I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 363


__ADS_3

Irene membuat produk skincare milik Lollyta semakin di sukai banyak orang, apalagi setelah Irene membagikan pengalaman kehidupan nya dia bercerita tentang bagaimana susah nya menjadi singel mother.


Irene berterimakasih kepada Lollyta dan Zivanna yang sudah mau membantu nya, Irene tidak akan pernah melupakan kebaikan mereka berdua.


Pemberitaan tentang Irene menjadi tranding topik di media sosial, bahkan orang tua Irene hanya bisa menyesali perbuatannya kepada Irene.


" Aku merasa sangat menyesal sekali aku berharap Irene bisa memaafkan perbuatan kita berdua, aku ingin sekali mengendong cucu pertama ku."


Irene tidak memberitahu tentang siapa lelaki yang menghamilinya dia tidak mau banyak membahas tentang lelaki yang pernah membuat nya seperti ini.


Irene mengatakan dia sekarang sangat bahagia sekali dengan lahirnya anak pertama nya, Irene akan terus berjuang untuk memberikan yang terbaik untuk anak nya.


Lollyta merasa sangat terharu sekali ketika dia mendengar perkataan Irene, Lollyta memeluk Irene dia memberikan semangat untuk Irene.


Zivanna memegang perut nya dia berharap kebahagiaan akan terjadi juga pada nya.


Zivanna lihat kalendar di handphone nya, dia mengingat jika besok adalah hari ulang tahun Bianca.


" Aku harus memberikan kejutan untuk Bianca, walaupun dia tidak suka dengan ku. Tapi aku akan memberikan hadiah untuk nya, permasalahan dia suka atau tidak itu tidak usah di pikirkan."


Zivanna berencana untuk memesan kue ulang tahun dan juga hadiah untuk Bianca, Zivanna tidak akan memberitahu suaminya dia ingin memberikan kejutan.


" Jika sampai Papa nya saja tidak ingat dengan hari ulang tahun anak nya, ini sangat keterlaluan sekali."


Setelah memesan semuanya, Zivanna bersiap untuk pulang dari kantor.


Zivanna memilih untuk tidak berpamitan dengan ibu nya, dia langsung pergi saja.


Kedekatan Lollyta dan Irene membuat Dokter Richard tidak menyukai nya, Dokter Richard melihat di media sosial jika sikap istrinya yang sangat berlebihan terhadap Irene.


" Lollyta sangat akrab sekali dengan Irene, sampai dia melupakan Zivanna yang butuh perhatian dari nya."


Dokter Richard menyimpan handphone nya.


" Aku merasa Irene hanya memanfaatkan Lollyta saja, padahal sudahlah pergi bersama dengan orang tua nya."


Dokter Richard berencana untuk membicarakan hal tersebut kepada Lollyta setelah sampai di rumah.


Zivanna sampai di rumah suaminya, dia turun dari mobil dan melihat Bianca yang sedang melamun sambal memeluk boneka kesayangan nya.


Zivanna ingin sekali mendekati Bianca, tapi dia mengetahui Bianca yang masih benci kepada nya.


Zivanna memilih untuk mendekati Suster Vina.

__ADS_1


" Vina, ada apa dengan Bianca? Aku melihat dia duduk melamun seperti sedang memikirkan sesuatu."


Suster Vina menyimpan makanan yang akan dia berikan kepada Bianca.


" Aku merasa Bianca yang seperti mengetahui sesuatu, dia bilang dia akan sayang dengan adik nya karena adik tidak akan akan yang sayang kepada nya."


Zivanna mengerti apa yang di maksud dengan perkataan Suster Vina, adik dari Mama kandung nya.


" Sebastian pun seperti tidak ada rasa bahagia ketika Maudy hamil, bahkan Sebastian sampai menjadi pendamping Irene di saat dia sedang melahirkan anak pertama nya."


Suster Vina pun langsung berpikir negatif terhadap kehamilan Maudy.


" Apakah mungkin Bu Maudy itu tidak hamil anak suaminya,? dia hamil anak lelaki lain."


Zivanna pun sempat berpikir seperti itu.


