menjadi banyak peminat nya."


Zivanna memilih untuk keluar dia tidak mau lagi membahas tentang pekerjaan nya, Zivanna melihat Bianca yang baru saja keluar dari kamar nya.


Zivanna memperlambat jalannya agar Bianca sampai terlebih dahulu, Zivanna melihat wajah Bianca yang kelihatan sangat sedih sekali.


" Seperti nya Zivanna mengharapkan kejutan ulang tahun dari Papa nya, tapi sepertinya Papa nya lupa dengan hari kelahiran putri nya."


Zivanna menunggu suaminya mereka berdua jalan bersama menuju ke meja makan.


" Selamat pagi cucu kesayangan Omah, cantik sekali hari ini kamu sayang."

__ADS_1


Bianca hanya tersenyum tipis ketika dia puji oleh Omah nya.


Bianca memperhatikan Papa dan Mommy nya, Bianca merasa Papa nya lupa dengan hari ulang tahun nya karena terlalu sibuk dengan bayi yang ada di kandungan Mommy nya.


Tidak ada pembahasan tentang ulang tahun nya, Bianca merasa kesal dan dia pun memilih untuk pergi ke sekolah lebih awal.


" Suster Vina, aku ingin berangkat sekolah sekarang. Aku ingin menephone Mama, karena hanya Mama yang mengerti aku."


Zivanna mengerti apa yang di maksud dengan Bianca, dia memperhatikan wajah suaminya.


" Kenapa lagi dengan Bianca, apa yang harus di mengerti lagi."


Samuel merasa binggung dengan perkataan Bianca.


" Sudahlah Samuel jangan di pikirkan yaa, sekarang bebas kan saja Bianca biarkan dia mau berkata apapun. Karena sekarang yang ada di pikiran Bianca hanya ada Mama nya, sebaik apapun sikap kita terhadap Bianca tetap saja Mama yang terbaik."


Samuel memegang tangan Zivanna.


" Mam, seperti ini adalah hari terakhir ku untuk bekerja di kantor Mama. Usia kandungan ku yang sudah mulai membesar, aku merasa lebih memilih untuk diam di rumah sambil menunggu persalinan nanti."


Sesilia merasa lebih suka Zivanna diam di rumah dari pada berkerja.


" Mama sangat setuju sekali sayang, kamu jangan terlalu sibuk bekerja yaa. Karena Mama yakin Samuel akan mampu, untuk menanggung semuanya."


Zivanna tidak menghabiskan makanan nya.


" Aku pergi sekarang yaa, sampai lebih pagi itu lebih baik."


Zivanna bersalaman dengan suami dan Mama mertua nya.


" Hati-hati ya Zivanna."


" Sepertinya ibu akan sangat bahagia jika aku mengundurkan diri dari kantor, dia akan fokus pada Irene saja."


Zivanna masuk ke dalam mobil dia mencoba untuk fokus pada kendaraan nya, Zivanna mencoba untuk tetap tegar dia tidak boleh kelihatan sedih.


Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, Zivanna di kejutkan dengan poster dirinya yang sudah tidak ada lagi.


Photo - photo Zivanna yang di gantikan oleh Irene.


" Sangat membuat aku terkejut sekali, beruntunglah hari ini aku akan mengundurkan diri."


Zivanna turun dari mobil nya dia berjalan cepat menuju ke ruangan nya, Zivanna menutup rapat pintu ruangan nya.


Dia akan membuat surat mengundurkan diri.


Di saat Zivanna sedang mengetik dia mendengar perkataan salah satu karyawan nya, di depan pintu ruangan kerja nya.


Seperti nya karyawan tersebut tidak tahu jika Zivanna sudah sampai di kantor.


" Ibu Lollyta benar-benar yaa sangat pintar sekali mencari pengantin Nona Zivanna, seperti dulu Nona Zivanna menjadi pengganti Ibu Maudy. Sekarang nona Irene dia sangat cantik sekali melebihi putri nya sendiri, aku yakin brand ambassador pun akan di gantikan oleh Nona Irene."


