I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 07.


__ADS_3

Ketika Zivanna menutup pintu kamar Bianca terlihat Samuel yang baru saja pulang bersama dengan Ibu nya.


"Mereka pulang di saat Bianca yang sudah tertidur pulas, kasihan sekali Bianca pantas dia merasa kesepian."


Zivanna pun turun tangga dan Samuel melihat nya.


"Suster Zivanna kemarilah."


Samuel yang belum mengenalkan Suster Zivanna kepada Mama nya.


Sesilia Mahendra pun tersenyum manis ketika melihat Suster Zivanna.


"Suster yang sangat cantik sekali, semoga kamu bisa sabar dan sayang dengan Bianca. Karena Bianca yang sudah di tinggalkan oleh Ibu di saat dia masih bayi hanya untuk bersama dengan mantan kekasih. Itu sangat menyakitkan hati sekali, walaupun kamu yang masih muda tapi saya yakin Bianca akan merasa nyaman bersama dengan kamu."


Samuel pun langsung memilih untuk pergi ke kamar Bianca dia ingin bertemu dengan Bianca.


"Semoga saja saya bisa menjadi Suster yang terbaik untuk Bianca tapi sepertinya saya lebih ingin memakai baju biasa saja. Apakah Ibu Sesilia Mahendra mengijinkan nya."

__ADS_1


Sesilia Mahendra pun tersenyum manis kepada Zivanna.


"Mungkin kamu yang merasa sangat nyaman dengan baju biasa bukan baju seragam saya tidak masalah yang penting kamu yang bisa membuat Bianca nyaman bersama dengan kamu."


Zivanna pun menunduk kepala nya dia yang merasa sangat bahagia sekali.


"Terimakasih banyak Ibu Sesilia, kalau begitu saya permisi pergi dulu ke kamar."


Zivanna pun langsung pergi ke kamar nya dia masuk dan menutup rapat pintu kamar nya.


"Kamar yang sangat sederhana sekali yaa, tidak ada AC tapi beruntung masih ada kipas yang mengeluarkan angin."


Samuel membuka pintu kamar dia menyalakan lampu kamar dan melihat Bianca yang sudah tidur pulas.


Samuel membelai rambut panjang Bianca dan juga mencium kening nya.


"Maafkan Papa yaa sayang, Papa yang selalu pulang malam tidak pernah membaca kan dongeng sebelum tidur. Semoga dengan hadir nya Suster Zivanna kamu tidak merasakan kesendirian berada di dalam rumah."

__ADS_1


Sesilia pun masuk ke dalam kamar tersebut dia melihat Samuel yang memegang tangan Bianca.


"Suster Zivanna yang terbaik untuk Bianca, dia tidak hanya cantik dia juga seperti seorang yang penyayang walaupun seperti nya usianya yang masih sangat muda."


Samuel berdiri dan mulai pergi dari Bianca.


"Aku pun sangat bersyukur sekali dengan pilihan ku yang tepat untuk memilih nya sebagai Suster."


Samuel pun langsung pergi keluar dari kamar Bianca, Sesilia merasa jika dia menyukai Zivanna dari awal melihat nya.


"Jika Suster Zivanna bisa membuat Bianca bahagia dia juga pasti bisa membuat Papa nya bahagia."


Sesilia mencoba untuk menggoda Samuel.


"Maksud Mama apa, ingin menjodohkan aku dengan Suster Zivanna yang kita tidak tahu asal-usul keluarga seperti apa. Sudahlah Mam rasa sakit hati ku sangat dalam akibat apa yang sudah Maudy lakukan kepada ku."


Samuel pun langsung masuk ke dalam kamar nya dan Sesilia masih saja tersenyum manis.

__ADS_1


"Sampai kapan dia masih saja merasakan rasa sakit hati, apakah Samuel benar-benar tidak akan membuka hati nya untuk Wanita lain karena kenyataannya Bianca membutuhkan kasih sayang seorang Ibu."


Sesilia pun berjalan menuju ke kamar nya, kamar mereka berjajar Samuel , Bianca dan juga Sesilia sehingga jika Bianca merasa ketakutan dia bisa langsung masuk ke salah satu kamar yang ada di pinggir nya.


__ADS_2