" Lalu dengan siapa Maudy sampai melakukan nya, bukan kah dia honeymoon bersama dengan suaminya di Thailand."


Karena merasa lama menunggu Bianca pun langsung menghampiri Suster Vina, Zivanna memilih untuk langsung pergi dia menghindar kata-kata yang membuat dirinya sakit hati.


" Kenapa lama sekali, aku sudah sangat lapar Suster Vina."


Suster Vina memberikan makanan pesenan Bianca.


Bianca merasa tidak percaya dengan Suster Vina, karena dia tadi melihat Suster Vina yang sedang mengobrol dengan Mommy Zivanna.


Bianca lebih memilih membawa makanan nya ke dalam kamar dia menghindari bercerita dengan Suster Vina.


" Susah sekali yaa mengobrol dengan nya, aku semakin merasa penasaran sekali."


Di saat Suster Vina hendak pergi ke dapur dia melihat Samuel yang sudah pulang lebih awal.


" Pak Samuel, Ibu Zivanna sudah pulang sekarang sedang berada di kamar."


Samuel seketika dia langsung tersenyum.


Samuel berjalan cepat menuju ke kamar nya.


Suster Vina merasa sangat bahagia sekali ketika melihat Zivanna bisa kembali berkumpul di rumah ini.


Samuel membuka pintu kamar nya, dengan cepat dia mengunci nya.


Samuel ingin cepat bermesraan dengan istri cantik nya.

__ADS_1


" Aku sangat merindukan mu."


Bisik Samuel dengan lembut di telinga istri nya.


" Bukan kah kita selalu bertemu setiap hari."


Zivanna membalikkan badannya sehingga dia saling bertatapan wajah dengan Samuel.


" Ada yang ingin aku ceritakan tentang Sebastian."


Zivanna mengajak suaminya untuk duduk bersama dengan nya.


" Kenapa Sebastian tidak punya rasa bahagia di kehamilan istri nya, dan kenapa Sebastian bisa dengan pas waktu dia datang ke Rumah Sakit di saat Irene butuh pendamping untuk melahirkan, dan Sebastian mau mendampingi persalinan Irene yang tidak dia kenal sebelumnya."


Mendengar cerita Zivanna, Samuel merasa apa yang di lakukan oleh Sebastian adalah bentuk sakit hati nya dengan cinta terlarang Maudy dengan Felix.


" Sepertinya nya ada sesuatu dengan pernikahan mereka berdua, Maudy tidak jujur kepada Sebastian sehingga Sebastian menjadi berubah menjadi tidak peduli."


Zivanna merasa suaminya mengetahui semuanya yang terjadi.


" Apakah kamu tidak mau bercerita dengan istri mu ini,? Ada apa hubungan Sebastian dengan Felix?."


Zivanna memandangi wajah suaminya dengan mata yang sinis.


" Sudahlah untuk apa kita membahas tentang rumah tangga orang lain, Apalagi Maudy adalah mantan istri ku itu hanya akan membuat pertengkaran saja."


Samuel tidak mau bercerita kepada istrinya.


" Bianca berkata kepada Suster Vina, dia akan sayang dengan adik nya yang terlahir dari Mama nya. Bianca bilang, karena adik tidak ada yang akan sayang dengan nya."


Samuel pun begitu sangat terkejut sekali mendengar perkataan Bianca, Samuel merasa Maudy sudah merencanakan sesuatu yang kelahiran anak nya nanti.


" Kenapa Maudy harus berbicara dengan Bianca,? apakah ini ada hubungan nya dengan kehamilan anak Maudy yang bukan hasil hubungan nya dengan Sebastian."


Samuel semakin tertekan dengan perkataan Zivanna dia pun memilih untuk bicara jujur kepada istrinya.


" Anak yang di kandung Maudy belum tentu anak Sebastian, karena ada satu malam Maudy yang tidak sadarkan diri masuk ke Apartemen Felix."


Zivanna tidak menyangka ternyata apa yang dia pikirkan itu ternyata nyata.


" Ahhhhh, kenapa hidup ini penuh dengan kejutan yang luar biasa."


Zivanna masih merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari suaminya.

__ADS_1


__ADS_2