
Maudy yang merasa rumah tangga nya bermasalah dia malah semakin membenci Zivanna.
Maudy masuk ke dalam mobil nya dan dia mengendarai mobil nya untuk menyusul suaminya.
" Aku harus dengan cepat menyusul nya, jangan sampai dia tidak pulang ke rumah."
Sebastian yang menyadari jika Maudy mengikuti nya dia hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Maudy, apa yang dia lakukan sih. Mengendarai mobil dengan kecepatan yang tinggi seperti itu, sangat berbahaya sekali."
Sebastian mencoba untuk mengalah, dan dia memberhentikan mobilnya secara tiba-tiba membuat Maudy pun mengikutinya.
Sebastian ingin menegur Maudy yang sudah melakukan hal yang membahayakan diri nya sendiri.
Melihat Maudy yang sudah memberhentikan mobilnya, Sebastian pun langsung mengetuk kaca mobil Maudy agar Maudy bisa langsung keluar dari mobil nya.
Maudy pun hanya membuka kaca jendela mobil nya dengan ekspresi wajah yang sangat kesal sekali.
" Kamu mau mengakhiri kehidupan mu,? dengan apa yang sudah kamu lakukan itu akan membahayakan nyawa mu."
Sebastian benar-benar merasa emosional sekali dengan Maudy.
" Aku mengikuti mu, aku takut kamu sampai tidak pulang ke rumah dan pergi ke hotel bersama dengan wanita lain yaitu sekretaris mu sendiri."
Sebastian tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Maudy yang mencurigai nya.
" Bisakah kamu tidak berpikir seperti sinetron yang ada di televisi,? Maudy kamu seperti ini karena kamu yang selalu berpikir negatif terhadap Zivanna sehingga setiap kamu melihat wanita cantik pikiran ku akan berkata jika wanita itu jahat menggoda suami orang."
Sebastian menyuruh Maudy untuk keluar dari mobil nya, dia memaksa Maudy dan akhirat Maudy pun mau.
" Pergilah ke no ku, biarkan mobil ini di bawa oleh supir pribadi kita."
Akhirnya Maudy bisa bernafas lega dia bisa pulang bersama dengan suaminya, tanpa harus mempunyai pemikiran jika suaminya itu pergi bersama dengan wanita lain.
Maudy dengan cepat dia masuk ke dalam mobil nya, dan dia melihat suaminya yang sedang menghubungi supir pribadi untuk membawa mobil Maudy.
Setelah selesai Sebastian pun kembali kepada Maudy dia masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.
Di perjalanan menuju ke rumah nya, Maudy langsung berpikir seperti mereka berdua harus makan malam bersama.
" Bagaimana jika kita makan malam bersama,? kita harus mempunyai waktu bersama."
__ADS_1
Karena tidak mau membuat Maudy marah kembali, Sebastian pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Maudy.
" Baiklah."
Maudy merasa sangat senang sekali dan dia pun baru menyadari jika suaminya itu sangat berharga sekali, Maudy yang tidak mau kehilangan suaminya di saat dia belum bisa mendapatkan Samuel seutuhnya.
Maudy tetap pada rencana nya, dia yang tidak mau kehilangan Sebastian tapi dia juga yang menginginkan Samuel dan Bianca.
Sebastian memilih Restoran yang dekat saja mereka berdua pun langsung masuk ke dalam Restoran tersebut.
Maudy langsung memesan makanan sedangkan Sebastian dia yg hanya terdiam menunggu Maudy.
Ketika Maut sibuk memesan makanan, Sebastian seperti melihat Dokter Richard yang sedang duduk sambil memainkan handphone nya.
Sebastian tidak memberitahu Maudy karena itu hanya akan membuat ramai saja, Sebastian memilih untuk terus saja memperhatikan Dokter Richard apakah dia seperti apa yang di katakan oleh istrinya mempunyai hubungan dengan Zivanna.
Jika hal tersebut memang terjadi Zivanna akan datang untuk menghampiri Dokter Richard.
" Aku sudah memesan makanan dan minuman, semuanya kesukaan kamu dan aku."
Sebastian hanya tersenyum tipis saja dan membuat Maudy merasa jika Sebastian yang masih menyimpan rasa marah kepada nya.
" Aku ingin meminta maaf atas apa yang sudah aku pikirkan sebelumnya, aku yang hanya tidak mau kehilangan mu saja. Aku tidak mau kamu sampai meninggalkan aku demi wanita lain, aku tidak mau hal tersebut."
" Sudah jangan banyak drama, ayo cepat makan."
