I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (59)


__ADS_3

Lollyta pun mulai mendekati Bianca.


"Bagaimana jika hari ini kita makan siang bersama,? tapi jangan bilang-bilang Papa dan Omah."


Bianca langsung memandangi wajah Suster Zivanna dan Suster Zivanna menganggukkan kepalanya.


"Baiklah tapi Tante cantik pakai mobil nya sendiri yaa, supaya pak supir nya tidak curiga."


Lollyta pun begitu sangat gemas sekali melihat Bianca yang sangat pintar.


"Baiklah Sayaaaaang, sekarang ayo kita berangkat yaa."


Mereka pun masuk ke mobil masing-masing, Zivanna yang sudah mengetahui Restoran favorit ibu dia pun langsung memberitahukan kepada supir pribadi nya.


Bianca terlihat sangat senang sekali dia terus saja tersenyum manis kepada Suster Zivanna.


"Aku penasaran sekali bagaimana yaa rumah Suster Zivanna, hmmm pasti seperti istana negri dongeng."


Suster Zivanna hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Bianca, mereka pun akhirnya sampai dan Zivanna mengatakan jika ini adalah keinginan Bianca untuk makan di Restoran. Untuk berjaga-jaga agar supir pribadi tersebut tidak bicara dengan Samuel dan Mama Sesilia.


Mereka pun terlihat sangat bahagia sekali, Bianca terlihat makan dengan lahap di suapi oleh Zivanna.

__ADS_1


Lollyta melihat perubahan besar pada Zivanna, dia usia nya masih muda dia sudah bisa melimpah rasa kasih sayang nya kepada Bianca.


"Bianca, jika sudah besar cita-cita kamu ingin menjadi apa sayaang?."


Bianca terdiam sejenak dia seperti sedang memikirkan nya.


"Aku seperti ingin menjadi Dokter, sama seperti Ayah nya Suster Zivanna."


Zivanna pun langsung menepuk tangan nya.


"Hebat sekali sayaaaaang, Suster Zivanna doakan yaa semoga keinginan Bianca untuk menjadi seorang Dokter bisa terwujud."


Bianca langsung memeluk erat Zivanna.


Lollyta melihat Bianca yang lebih nyaman bersama dengan Zivanna, dia melihat mereka berdua yang penuh dengan kasih sayang.


Tapi Lollyta tidak melihat hal tersebut pada diri Maudy yang seakan memang cuek dan tidak peduli terhadap Bianca.


"Tante cantik, Mommy aku berkerja di sana yaa."


Lollyta pun seketika langsung terkejut ketika mendengar pertanyaan Bianca.

__ADS_1


"Iya sayang Mommy Maudy dia berkerja di kantor Tante, dia menjadi seorang model yang sangat cantik."


Zivanna pun mulai menghawatirkan Bianca ketika dia yang sudah membahas tentang Mommy nya.


"Aku tidak pernah merasakan sesuatu ketika aku bertemu dengan nya, dia juga tidak pernah datang kepada ku di saat dia sudah mengetahui aku ini adalah putri nya. Kenapa dia sangat jahat sekali padahal dia adalah Mommy ku, sedangkan kalian berdua begitu sangat sayang dengan ku."


Lollyta menghapus air mata yang menetes di pipi Bianca.


"Mommy Maudy sayang dengan Bianca, hanya saja sekarang dia sedang mencari waktu yang tepat untuk bisa bersama dengan Bianca."


Lollyta memegang tangan mungil Bianca.


"Ketika kamu melihat Suster Zivanna yang begitu sangat sayang sekali kepada mu, tapi kamu juga harus mengingat jika Mommy Maudy yang melahirkan mu sayang."


Lollyta membelai rambut panjang Bianca.


"Tapi kenapa dia meninggal ku dari sejak bayi, itu tandanya dia tidak menginginkan kehadiran ku dia membenciku."


Tangisan Bianca pun semakin kencang dan membuat Lollyta pun tidak bisa menahan air mata nya juga.


Lollyta memeluk erat tubuh Bianca sampai dia menangis.

__ADS_1


Zivanna pun tidak bisa berkata-kata apa-apa karena memang sangat sedih sekali berada di posisi Bianca.


Lollyta seperti merasa memeluk anak sendiri dan dia pun memulai merasakan rasa sayang dengan Bianca.


__ADS_2