
Bianca sudah mulai mau menerima kehadiran Suster Vina, walaupun di hatinya hanya ada Suster Zivanna saja.
Hari ini untuk pertama kalinya Bianca diantar oleh Suster Vina ke sekolah nya, dia pun kelihatan masih belum bisa ceria seperti biasanya.
" Ayo sayang mandi, Suster Vina mau menyiapkan baju seragam untuk kamu."
Bianca pun masuk ke dalam kamar mandi dan Suster Vina menyiapkan baju seragam nya.
Ketika Suster Vina sedang menyiapkan baju seragam dan peralatan sekolah, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu.
Suster Vina pun langsung membuka nya dan ternyata itu adalah Samuel.
" Suster Vina bisakah kita bicara sebentar saja di luar, ini mengenai Bianca."
Suster Vina pun keluar dari kamar Bianca, dia menutup rapat pintu kamar nya.
" Hari ini adalah pertama kalinya Bianca sekolah dengan Suster Vina, saya ingin Suster Vina tidak terlalu mendekat kan Bianca dengan Maudy. Karena Bianca yang belum bisa menerima kehadiran Maudy, apalagi sekarang Bianca yang harus terpisah dengan Suster Zivanna. Karena mulai sekarang kamu sudah bertugas di rumah ini, kamu harus mengikuti apa yang saya katakan. Bukan lagi mendengar perkataan Maudy."
Suster Vina menganggukkan kepalanya dan dia pun kembali masuk ke dalam kamar karena hawatir Bianca yang sedang berada di kamar mandi.
__ADS_1
Ketika Suster Vina masuk ke dalam kamar dia melihat Bianca yang sudah memakai baju seragam dan sedang memakai sepatu.
" Bianca sayang pintar sekali kamu Nak, sudah mandi langsung memakai baju seragam sendiri."
Bianca pun tersenyum manis kepada Suster Vina.
" Ayo kita berangkat Suster Vina."
Bianca memegangi tangan Suster Vina dan ketika mereka berdua keluar dari kamar, Bianca melihat ada Papa nya.
" Papa pulang sekolah bolehkah aku bertemu dengan Suster Zivanna,? aku sangat merindukanmu nya."
" Lihatlah sayang Suster Zivanna menjadi model produk shampo, dia seperti nya sangat sibuk sekarang menjadi seorang model."
Bianca mengambil handphone Papa nya.
" Cantik sekali Suster Zivanna seperti artis Korea."
Bianca mengembalikan handphone Papa nya.
__ADS_1
" Yasudah jika kamu ingin bertemu dengan Suster Zivanna silahkan saja, tapi jika dia tidak sedang sibuk yaa. Jika sibuk jangan menggangu aktifitas yaa, biarkan Suster Zivanna bersinar menjadi seorang bintang."
Merasa sudah di berikan ijin oleh Papa nya, Bianca pun langsung memeluk erat tubuh Papa nya.
" Terimakasih banyak Papa, Papa baik sekali."
Sesilia yang melihat Bianca dia sebenarnya merasa sangat sedih sekali.
" Kenapa semuanya harus seperti ini yaa, Zivanna kamu sebenarnya adalah Suster yang terbaik untuk Bianca tapi kamu melakukan suatu kesalahan yang sangat mengecewakan sekali."
Sesilia menghampiri Bianca dia tersenyum manis kepada Bianca.
" Suster Vina dia juga sangat baik sayang, sekarang Suster Zivanna sedang berkarir sebagai seorang model. Mungkin memang itu adalah pilihan pekerjaan yang terbaik untuk nya, kamu juga masih bisa bertemu dengan nya."
Bianca menarik tangan Suster Vina dia merasa tidak menyukai Omah nya, karena menurut Bianca semua ini karena Omah nya.
Omah nya yang membuat Suster Zivanna pergi dan lebih percaya dengan Mama nya.
Sesilia pun merasa sangat bersalah sekali ketika dia melihat Bianca yang seperti menjadi benci kepada nya.
__ADS_1
Sesilia tidak pernah melihat wajah Bianca yang begitu sangat kesal ketika melihat nya.