I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 344.


__ADS_3

Suster Vina datang ke kamar Bianca dia melihat Bianca yang sedang duduk melamun.


" Bianca kamu kenapa sampai melamun seperti itu,? Ayo makan sekarang."


Suster Vina memberikan makan siang untuk Bianca.


" Aku tidak lapar Suster, aku ingin melamun saja."


Suster Vina merasa Bianca yang masih memikirkan kehamilan Mama nya.


" Bianca sudahlah jangan terlalu banyak di pikiran, kamu seharusnya bahagia bisa mendapatkan dua adik sekaligus."


Bianca menggelengkan kepalanya sambil menangis.


" Aku tidak mau mempunyai adik, aku ingin hidup sendiri."


Bianca berlari ke luar kamar nya.


" Astaga apa lagi yang harus aku lakukan sekarang."


Suster Vina menyimpan makan siang untuk Bianca.


Dia mengejar Bianca dan melihat Bianca yang sudah berada di depan pintu gerbang.


" Bianca, kamu mau pergi ke mana."


Suster Vina dengan cepat berlari menghampiri Bianca.


Bianca merasa rencana nya untuk pergi gagal.


" Kembali masuk ke dalam jangan seperti itu lagi."


Suster Vina memaksa Bianca masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


" Kamu mau kemana,? kamu mau pergi dari rumah? Lalu kamu mau tinggal di mana Bianca."


Suster Vina sudah kehilangan kesabarannya.


" Aku ingin pergi ke pantai asuhan, karena aku sudah tidak lagi punya orang tua."


Bianca semakin berani untuk pergi dari rumah.


" Pergi ke panti asuhan,? Dengan mudahnya kamu bicara seperti itu Bianca? Kamu mempunyai keluarga yang utuh dan kamu juga berasal dari keluarga yang berkecukupan untuk apa kamu mempunyai pemikiran seperti itu."


Suster Vina memeluk erat tubuh Bianca.


" Sudahlah Bianca, berdamai lah dengan hati mu. Kembali seperti Bianca yang dulu, Bianca yang baik bukan Bianca yang jahat seperti ini."


Bianca tetap saja diam dia melepaskan pelukan erat Suster Vina dan langsung kembali berlari menuju ke kamar.


" Ya Tuhan, aku harus bagaimana lagi sekarang. Aku merasa gagal mendidik Bianca, aku tidak bisa merubah sikap Bianca seperti dulu lagi."


Suster Vina memilih untuk mengirimkan pesan kepada Maudy.


Maudy yang masih di rawat di rumah sakit dia merasa sangat terkejut sekali ketika membaca pesan dari Suster Vina.


" Bianca, kenapa harus seperti sih Nak."


Maudy merasa binggung dia harus membalas apa pesan dari Suster Vina.


" Aku harus bisa bicara dengan Bianca, bicarakan ini semua dengan baik-baik."


Maudy memegang handphone dan seseorang datang ke dalam ruangan nya.


Ternyata Sebastian datang untuk melihat kondisi Maudy.


" Bastian, aku ingin cepat pulang dari rumah sakit ini dan jangan lagi membawa aku ke rumah sakit ini. Masih banyak Rumah Sakit yang lebih bagus dari Rumah Sakit ini, aku merasa sangat terganggu dengan kedatangan Dokter Richard."

__ADS_1


Sebastian mendekati Maudy.


" Dokter Richard datang dia merasa kesal karena kamu membuat rumah tangga Zivanna menjadi berantakan, wajar saja jika Dokter Richard sampai menghampiri mu."


Maudy terdiam mendengar perkataan Sebastian.


" Bagaimana dengan Bianca ketika dia mengetahui jika kamu sekarang sedang hamil,? Jika dia sampai benci kepada mu sudahlah itu adalah sebuah Karma untuk mu."


Maudy merasa dirinya sudah tidak di hargai lagi oleh suaminya.


" Kenapa kamu tega bicara seperti di hadapan istri mu yang sedang hamil, bukan kah kamu yang menginginkan kehamilan ini. Tapi kenapa sekarang kamu seakan tidak peduli dengan kehamilan ku, aku ini sedang hamil anak pertama mu."


Maudy kelihatan sangat emosional sekali.


Sebastian memilih untuk pergi ketika Maudy mulai kelihatan emosional terhadap nya.


Maudy menggelengkan kepalanya ketika dia melihat Sebastian yang lebih memilih untuk pergi meninggalkan nya.


" Apa maksud nya ini, dia tidak percaya jika ini adalah anak kandung nya."


Maudy memegang perut nya dan dia pun seketika mengingat cinta satu malam bersama dengan Felix.


" Tidak, anak ini tidak mungkin anak Felix. Aku hanya melakukan nya satu malam saja, tidak mungkin ini adalah anak Felix."


Maudy mulai merasakan ketakutan dia memegang perut nya.


" Kamu bukan anak Felix, kamu adalah anak Sebastian Gunawan."


Maudy terus saja berpikir positif terhadap kehamilan nya, dia tidak mau sampai terjadi sesuatu dengan kehamilan nya.


" Aku harus menjaga anak ini sampai melahirkan nanti, dan setelah itu aku akan meminta untuk kepada Bastian jika ingin hidup bahagia bersama dengan anak ini. Setelah aku mendapatkan uang dari Bastian, aku akan pergi bersama dengan Bianca dan setelah anak itu tumbuh besar aku akan datang untuk berkata kepada anak tersebut jika aku adalah Ibu kandung nya."


Maudy tersenyum puas sekali ketika sudah menyiapkan rencana kedepannya.

__ADS_1


" Seharusnya ketika aku hamil Sebastian memberikan aku uang 2 Milyar, karena dia yang sudah berjanji dengan ku."


Maudy akan mengungkit itu semua nanti kepada Sebastian sekarang dia ingin beristirahat karena dia tidak boleh banyak pikiran.


__ADS_2