I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #230#


__ADS_3

Di saat bekerja Zivanna terus saja memikirkan Bianca.


" Kenapa aku begitu sangat merindukan Bianca yaa, kenapa rasa rindu ini tiba-tiba lg terasa yaa."


Zivanna seketika dia langsung terdiam dan merasakan getaran handphone nya.


Zivanna melihat ada pesan masuk dari Ayah nya dia langsung membuka pesan tersebut.


* Zivanna, nanti malam Ayah akan datang bersama dengan Felix ke Apartemen mu. Kita bicarakan semuanya di sana, Ayah mohon kamu jangan sampai menghindari pertemuan ini*


Zivanna yang membaca pesan dari Ayah nya dia pun langsung terdiam dan memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam.


" Aku merasa sangat curiga sekali dengan pertemuan ini, ntah mengapa aku merasa jika Felix akan mengambil kesempatan dalam pertemuan ini."


Zivanna menyimpan handphone nya, dia kelihatan sangat kesal sekali dia tidak mau jika Felix semua menguasai kesempatan ini.


" Tapi ini juga menjadi kesempatan aku untuk mempertanyakan tentang Felix yang mempunyai Apartemen di sebelah Apartemen ku, dia harus bisa mengakui nya di hadapan Ayah."


Zivanna mendadak jadi bersemangat dia ingin secepatnya bertemu dengan Felix.


Zivanna mengambil kembali handphone nya, dia mengetik balasan pesan untuk Ayah nya.


* Baiklah Ayah, aku mau bertemu dengan Felix karaoke ada sesuatu yang harus aku tanyakan pada Felix*


* Baiklah Zivanna sekarang kamu fokus saja pada pekerjaan mu yaa*


* Baiklah Ayah*


Zivanna kembali bekerja dia begitu sangat serius sekali bekerja nya.


Di saat Zivanna sibuk bekerja di tempat Lain Samuel mengajak Bianca untuk makan siang bersama, niat Samuel agar Bianca tidak sedih dan mengingat terus Zivanna.


Mereka berdua makan di Restoran, Bianca dan Daniel pun duduk.


" Sayang Papa pesan makanan dulu yaa sayang, Bianca baik-baik ya diam di sini."


Bianca menganggukkan kepalanya dan Samuel pergi untuk memesan dan mengambil makanan dan minuman juga.


Pandangan mata Bianca tertuju pada gadis kecil seumuran nya yang sedang bersama dengan Ibu nya.


Bianca merenung sambil matanya berkaca-kaca melihat nya.


" Jika Mommy Zivanna ada mungkin aku juga akan seperti anak itu yaa, beruntung sekali bisa kemana-mana bersama dengan Ibu nya."


Samuel datang dengan membawa makanan dan minuman kesukaan Bianca.


Samuel melihat Bianca yang memandangi anak dan ibu yang ada di sebelah nya.


" Sayang, Ayo di mana yaa."


Samuel mencoba untuk mengalihkan perhatian Bianca.


" Iya Papa terimakasih ya Pap, Papa membawa makanan untuk aku."

__ADS_1


Samuel tersenyum manis kepada Bianca.


" Sayang, kamu mau Papa suapi ?."


Samuel melihat gadis yang ada di sebelah nya di suapi oleh ibunya.


" Tidak usah Papa, aku bisa makan sendiri kok."


Bianca memilih untuk makan sendiri dan Samuel pun merasa sangat bersedih sekali melihat nya.


Samuel berharap jika Zivanna bisa bersama dengan nya, memberikan kebahagiaan untuk Bianca.


" Bianca maafkan Papa yaa sayang."


Samuel sampai meminta maaf kepada Bianca.


" Kenapa Papa harus minta maaf, Papa tidak salah apapun."


Samuel memegang pipi tembem Bianca.


" Maafkan Papa yang belum bisa membuat Bianca bahagia, Papa sebenarnya ingin sekali melihat Bianca Bahagia bersama dengan keluarga baru kita."


Bianca merasa kasihan dengan Papa nya, dia pun memegang tangan Papa nya.


" Kita akan menjadi keluarga bahagia kok Papa, stelah Papa menikah dengan Mommy Zivanna dan aku akan mempunyai Mommy seperti anak-anak lainnya."


