I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode #305#


__ADS_3

Samuel begitu sangat menghawatirkan kondisi Zivanna dia pun langsung bertanya kepada Suster Vina.


" Sejak kapan Zivanna hamil,? Kenapa Zivanna merahasiakan nya."


Suster Vina terdiam karena dia juga tidak bisa menjawab pertanyaan dari Samuel, jika Suster mengatakan Zivanna yang melarangnya nya dia takut Samuel menjadi marah dengan Zivanna.


" Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Zivanna, Yaa Tuhan selamatkan selalu Zivanna."


Dokter spesialis kandungan pun keluar.


" Zivanna jangan terlalu banyak bergerak, seperti Zivanna melakukan aktivitas yang berlebih tapi beruntung nya Zivanna baik-baik saja."


Samuel bisa masuk ke dalam ruangan dia melihat Zivanna yang sedang meneteskan air mata nya.


" Zivanna sayang, maafkan aku yaa."


Samuel menghampiri Zivanna dia memegang tangan Zivanna.


" Kenapa kamu tidak bilang jika kamu yang sedang hamil sayang, aku akan bisa fokus pada kamu."


Zivanna tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Samuel.

__ADS_1


" Fokus pada ku,? Itu tidak mungkin terjadi yaa. Aku merahasiakan kehamilan ku, agar aku bisa menjadi wanita yang kuat yang tidak manja kepada mu."


Zivanna tidak mau di sentuh oleh Samuel.


" Hubungi orang tua ku, biarkan mereka yang menjaga ku. Sekarang lebih baik kamu pergi, lebih baik aku tidak bersama dengan kamu, dari pada aku mendengar kata-kata nya yang membuat aku sakit hati."


Samuel memberikan handphone nya, dan Zivanna pun langsung menghubungi Ibu nya.


Di saat Zivanna mau menghubungi Ibu nya, Ayah nya datang karena mendapat kabar dari Dokter Specialis Kandungan langsung.


" Zivanna, kamu baik-baik saja kan? Kenapa bisa seperti ini? Seperti nya kamu yang terlalu banyak beraktifitas karena kamu merasa sehat dan tidak mual dan muntah."


Zivanna menangis di hadapan Ayah.


Zivanna meluapkan semua perasaan hati nya di hadapan Ayah nya dan juga Samuel.


Samuel menundukkan kepalanya dia pun ikut meneteskan air mata nya.


" Zivanna, kamu tidak boleh berkata seperti itu yaa. Kamu harus sabar Zivanna, emosi mu memang tidak bisa terkendali sekarang lebih baik kamu tenangkan diri mu ya."


Dokter Richard mencoba untuk menenangkan perasaan Zivanna.

__ADS_1


Dan Samuel pun memilih untuk keluar dari ruangan nya.


" Aku tidak pernah menyangka semuanya akan terjadi seperti ini, sebelum nya aku merasa jika Zivanna yang akan berubah sikap dengan Bianca tapi ternyata Bianca yang membuat hubungan ku dengan Zivanna menjadi seperti ini."


Suster Vina mendengar perkataan Samuel, dia pun merasa kasihan melihat Samuel.


" Ternyata yang harus banyak sabar itu Zivanna, kenapa Bianca harus seperti ini dengan Zivanna kasihan sekali Zivanna."


Suster Vina hanya bisa melihat Zivanna di kaca pintu saja dia tidak berani masuk ke dalam ruangan.


" Zivanna kamu jangan sampai bilang menyesal, lihatlah anak yang ada di dalam kandungan mu ini. Jika kamu mengatakan menyesal, itu tandanya kamu tidak menginginkan kehadiran bayi di dalam kandungan mu."


Zivanna mengelus perut nya, dia yang benar-benar merasa sangat emosional sekali.


" Aku sudah mengalah Ayah, aku datang ke sini di saat Bianca yang katanya pulang sore ini. Tapi apa dia selalu saja berpikiran negatif terhadap ku, ketika Papa nya belum datang dia bilang aku yang melarang nya."


Dokter Richard merasa jika Zivanna memang sudah sangat capek sekali, Zivanna yang sudah merasa jika kesabaran nya itu hanya sia-sia saja di mata Bianca.


" Sekarang kamu istrirahat yaa, sudah jangan pikirkan Bianca. Hapus pikiran mu tentang dia, sekarang kamu fokus saja pada kehamilan mu yaa."


Dokter Richard akan selalu menunggu Zivanna dia tidak akan meninggalkan Zivanna.

__ADS_1


Dokter Richard memegang tangan Zivanna, dan mengingatkan Zivilia bisa tenang selama kehamilan nya ini.


__ADS_2