I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *210*


__ADS_3

Zivanna langsung membawa Bianca ke dalam mobil dan Bianca merasa bertanya-tanya dengan lelaki tersebut.


" Mommy, siapa lelaki tersebut dia itu teman Mommy yaa."


Zivanna tidak tahu harus berkata apa dengan Bianca, dia merasa kalau ini bukan untuk di jelaskan kepada Bianca yang masih terlalu kecil.


" Iya Om Felix adalah sahabat Mommy sayang, dia teman Mommy waktu masih kecil sayang."


Bianca sekarang mengerti setelah di jelaskan oleh Mommy Zivanna, Zivanna berharap Bianca tidak banyak bertanya tentang Felix lagi.


Zivanna berniat untuk mengantarkan Bianca pulang dan setelah itu Zivanna akan datang ke kantor Samuel.


Zivanna tidak mau Felix menjadi salah paham terhadap nya.


" Sayang maafkan Mommy yaa, karena teman Mommy yang membuat keributan jadi kita tidak bisa tenang untuk menikmati ice cream itu yaa."


Zivanna merasa sangat kasihan sekali ketika Bianca yang masih kecil harus melihat hal seperti itu.


" Tidak Apa-apa Mommy, aku sudah sangat senang sekali loh sekarang yang penting aku bisa bersama dengan Mommy."


Bianca sudah ingin bisa bersama dengan Mommy Zivanna, dia sudah tidak mau di pisahkan.


Setelah sampai di depan gerbang, Zivanna langsung menelephone Suster Vina untuk menjemput Bianca.


* Hallo Vina, aku sekarang sudah di depan gerbang rumah bisakah kamu keluar rumah. Aku sekarang mau langsung pergi ke kantor, ada yang ingin aku bicarakan dengan Pak Samuel tentang Felix yang menyebalkan*


* Baiklah Zivanna aku akan segera pergi ke sana sekarang*


Zivanna mencoba untuk tetep bersikap tenang di hadapan Bianca, dia yang tidak mau Bianca sampai mengetahui semuanya.


Suster Vina pun sudah datang dan Bianca keluar dari mobil nya.


" Hati-hati yaa Mommy, sering-seringlah datang ke rumah yaa."


Mommy Zivanna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Bianca.


" Hati-hati yaa Zivanna, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaan mu."


Suster Vina begitu sangat peduli terhadap Zivanna.


" Iya Vina, terimakasih atas perhatiannya."


Zivanna pun langsung menjalankan mobil nya dia ingin cepat-cepat sampai di kantor Samuel.


" Aku harus mengejar waktu pulang, aku harus cepat sampai di kantor."

__ADS_1


Zivanna tidak memberitahu Samuel sebelum nya, dia ingin secepatnya sampai.


" Setelah melihat kejadian tadi aku semakin yakin sekali jika Felix itu bukan lelaki yang baik-baik dan seperti nya wanita itu adalah teman kencan nya."


Zivanna yang tidak mempunyai bukti dan membuat dia tidak bisa mengatakan hal tersebut kepada orang tua nya.


" Di mata Ayah, Felix adalah lelaki yang sangat sempurna sekali sehingga Ayah menginginkan aku harus bisa bersama dengan Felix."


Zivanna begitu sangat emosional sekali dia pun akhirnya sampai di depan perusahaan Samuel.


" Perusahaan calon suami ku, aku berharap akan menjadi perusahaan yang lebih sukses dari sebelumnya."


Zivanna keluar dari mobil nya dan dia begitu sangat cantik sekali, Zivanna berjalan cepat menuju ke kantor Samuel.


Zivanna mengetuk pintu ruangan tersebut dan Samuel dengan sangat cepat dia membukakan pintu tersebut.



Tatapan mata Samuel yang begitu sangat tegang ketika memandangi wajah cantik calon istri nya.



Zivanna masuk ke dalam ruangan Samuel, dia tersenyum manis kepada Samuel.


" Kamu cantik sekali Zivanna, kamu sangat cantik sekali."


