
Dokter Richard sampai di rumah dia langsung mencari istri di kamar, Dokter Richard begitu sangat emosional sekali dengan istri nya.
Dokter Richard membuka pintu kamar dia melihat istrinya yang sedang menangis.
" Zivanna sudah melahirkan anak pertama nya, dan kamu masih memikirkan anak orang lain."
Lollyta menundukan kepalanya dia memang merasa bersalah.
" Aku minta maaf, besok aku akan pergi untuk melihat Zivanna."
Lollyta tidak berani menatap wajah suaminya.
" Kamu akan pergi untuk bertemu dengan Zivanna,? apakah kamu tidak mempunyai perasaan malu terhadap suami dan orang tua Samuel."
Dokter Richard sampai menghelakan nafas panjang nya.
" Lollyta, aku mengetahui apa saja yang kamu berikan kepada Irene. Dari mulai Apartemen untuk dia tinggal, mobil dan juga ruangan Di yang kamu berikan kepada Irene."
Lollyta terus saja menangis mendengar perkataan suaminya.
" Dan sekarang orang yang kamu banggakan karena dia bisa lebih menjual produk kosmetik mu di bandingkan dengan anak kandung mu, dia membuat malu dengan menjadi seorang pelakor."
Dokter Richard menggelengkan kepalanya berkali-kali dia pun langsung pergi meninggalkan istri nya sendirian di rumah.
__ADS_1
Lollyta mencoba untuk mengirimkan pesan kepada Zivanna.
* Zivanna, maafkan Ibu yaa. Maafkan ibu yang tidak peduli terhadap mu, maafkan ibu yang tidak bersama dengan mu di saat kamu melahirkan anak pertama mu. Ibu hanya butuh mengucapkan selamat menjadi seorang ibu yaa ya Nak, ibu besok baru akan melihat mu*
Ketika pesan masuk Zivanna yang sedang tidur dan Samuel mengambil handphone Zivanna.
" Ibu Lollyta mengirimkan pesan kepada Zivanna."
Samuel membaca pesan tersebut dia merasa jika ibu Lollyta yang merasa sangat menyesal sekali.
" Lebih baik aku tidak membalas nya, biarkan saja Zivanna yang membalas nya."
Samuel keluar dari ruangan Zivanna, dia menunggu kabar dari Sebastian yang tidak juga menghubungi nya.
Samuel mengirimkan pesan kepada Sebastian.
* Sebastian bagaimana kabar mu sekarang, aku sudah melihat semua di media sosial*
Sebastian yang sedang sendirian butuh teman dia pun memilih untuk langsung menephone Samuel.
* Hallo Samuel*
* Iya Sebastian*
__ADS_1
* Aku bertengkar hebat dengan Maudy, sampai Maudy mengalami kontraksi kandungan dan sekarang Maudy sudah melahirkan anak lelaki ku*
* Astaga Sebastian, beruntung sekali tidak terjadi apa-apa dengan Maudy*
* Setelah melahirkan Maudy tidak mau mengendong anak nya, tatapan mata Maudy kosong dia seperti despresi kembali*
* Apa yang kamu katakan kepada Maudy samping dia seperti itu*
* Ketika bayi ini lahir aku akan melakukan tes DNA, jika bayi ini adalah anak ku aku ingin Maudy pergi meninggalkan ku. Tapi jika bayi ini anak hasil hubungan gelap nya dengan Felix maka bawa anak itu oleh nya*
* Seperti nya itu yang membuat Maudy depresi*
* Yasudah yaa Samuel, aku mendengar suara teriakan Maudy*
Sebastian mengakhiri panggilan telephone nya berjalan cepat menuju ke ruangan Maudy.
Samuel ikut kepikiran dengan apa yang terjadi dengan Maudy.
" Jika Maudy depresi kembali, Bianca akan sangat sedih apalagi posisi Maudy yang baru saja melahirkan."
Samuel kembali masuk ke ruangan Zivanna, dia melihat Zivanna yang terbangun.
" Aku mendengar Zivilia menangis, tapi hanya sebentar saja dan aku langsung terbangun."
__ADS_1
Samuel memilih untuk tidak bercerita tentang Maudy kepada Zivanna.