Samuel pun tersenyum dia berharap apa yang di katakan oleh Bianca akan menjadi kenyataan.


" Yasudah yaa sayang, sekarang habiskan makanan nya yaa."


Ketika mereka berdua yang sedang fokus makan tiba-tiba saja handphone Samuel berdering kencang.


Samuel melihat ternyata panggilan telephone masuk dari Zivanna.


Samuel merasa Zivanna juga merasakan apa yang di rasakan oleh Bianca.


Dengan cepat Samuel pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Mommy Zivanna*


* Hallo Papa Samuel, aku sangat merindukan Bianca*


* Bianca pun sangat merindukan mu, apakah kamu sekarang sudah pulang dari Rumah Sakit*


* Aku sudah puluhan dari Rumah Sakit, bisakah handphone ini di berikan kepada Bianca*


Sanken langsung memberikan handphone tersebut kepada Bianca.


* Hallo Mommy Zivanna*


* Cantik Mommy, kamu sekarang sedang apa dengan Papa*


* Aku dan Papa sedang makan ayam*

__ADS_1


* Hmmmm, maafkan Mommy yaa yang tidak bisa ada di sana bersama dengan kalian berdua*


* Tidak apa-apa Mommy, nanti juga kita akan menjadi keluarga*


* Iya sayang, semoga saja secepatnya kita akan menjadi keluarga yaa*


* Mommy sudah dulu yaa aku mau melanjutkan makan*


* Oh iya sayang, maafkan Mommy yaa sudah menganggu makan siang kalian berdua*


Bianca memberikan handphone tersebut kepada Papa nya, dan ternyata Zivanna yang sudah mengakhiri panggilan telephone nya.


Samuel memasukkan handphone nya ke dalam jas nya.


Samuel melihat Bianca sangat lahap sekali makan nya


" Aku sudah kenyang Papa, ayo kita pulang sebentar lagi waktu nya aku tidur siang loh Papa."


Sanken dan Bianca pun meninggalkan Restoran tersebut.


" Aku senang sekali bisa bersama dengan Papa, pulang sekolah bersama dengan Papa."


Samuel membukakan pintu mobil dan Bianca pun dengan cepat dia langsung masuk ke dalam mobil tersebut.


" Papa juga sangat senang sekali bisa menjemput Bianca pulang sekolah, tapi tidak bisa setiap hari yaa sayang. Karena Papa kan harus bekerja."


Bianca menganggukkan kepalanya dan Samuel pun mulai menyalakan mesin mobil nya.


Di perjalanan Bianca ingat dengan kata-kata Papa nya.


" Papa, buka kah Papa tadi bilang kita mau pergi ke pantai hari minggu yaa. Bersama Mommy Zivanna yaa, jangan hanya berdua."


Samuel tersenyum dan memang mengharapkan untuk bisa pergi bersama dengan Bianca dan Zivanna.


Tapi melihat lagi respon dari Dokter Richard yang seperti tidak merestui hubungan mereka berdua membuat Samuel merasa tidak bisa untuk mengajak Zivanna.


" Sayang, Mommy Zivanna kan harus bertugas di Rumah Sakit. Banyak pasien yang membutuhkan Mommy Zivanna, sehingga Mommy Zivanna yang harus bekerja di hari Minggu juga."


Bianca merasa kecewa tapi dia juga mencoba untuk bisa menerima kenyataan nya.


" Baiklah Papa aku mengerti kesibukan Mommy Zivanna sebagai seorang Suster."


Bianca pun memilih untuk memejamkan mata nya, dia memilih untuk tidur di mobil.


Bianca yang mungkin merasa kecewa dengan apa yang di katakan oleh Papa nya.


" Maafkan Papa yaa sayang."


Samuel mengelus rambut panjang Bianca dia pun fokus pada kendaraan nya.


Di perjalanan menuju ke rumah nya, Samuel berharap jika Dokter Richard bisa luluh dan menyetujui hubungan nya bersama dengan Zivanna.


" Aku sudah berubah meyakinkan Dokter Richard, tapi aku juga tidak memaksa nya juga."

__ADS_1


Samuel pun akhirnya sampai di rumah nya dia melihat Bianca yang masih tertidur pulas di dalam mobil.


__ADS_2