
Samuel hanya fokus pada Bianca yang menangis ketakutan dia sampai tidak mau membuka pintu kamar nya.
Samuel begitu sangat panik sekali dia terus saja mengetuk pintu kamar agar Bianca mau membukakan pintu.
" Bianca sayang buka pintu nya yaa, Papa ingin bicara seperti kamu sayang."
Suster Vina menghampiri Samuel dia ingin memberitahukan kepada Samuel apa yang sebenarnya terjadi dengan Bianca.
" Pak Samuel tadi Felix datang dan dia bilang jika Zivanna itu akan menikah dengan nya, bukan dengan Bapak Samuel."
Samuel begitu sangat emosional sekali tapi dia mencoba untuk menahan nya karena dia ingin memeluk Bianca.
" Aku tidak akan diam, aku pasti akan memberikan pelajaran terhadap Felix tapi tidak untuk sekarang karena aku yang ingin fokus dengan Bianca."
Samuel terus saja mengetuk sehingga membuat Bianca mau membukakan pintu kamar nya.
Samuel langsung memeluk erat Bianca yang terus menerus menangis.
" Kenapa Om itu jahat sekali Papa, dia mau merebut Mommy Zivanna dari Papa."
Samuel menghapus air mata Bianca dia pun tersenyum manis kepada Bianca.
" Tidak sayang, Mommy Zivanna tetap akan bersama dengan kita dia tidak akan pernah meninggalkan kita."
Samuel mencoba untuk menenangkan pikiran Bianca.
" Om Felix, dia orang jahat sayang. Kamu jangan pernah mau mendengarkan perkataan nya yaa, dia sangat jahat sekali."
Bianca menganggukkan kepalanya sambil menghapus air mata nya.
" Papa harus janji sama aku yaa, Papa dan Mommy Zivanna pasti akan menikah. Aku tidak mau Papa kembali dengan Mama Maudy, dia sangat jahat sekali Papa."
Samuel menganggukkan kepalanya sambil mengendong Bianca masuk ke kamar nya.
" Sekarang Bianca ganti baju yaa sayang, mandi juga yaa di temani Suster Vina setelah itu kita makan yaa sayang."
Suster Vina mendekati Bianca dan Samuel keluar dari kamar Bianca, Samuel benar-benar merasa dendam kepada Felix.
" Aku akan membalaskan dendam ku kepada Felix, dia harus menanggung apa yang sudah dia lakukan terhadap Bianca."
Samuel sampai melupakan Zivanna dia yang terlalu fokus pada Bianca.
Samuel Menganti baju nya dan segera pergi ke meja makan untuk menunggu Bianca.
__ADS_1
" Samuel, walaupun kamu sangat benci dengan Felix tapi juga sampai kamu berurusan dengan hukum. Ingat kamu mempunyai Bianca, di mata Bianca hanya ada kamu."
Samuel benar-benar tidak bisa lagi menahan rasa marah nya dengan Felix.
" Apa yang sudah di lakukan Felix itu sangat keterlaluan sekali Mam, dia membuat mental Bianca menjadi terganggu. Bianca menangis histeris mengurung diri di dalam kamar cukup lama, dan beruntung nya Bianca mau membukakan pintu kamar nya."
Samuel sampai menyimpan kunci kamar Bianca, dia tidak mau lamar Bianca di kunci.
Bianca yang baru selesai mandi dia pun langsung menghampiri Samuel.
" Aku ingin duduk dekat Papa, aku juga ingin di suapi oleh Papa."
Suster Vina pun pergi ketika mendengar perkataan Bianca yang ingin bersama dengan Papa nya.
" Iya sayang, ayo makan sama Papa yaa. Makan yang banyak yaa sayang."
Bianca begitu sangat lahap sekali karena dari pulang sekolah dia yang tidak makan.
" Papa harus tidur bersama aku yaa, aku nggak mau tidur sendiri. Aku takut om itu datang lagi ke rumah kita, itu sangat menakutkan sekali Papa."
