
Suster Zivanna dan Bianca di perjalanan menuju ke rumah, wajah Suster Zivanna yang baru saja bertemu dengan Maudy dia begitu sangat terkejut sekali.
Suster Zivanna pun memilih untuk mengirimkan pesan kepada Samuel.
*Pak Sam, saya tadi bertemu dengan Bu Maudy. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi mungkin apakah di pertemukan saja Bianca dengan Ibu Maudy karena saya hawatir Ibu Maudy bisa menculik Bianca*
Samuel yang membaca pesan dari Suster Zivanna dia pun merasa sangat kebingungan sekali dan apakah memang mereka berdua yang harus di pertemukan.
*Kamu tenang yaa Zivanna, semua pasti akan baik-baik saja. Besok saya akan mempertemukan Bianca dan Maudy di acara peresmian toko kosmetik terbaru Ibu Lollyta*
Zivanna pun terkejut ketika membaca pesan dari Samuel, jika dia datang dia akan bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Ini lebih seram dari khayalan ku nggak pernah terpikirkan."
Bianca pun terus saja memandangi ekpresi wajah Suster Zivanna.
"Suster Zivanna, apa yang lebih seram? aku jadi penasaran sekali jadi nya."
Suster Zivanna lupa jika dia yang masih bersama dengan Bianca.
"Hmmmm, seram sekali jika kita masuk ke rumah berhantu itu sangat luar biasa seram nya."
Bianca pun langsung terdiam ketika dia mendengar jawaban dari Suster Zivanna.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di rumah, ingin rasanya Zivanna menanyakan langsung kepada orang tua nya tapi itu seperti nya tidak mungkin karena dia yang selalu bersama dengan Bianca.
"Suster Zi, ayo kita masuk ke dalam kamar. Kenapa Suster Zi melamun seperti itu,? apa yang sebenarnya sedang Suster Zi pikirkan."
Zivanna pun langsung menarik tangan Bianca ke dalam kamar dia yang mulai tidak memikirkan hal tersebut.
__ADS_1
Sekarang di pikiran Zivanna jika memang identitas nya harus terbongkar dia harus bisa menerima nya.
Zivanna menutup rapat pintu kamar Bianca, dan pun mengantikan baju seragam Bianca.
"Sekarang bagaimana jika kita mengerjakan tugas ya sayang, mengerjakan PR dari Ibu guru."
Bianca tidak mengeluarkan buku yang ada di dalam tas nya.
"Tidak ada PR untuk hari ini Suster Zivanna."
Zivanna semakin salah tingkah di hadapan Bianca.
"Lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan,? apakah kita akan tidur siang yang menyenangkan? atau kita akan masak. Tapi jika masak lebih baik kamu saja yaa Bianca, Suster tidak bisa melanjutkan nya."
Bianca pun merasa kebingungan apa yang harus dia lakukan bersama dengan Suster Zivanna.
"Bagaimana jika kita keluar kamar menunggu kedatangan Papah dan Omah, sambil membaca buku dongeng."
"Sayaaaaang bagaimana jika kita membaca dongeng nya di ruang tamu saja yaa, ruangan lebih luas."
Zivanna pun langsung membawa Bianca ke ruangan tersebut dan mereka berdua mulai membaca cerita masing-masing.
Zivanna pun memilih untuk mengambil buku dongeng milk Bianca dan dia membiarkan Bianca tidur di pundak.
Zivanna menginginkan Bianca tertidur pulas karena dia yang ingin menelephone orang tua nya.
Bianca sudah kelihatan mulai mengantuk dan dia pun benar-benar tertidur pulas di pundak Zivanna.
Melihat Bianca yang sudah tertidur pulas, Zivanna pun langsung membaringkan Bianca di sofa dan dia memilih untuk mengirimkan pesan kepada Ibu nya.
__ADS_1
*Apa maksud ibu mengundang Pak Samuel ke acara ibu, dan dia juga akan membawa aku untuk datang ke sana*
Lollyta yang kebetulan sedang memainkan handphone nya dia pun langsung membalas pesan dari Zivanna.
*Ibu ingin kamu juga bisa melihat peresmian toko kosmetik itu yang baru tapi bukan sebagai Putri cantik tapi sebagai Suster Zivanna*
*Lalu bagaimana dengan Ayah, apakah Ayah sanggup bersikap seperti tidak mengenalku di acara tersebut*
*Ayah sanggup sayang, kamu tenang aja yaa semuanya pasti akan baik-baik saja*
*Baiklah, Bu tadi di sekolah aku di hampiri Maudy Larissa. Seperti nya dia merasa cemburu dengan posisi aku yang sebagian Suster untuk Bianca*
*Sudah biarkan saja dia seperti itu, yang penting kamu benar-benar bekerja sebagai seorang Suster yang baik. Acara peresmian pembukaan toko ibu di laksanakan jam 1 siang, apakah perlu ibu mengirimkan kamu pakaian untuk acara besok*
*Tidak perlu Bu, aku pakai baju yang ada saja*
*Baiklah sayang, sampai ketemu besok siang yaa sayang. Maafkan ibu yang harus sibuk hari ini yaa tidak bisa berlama-lama mengirimkan pesan kepada kamu*
*Iya bu tidak apa-apa*
Zivanna pun seketika dia langsung berpikir jika Ibu nya seperti sedang merencanakan sesuatu di acara nya tersebut.
"Aku percaya kan semua nya kepada ibu, semoga saja tidak terjadi apa-apa. Aku tetap aman bisa menjadi Suster di sini."
Melihat Bianca yang tertidur pulas membuat Zivanna pun merasa sangat ngantuk sekali dia juga merasa sangat capek.
"Masih lama kan menuju ke jam pulang kantor, aku bisa istirahat sejenak. Karena aku juga manusia bukan robot."
Suster Zivanna memejamkan mata sambil memegang tangan Bianca hanya kepala nya saja yang menyentuh kursi sedangkan kaki nya di lantai.
__ADS_1
Mereka berdua kelihatan sangat capek sekali sehingga membuat para pegawai yang melihat nya membiarkan mereka berdua tidur.