
Maudy pun akhirnya sampai di depan kantor Samuel Mahendra, dia melihat banyak sekali perubahan.
"Hmmmm menjadi perusahaan yang maju tapi sayang, lebih sukses perusahaan milik suami ku."
Maudy berjalan dengan kacamata hitam nya dia menanyakan di mana ruangan Samuel, dan setelah di beritahu dia pun berjalan lebih cepat lagi.
Maudy berada di pintu dia mengetuk pintu tersebut.
"Silahkan masuk."
Maudy pun membuka pintu dan Samuel begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Maudy ke kantor nya.
"Maudy Larissa, mau apa kamu datang ke sini?."
Maudy tersenyum dia berjalan dan duduk.
"Kenapa kamu tidak mempersilahkan tamu mu untuk duduk dan mungkin membuat kan nya secangkir kopi panas."
__ADS_1
Samuel benar-benar di buat tidak nyaman dengan kedatangan Maudy ke kantor nya.
"Sudahlah bicarakan saja apa maksud dari kedatangan mu ke sini, aku sudah sangat muak sekali melihat wajah seorang penghianat."
Samuel mulai terbawa emosi dia mengingat apa yang sudah di lakukan oleh Maudy kepada nya dulu.
"Aku ingin kamu mendekat kan aku dengan Bianca. Aku melihat Bianca terlalu akrab dengan Suster nya itu, apakah kamu sengaja memilih Suster muda agar kamu bisa tergoda dengan nya."
Samuel pun tersenyum ketika dia mendengar keinginan Maudy.
"Kamu ingin dekat dengan Bianca,? kenapa harus meminta kepada ku. Ingat apa yang sudah kamu lakukan dulu, Kamu meninggalkan nya semenjak masih bayi dan pergi demi Sebastian."
"Dan apa salahnya jika Bianca terlalu dekat dengan Zivanna,? dia memang masih muda tapi dia bisa membuat Bianca merasa sangat nyaman sekali. Bahkan aku melihat cinta dan kasih sayang yang tulus di berikan oleh Zivanna kepada Bianca, tidak seperti kamu. Merasa ibu kandung nya tapi tidak memiliki kepekaan di saat bertemu dengan Bianca."
Maudy pun seketika dia langsung terdiam ketika dia mendengar perkataan Samuel.
Karena mendengar suara Samuel yang begitu sangat keras sekali membuat Sesilia berlari dari ruangan menuju ke ruangan Samuel.
__ADS_1
Dia pun terkejut melihat Maudy ada di ruangan Samuel.
"Sedang apa wanita ini ada di sini,? datang untuk mengambil Bianca?. Ohhh apakah kamu tidak pernah bercermin di rumah mu ?."
Sesilia begitu sangat emosional sekali melihat wajah Maudy.
"Aku memang salah tapi tidak harus di perkataan seperti itu juga, aku datang ke sini ingin menebus kesalahan ku. Aku ingin bisa berhubungan baik dengan Bianca, aku ingin Bianca mengakui jika aku ini adalah ibu kandung nya."
Sesilia tersenyum sinis kepada Maudy.
"Bianca tidak perlu ibu kandung dia sudah memiliki Suster Zivanna, dan mungkin saja dia yang akan menggantikan posisi mu."
Maudy begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Sesilia begitu juga dengan Samuel.
Tapi Samuel lebih memilih untuk diam saja.
"Zivanna akan mengantikan posisi ku,? Mas kamu mencintai Zivanna? kamu mencintai wanita yang jauh lebih muda dari kamu? Zivanna bukan perempuan yang baik di saat kamu menikah dengan nya maka sikapnya akan berubah total dia hanya akan menguasai harta kekayaan mu dan Bianca bagaimana jika di perlakukan tidak baik. Aku tidak setuju jika kamu sampai menikah dengan Zivanna, aku tidak akan pernah membiarkan nya."
__ADS_1
Maudy pun langsung pergi begitu saja dari ruangan Samuel dia kelihatan sangat emosional sekali.