" Kedatangan aku ke sini ingin menceritakan sesuatu yang membuat aku sangat emosional sekali, mungkin sebelum nya kamu sudah membaca pesan dari ku. Dan aku bertemu dengan Felix, dia membuat keributan di tempat tersebut wanita yang sedang bersama nya di tempat itu dia terjatuh ke lantai dan itu membuat banyak orang yang memperhatikan nya."


Zivanna memegang tangan Samuel dia kelihatan sangat ketakutan sekali.


" Aku merasa Felix bukan lelaki baik-baik, sedangkan aku tidak mempunyai bukti untuk bisa mengatakan itu semua kepada Ayah."


Samuel mencium tangan Zivanna dengan penuh perasaan.


" Kamu jangan pernah takut ya, percayalah kita berdua pasti akan bersama dan membuktikan semua."


Samuel mencoba untuk meyakinkan Zivanna.


" Iya aku sangat yakin sekali jika kita berdua yang akan selalu bersama, aku juga sudah ingin sekali bisa bersama dengan Bianca."


Samuel melihat Zivanna yang seperti sudah menjiwai seorang ibu.


" Kamu pasti akan menjadi ibu terbaik untuk Bianca, aku merasa sangat yakin sekali Bianca yang akan merasakan kebahagiaan untuk bisa merasakan indahnya kasih sayang seorang ibu yang sebelumnya belum pernah dia rasakan."


Zivanna semakin mendekati dirinya kepada Samuel dan membuat Samuel merasa sangat gugup sekali ketika Zivanna yang mencoba untuk ingin lebih dekat dengan nya.

__ADS_1


" Besok aku sudah mulai bekerja di Rumah Sakit Harapan, dan sungguh sangat beruntung sekali ketika aku melamar ke sana aku di pertemukan dengan pemilik Rumah Sakit Harapan itu. Dia bernama Dokter Pearlyta Hasna, dia sangat cantik sekali dan baik."


Samuel merasa sangat bahagia sekali ketika Zivanna yang sudah mempunyai pekerjaan membuat Zivanna supaya bisa bertahan di Apartemen nya.


" Selamat yaa Suster Zivanna yang cantik, sekarang menjadi seorang Suster kembali. Pasti para pasien lelaki betah di rawat oleh Suster cantik seperti kamu, dan seperti aku sangat cemburu sekali jika melihat nya."


Zivanna tersenyum manis ketika Samuel yang mengakui jika dirinya cemburu.


" Cemburu itu tandanya sayang kan, akhirnya CEO Tampan ku sudah mengakui perasaan nya."


Samuel kelihatan sangat malu sekali ketika mendengar perkataan Zivanna.


" I love you CEO Tampan, Samuel Mahendra."


Samuel terdiam tidak menjawab ungkapan cinta Zivanna.


" Loh kok diam sih, jawab dong ihhh."


Zivanna kelihatan sangat gemas sekali dan membuat Samuel pun tersenyum manis kepada Zivanna.


" I love too Suster Cantik, Zivanna Lollyta Lenoel sayang."


Zivanna merasa tidak percaya dengan apa yang sudah ucapkan oleh Samuel, dia terus saja memandangi wajah Samuel.


" Aku ingin cepat menikah jadi nya deh, ingin bisa cepat bersama dengan kamu."


Samuel memegang pipi lembut Zivanna.


" Kamu yang sabar yaa, nanti juga kita berdua akan bersama membuat keluarga bahagia."


Zivanna menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada Samuel.


Jam pulang kantor pun akhirnya berakhir, Samuel bersiap untuk pergi dari kantor nya.


Sesilia yang tidak mengetahui kedatangan Zivanna dia pun langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.


" Astaga seperti aku menganggu waktu kebersamaan kalian berdua."


Zivanna langsung menghampiri Sesilia dia bersalaman.


" Tidak kok Bu, aku mau pulang sekarang juga."


Zivanna berpamitan dengan Samuel dan Sesilia tapi Samuel merasa masih ingin bersama dengan Zivanna.


" Kamu hati-hati yaa sayang."

__ADS_1


Sesilia memberikan perhatian kepada Zivanna.


__ADS_2