Samuel merasa sangat sedih sekali ketika dia melihat Bianca yang menjadi penakut seperti ini.
" Bianca sayang, om Felix tidak akan pernah menggangu kamu yaa. Bianca dalam keadaan aman yaa sayang, sudah jangan banyak berpikir negatif terhadap Om Felix yaa."
Di saat Samuel yang ingin fokus dengan Bianca melupakan Zivanna.
Zivanna yang baru saja beres dari salon dia mengirimkan pesan kepada Felix.
* Aku tidak mau menunggu di kamar hotel, aku ingin mengobrol dulu saja di cafe dekat hotel*
Zivanna menghindari sesuatu terjadi dengan nya, karena Samuel yang tidak akan pernah datang untuk menemani nya.
" Aku benar-benar di lupakan, ini sangat menyakitkan hati ku."
Zivanna masuk ke dalam mobil ternyata baterai handphone nya yang sudah mau habis.
" Seperti nya baterei yang akan habis, baiklah aku tidak bisa menggunakan handphone ku dulu yang penting aku sudah bisa bertemu dengan Felix."
Ketika Zivanna yang sedang di perjalanan Felix membaca pesan dari Vanna.
" Dia ingin mengobrol dulu yaa, ini benar-benar wanita yang sangat spesial sekali aku tidak sabar ingin bertemu dengan nya."
Felix pun langsung menuju ke cafe dekat hotel dia yang menunggu Vanna karena Felix yang merasa sangat penasaran sekali dengan Vanna.
__ADS_1
* Aku sudah di Cafe yaa, kamu langsung hampiri saja aku yaa. Karena aku yang tidak tahu wajah mu, aku tunggu kedatangan mu*
Felix merasa percaya jika pilihan asisten pribadi nya tidak pernah gagal.
Felix yang menyukai wanita cantik berkulit putih.
Zivanna pun akhirnya sampai dan dia membaca pesan dari Felix.
" Wah, ternyata aku yang menjadi kejutan untuk Felix."
Zivanna pun turun dari mobil dan handphone dia simpan di mobil karena baterai nya yang sudah lemah.
Zivanna pun berjalan mencari Felix, tapi ternyata mereka berdua saling bertatapan wajah.
Zivanna tersenyum manis kepada Felix, sedangkan Felix merasa sangat panik sekali ketika dia melihat Zivanna berada di Cafe yang sama dengan nya.
" Astaga kenapa aku harus bertemu dengan Zivanna di sini bagaimana jika Zivanna mengetahui aku yang sedang janjian dengan wanita lain."
Zivanna dengan cepat dia langsung menghampiri Felix, Zivanna berdiri di depan Felix dan membuat Felix sampai menghelakan nafas panjang nya.
" Kamu kenapa Felix, tidak seperti biasanya. Kamu seperti tidak suka melihat kehadiran ku di sini yaa, sampai kamu tidak mempersilahkan aku untuk duduk."
Felix berdiri dia menggeser kan kursi untuk Zivanna.
" Silahkan duduk Zivanna."
Wajah Felix kelihatan sangat pucat sekali, dan Zivanna pun mulai menggoda Felix.
" Apakah kamu sedang menunggu seseorang,? kenapa aku bisa bertemu dengan kamu yaa di Cafe ini."
Mata Felix tidak fokus pada Zivanna dia terus saja melirikan ke setiap wanita yang baru datang.
Zivanna melihat Felix sudah sangat ketakutan sekali dan mungkin saja dia sudah sampai berkeringat dingin karena melihat kedatangan nya.
" Felix, aku ada di hadapan mu loh. Kenapa mata mu fokus ke pintu masuk, seperti nya kamu memang sedang menunggu seseorang."
Felix menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Tidak Zivanna, aku tidak sedang menunggu kedatangan seseorang."
Zivanna mengeluarkan handphone nya, dia pun langsung memanggil nomber handphone Felix.
Felix mengambil handphone dia melihat panggilan telephone masuk dari Vanna.
__ADS_1
Felix mengabaikan panggilan telephone tersebut dan membuat Zivanna tersenyum tipis.