I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (99)


__ADS_3

Dokter Richard menghampiri Zivanna dan juga Bianca.


" Zivanna, kamu hati-hati yaa. Sebenarnya Ayah merasa sangat berat hati sekali jika melihat kamu harus pergi meninggalkan Ayah dan Ibu di sini. Tapi ini sudah tugas mu selama dua tahun untuk bisa bersama dengan Bianca, kamu memang harus berjuang terus yaa."


Zivanna langsung memeluk Ayah nya dia merasa sangat sedih sekali, dan Bianca pun hanya bisa melihat mereka berdua menagis.


" Dokter jangan sedih yaa, aku janji akan selalu menjaga Suster Zivanna."


Dokter Richard merasa sangat tersentuh sekali ketika mendengar perkataan Bianca.


"Terimakasih yaa sayang, kamu jaga Suster Zivanna baik-baik yaa."


Dokter Richard mencium kening Bianca.


" Ayo Bianca, seperti nya Papa dan Omah sudah menunggu kita di mobil."


Mereka berdua pun melambaikan tangan nya kepada Dokter Richard.


" Aku seperti melihat Zivanna yang sedang pergi bersama dengan anak nya, Bianca yang seperti cucu ku saja."


Dokter Richard pun memilih untuk pergi ke kamar nya, karena jika dia melihat Zivanna dan Bianca pergi dia pasti akan merasa sangat sedih sekali.


Zivanna dan Bianca melihat Omah dan Papa nya yang sudah menunggu nya di depan mobil.


Lollyta pun menghampiri mereka berdua.


" Bianca sayang baik-baik yaa, jika Mama datang kamu berteriak kencang saja yaa. Supaya orang-orang yang ada di sekitar membantu kamu yaa, kaku harus berani melawan."


Bianca menggangukan kepalanya.


" Tante cantik, aku pulang yaa."


Bianca dan Zivanna pun bersalaman dengan Lollyta.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, Zivanna merasa sangat senang sekali ketika dia bisa kembali ke rumah itu dan bisa bertemu dengan dengan CEO tampan yang dia cinta.

__ADS_1


Zivanna masih saja mengingat perkataan Samuel yang menyebutnya cantik.


" Jika Pak Samuel bilang aku cantik itu tandanya dia juga seperti punya rasa kepada ku, Pak Samuel lama-lama juga bisa mempunyai perasaan cinta terhadap ku."


Ucap Zivanna dia dalam hati nya sambil memperhatikan wajah Samuel.


" Suster Zivanna aku sangat mengantuk sekali."


Zivanna pun langsung memeluk Bianca, deh Bianca tidur di pelukan nya.


Sesilia melihat kedekatan Zivanna dan Bianca. Dia merasa sudah sangat cocok sekali Zivanna menjadi Ibu untuk Bianca, sudah cantik dia juga penyayang dan sekarang tinggal menunggu Samuel peka terhadap Zivanna.


Zivanna pun tidak kuasa menahan rasa ngantuk nya, akhirnya mereka berdua pun tidur bersama di mobil.


Melihat Zivanna dan Bianca yang tertidur pulas di mobil, Sesilia pun mulai berani berbicara dengan Samuel.


" Samuel kamu tidak mempunyai perasaan terhadap Suster Zivanna,?"


Samuel begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar pertanyaan dari Mama nya, dan dia pun langsung melihat ke belakang.


Samuel merasa tidak bisa menjawab pertanyaan dari Mama nya, karena dia yang merasa masih trauma dengan cinta. Apalagi Zivanna yang masih muda dan cantik, umur mereka berdua yang terpaut jauh. Samuel takut di saat dia yang sudah tua, Zivanna pergi meninggalkan nya demi lelaki tampan.


" Kamu tidak lihat begitu sangat dekat sekali hubungan mereka berdua, Zivanna benar-benar sudah merasa sayang dengan Bianca begitu juga dengan Bianca. Jika kamu mencari yang baru belum tentu Bianca akan menyukai nya."


Samuel pun menghela nafas panjang nya.


" Seperti nya aku tidak akan menikah lagi, jika aku tidak menemukan wanita yang cocok dengan Bianca."


Mereka pun akhirnya sampai, Bianca di gendong oleh Samuel. Sedangkan Zivanna di bangunkan oleh Sesilia.


Zivanna pun merasa melayang di saat dia sedang berjalan, Zivanna benar-benar merasa sangat mengantuk sekali.


Sampai akhirnya dia pun sampai di kamar Bianca dan bisa tertidur pulas bersama.


Samuel tersenyum melihat Zivanna dan Bianca yang sampai berpelukan seperti itu.

__ADS_1


" Kenapa mereka berdua bisa seperti ini yaa, padahal dalam keadaan tidur pulas tapi mereka berdua bisa saling berpelukan."


Samuel mematikan lampu kamar dan keluar dari kamar tersebut.


Di saat Zivanna bisa tidur nyenyak Maudy dia masih saja memikirkan Bianca.


" Kenapa tidak ada kabar dari siapa pun tentang Bianca, aku di sini sangat ketakutan sekali. Aku ingin Bianca ketemu agar hidup ku bisa tenang tidak seperti ini, aku takut sekali setelah melihat rekaman cctv mereka langsung melaporkan aku ke pihak kepolisian."


Sebastian melihat Maudy yang gelisah dan dia pun langsung menghampiri nya.


" Maudy, kamu kenapa lagi. Sudah jangan di pikirkan lagi, seperti nya Bianca sudah ketemu. Buktinya kamu baik-baik saja kan, tidak ada yang menelephone mu dari pihak kepolisian."


Maudy baru menyadari nya dan dia pun mulai merasa sedikit tenang.


" Benar juga semoga saja."


Perasaan Maudy mulai merasa sedikit tenang.


" Tapi bagaimana jika polisi datang di saat aku keluar dari Rumah Sakit, aku tidak mau keluar dari Rumah Sakit. Aku ingin tetap berada di sini, aku ingin tetap di Rumah Sakit walaupun aku sudah sembuh."


Sebastian merasa sangat kasihan sekali melihat kondisi Maudy, dia berniat untuk datang ke rumah Samuel dan meminta maaf kepada keluarga karena ulah Maudy.


" Tidak Maudy, itu tidak mungkin terjadi. Sekarang lebih baik kamu tidur yaa, pejamkan mata mu ya jangan memikirkan apapun yaa."


Maudy memegang tangan Sebastian dia merasa sangat ketakutan sekali, dan tiba-tiba saja handphone nya bergetar.


Maudy pun langsung terbangun dan mengambil handphone nya, dan ternyata Sesilia mengirimkan video cctv di sekolah Bianca.


* Sudah sangat jelas sekali kamu yang membuat Bianca pergi, dari video ini sangat terlihat jelas sekali. Maudy kamu tidak bisa berbohong, ini adalah bukti yang kuat*


Maudy langsung melemparkan handphone sampai rusak dan dia pun berteriak histeris sekali sambil menjambak rambut panjang nya.


Samuel pun langsung memanggil Suster ketika melihat kondisi Maudy yang sangat menghawatirkan sekali.


Maudy terus saja berteriak jangan sampai menangis histeris dia menjambak rambut nya.

__ADS_1


Sesilia yang begitu sangat membenci Maudy dia sengaja mengirimkan video tersebut di jam tidur, agar Maudy tidak bisa tidur.


__ADS_2