Pembicaraan tersebut terdengar jelas oleh Zivanna, tapi Zivanna mencoba untuk tetap sabar sampai hasil ketikan nya selesai.


Zivanna seperti mendengar lebih banyak lagi karyawan nya yang membicarakan tentang nya, membandingkan kecantikan nya dengan Irene.


" Lama-lama aku merasa panas juga yaa, jika di diamkan aku bisa kebakaran."

__ADS_1


Dengan penuh emosional, Zivanna membuka pintu ruangan nya dan para karyawan pun seketika langsung terkejut ketika melihat Zivanna.


" Hari ini aku akan mengundurkan diri dari kantor ini, aku sedang hingga jadi wajar jika bentuk tubuh mu tidak seperti Irene."


Para karyawan pun seketika langsung menundukkan kepalanya.


" Bukan kah kalian ini juga seorang wanita,? kenapa harus membandingkan fisik ibu hamil yang gendut menjadi bahan pembicaraan."


Lollyta menghampiri Zivanna yang sedang berbicara dengan ke lima karyawan nya.


" Zivanna, ada apa ini pagi-pagi kamu sudah berbicara dengan para karyawan."


Zivanna memberikan surat pengunduran diri nya.


" Mulai sekarang aku sudah tidak bekerja di kantor ibu, aku mengundurkan diri."


Lollyta begitu sangat terkejut sekali ketika melihat surat pengunduran diri.


" Dan setelah aku melahirkan pun, aku tidak akan kembali lagi ke kantor ini."


Zivanna memandangi wajah karyawan nya dengan wajah yang sinis.


" Dan untuk kalian berlima, jangan pernah lagi membicarakan atau membandingkan fisik ibu hamil."


Zivanna dengan wajah yang kesal dia pun langsung pergi dari kantor ibunya.


" Beruntung sekali hari ini aku pergi, karena photo ku pun sudah tidak ada lagi di sini."


Suara Zivanna sangat keras sekali sehingga membuat banyak yang mendengar nya.


Ketika Zivanna keluar dari kantor nya, dia melihat Irene yang baru saja sampai.


Zivanna melihat mobil yang di pakai oleh Irene adalah satu satu mobil mewah milik ibunya.


Zivanna hanya bisa tersenyum tipis dia segera masuk ke dalam mobil nya.


Irene melihat Zivanna yang masuk ke dalam mobil nya.


" Zivanna dia pergi dari kantor, apakah dia pergi untuk selamanya. Karena kenyataan aku lebih bisa membuat produk skincare milik ibu nya lebih terkenal daripada dirinya, maafkan aku Zivanna."


Irene masuk ke dalam kantor dia melihat Lollyta yang sedang membaca kertas putih di tangan nya.


Irene dengan cepat dia berlari menghampiri Lollyta.


" Ibu Lollyta ada apa ini yaa, tadi aku melihat Zivanna keluar dari kantor dan langsung pergi begitu saja."


Lollyta memberikan surat pengunduran diri milik Zivanna, Irene pun langsung membaca nya di dalam hati Irene dia tersenyum bahagia.


Tapi di luar dia memperlihatkan wajah sedihnya.


" Kenapa harus mengundurkan diri, jika Zivanna mengundurkan diri lalu siapa yang akan menjadi brand ambassador Beauty Skincare ini."


Lollyta memilih masuk ke dalam ruangan nya, sedangkan Irene tersenyum manis sambal memegang kertas putih tersebut.


Para karyawan memperhatikan wajah Irene yang seperti sangat senang sekali melihat Zivanna pergi.


Irene akan menguasai semuanya, dia akan selalu berjuang keras agar bisa membuat produk skincare milik Lollyta laku keras.

__ADS_1


Irene mengetahui jika Lollyta yang sangat baik, dia ingin memanfaatkan kebaikan Lollyta.


__ADS_2