
Tidak lama kemudian Maudy datang percaya diri nya, dia pun seperti biasanya langsung berjalan menuju ke ruangan Lollyta.
"Maaf Bu Maudy, tadi Bu Lollyta berkata jika tidak usah masuk ke ruangan Bu Lollyta langsung fokus saja pada pemotretan."
Maudy pun langsung terdiam dia yang sudah berada di depan pintu ruangan Lollyta.
Maudy dengan sangat kesal dia pun langsung membalikkan badannya dan berjalan cepat menuju ke tempat pemotretan.
Lollyta yang juga berada di depan pintu ruangan dia langsung membuka kunci dan keluar dari ruangan nya.
"Di saat dia sibuk pemotretan, aku akan pergi bertemu dengan Zivanna."
Lollyta pergi tanpa memberitahu kepada pegawai nya, dia pun dengan cepat masuk ke dalam mobil nya.
"Ahhhh, seperti aku pernah menanyakan kepada Zivanna di mana tempat sekolah Bianca. Seperti nya ada di pesan, coba aku cari tahu dulu."
Lollyta memberhentikan mobilnya sebentar dan dia pun akhirnya menemukan alamat sekolah Bianca.
Setelah menemukan nya, Lollyta kembali menjalankan mobilnya.
Lollyta pun akhirnya menemukan sekolah tersebut dia melihat Zivanna yang sedang menunggu di luar gerbang.
Lollyta pun turun dari mobil nya dan di menghampiri Zivanna.
"Selamat siang sayaaaaang."
__ADS_1
Zivanna begitu sangat terkejut sekali ketika melihat kehadiran Ibunya.
"Astaga Ibu, ngapain ibu ke sini."
Zivanna kelihatan sangat panik sekali tapi Lollyta langsung memeluk erat tubuh nya.
"Ibu sangat merindukan mu sayaaaaang, dan ibu ingin mengajak kamu dan Bianca pergi untuk makan siang bersama."
Zivanna melepaskan pelukan erat nya dia pun terdiam dan mulai memikirkan nya, jika dia pergi bersama dengan Bianca.
"Bianca anak yang baik dia tidak akan pernah berbicara yang aneh-aneh dengan Papa nya, jadi Ibu rasa semuanya aman."
Zivanna pun merasa begitu karena memang Bianca yang sudah mengetahui semuanya tentang keluarga nya.
"Baiklah Bu, sekarang waktunya kita menunggu Bianca pulang sekolah."
"Kamu sangat cantik sekali sayang, dan kamu mungkin lebih pantas menjadi Kakak perempuan Bianca bukan Suster nya."
Zivanna pun melirikan mata kepada Ibu nya dia bahkan berharap bisa menjadi ibu dari Bianca.
Jam pulang pun akhirnya berbunyi dan Zivanna melihat Bianca yang berlari menghampiri nya.
"Suster Zi."
__ADS_1
Terdengar jelas suara teriakan Bianca kepada Zivanna.
"Aku tidak menyangka mereka berdua bisa sangat sedekat itu."
Lollyta pun langsung berdiri dan tersenyum manis kepada Bianca.
"Tante cantik itu yang mengundang kita untuk datang ke acara nya kan,?"
Bianca terlihat sangat kebingungan dan Zivanna pun mulai menjelaskan nya.
"Iya sayang, Tante itu adalah ibu nya Suster."
Bianca pun kelihatan sangat terkejut sekali dia tidak seakan tidak percaya.
"Wah, Suster Zi ternyata lebih kaya dari yang aku pikirkan."
Lollyta pun langsung menghampiri Bianca.
"Iya sayang, Tante ini adalah Ibu dari Suster Zivanna. Dan kamu seperti nya sangat dekat sekali dengan Suster Zivanna."
Bianca mulai bisa menerima kehadiran Lollyta karena dia merasa jika Lollyta itu sangat baik kepada nya.
"Aku sangat sayang Suster Zivanna, aku tidak mau berpisah dengan Suster Zivanna. Sampai kapan pun kita berdua akan selalu bersama."
Bianca menarik tangan Zivanna dan Lollyta melihat mereka berdua yang benar-benar sangat akrab sekali.
__ADS_1
Lollyta pun hanya bisa tersenyum manis melihat keakraban mereka berdua.