Sebastian yang merasa sangat lapar sekali dia pun dengan sangat lahap menikmati makanan yang ada di hadapannya.
Maudy pun terdiam dia juga lebih fokus dengan makanan yang ada di hadapannya, melihat Maudy yang fokus pada makanan dan itu menjadikan kesempatan Sebastian untuk memperhatikan kembali Dokter Richard.
Sebastian melihat Dokter Richard yang masih sendiri seperti sedang menunggu kedatangan seseorang, dan Sebastian pun kembali ke hadapan makanan nya.
Sebastian berharap mereka berdua bisa meninggalkan Restoran tersebut secepatnya sebelum Maudy melihat keberadaan Dokter Richard.
" Percepat makan mu, aku ingin secepatnya sampai di rumah. Aku ingin beristirahat karena aku merasa sangat capek sekali, dan berhenti berbicara yang aneh-aneh ketika kita berdua sedang berada di mobil."
Jika sebelum nya Sebastian yang sangat lembut dan mengikuti keinginan Maudy, sekarang Maudy merasakan jika suaminya nya yang berbeda tidak seperti dulu lagi.
" Baiklah."
Maudy lebih memilih untuk tidak menyelesaikan makanan nya, dan dia memilih untuk pulang.
__ADS_1
Ketika mereka berdua hendak pergi datanglah lelaki muda tampan dan Maudy pun sempat memperhatikan lelaki tampan tersebut yang ternyata berjalan menuju ke tempat Dokter Richard duduk.
" Lelaki muda tampan itu ternyata menghampiri Dokter Richard, sejak kapan Dokter Richard berada di Restoran yang sama dengan kita.'
Sebastian pun langsung memangil pelayan dan memberikan uang, dia pun pergi meninggalkan Maudy karena dia malas mendengar perkataan Maudy yang pasti berkata-kata yang aneh-aneh.
Melihat suami pergi begitu saja, Maudy pun langsung berlari mengejar suaminya.
" Mas, kenapa kamu meninggalkan aku sih."
Maudy merasa sangat kecapean sekali dia berlari mengejar suaminya.
" Cepat masuk ke dalam mobil, aku malas mendengar perkataan mu yang membicarakan tentang Dokter Richard."
Sebastian membuka pintu mobil dan Maudy pun benar-benar dia buat tidak bisa berkata-kata.
Maudy masuk ke dalam mobil nya, Sebastian pun langsung menjalankan mobil nya.
Maudy terus saja memikirkan siapa lelaki tampan tersebut dan Sebastian seperti bisa membaca pikiran Maudy.
" Apakah kamu sekarang sedang memikirkan lelaki muda itu,? kamu sedang bertanya-tanya siapa lelaki muda tersebut apakah dia adalah lelaki simpan ibu Lollyta?."
Sebastian memandangi sinis kepada istrinya tersebut.
" Tidak, aku tidak mempunyai pikiran seperti itu aku akan sedang memikirkan kenapa Dokter Richard berada di Restoran tanpa istrinya."
Sebastian sampai menggelengkan kepalanya dia mempunyai istri yang seperti seorang pembawa acara gosip.
" Sudahlah Maudy, tidak usah selalu ingin mengetahui tentang kehidupan rumah tangga orang lain. Efek nya setelah kamu mencintai untuk menyebarkan gosip Suster Zivanna dan Dokter Richard, kaku menjadi mempunyai pikiran negatif terhadap suami mu sendiri dan itu membuat aku sangat marah karena aku ini tidak pernah menghianati mu."
Maudy menganggukkan kepalanya.
" Iya aku meminta maaf aku tidak akan pernah seperti itu lagi, tapi jika aku merasa cemburu melihat suami ku bersama dengan wanita lain apalagi itu salah."
Maudy benar-benar tidak mau kalah dengan Sebastian, dia terus saja menjaga setia apa pun yang di katakan oleh Sebastian.
" Terserah kamu saja Maudy, jika kamu terus seperti ini besok kamu datang ke kamar dan berhenti untuk menjadi Brand Ambassador produk kecantikan ibu Lollyta. Kamu berkerja sama dengan ku di perusahaan, agar kamu bisa selalu melihat aktifitas ku dalam bekerja setiap hari seperti apa bersama dengan siapa."
Sebastian sengaja mengatakan ini semua agar Maudy yang tidak lagi berpikiran negatif terhadap ya di kantor.
" Tidak, aku tidak mau berkerja ke kantor."
__ADS_1
Maudy menolak dengan sangat cepat sekali.