I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 316


__ADS_3

Zivanna menangis di sepanjang perjalanan menuju ke rumah nya sambil memegang perut nya.


" Kamu harus kuat yaa Nak, kita berjuang bersama yaa sayang. Ingat jangan sampai manja yaa sayang, kita berdua pasti bisa melewatinya."


Zivanna mencoba menguatkan hatinya, dia tidak mau terus merasa bersedih.


Handphone Zivanna berdering kencang dan dia Zivanna melihat ternyata panggilan telephone masuk dari Ibu nya.


* Hallo Ibu, aku sudah di perjalanan menuju ke rumah*


* Baguslah sayang, ibu merasa sangat lega sekali. Kamu istrirahat yaa sayang, jangan banyak pikiran kasihan anak yang ada di dalam kandungan mu*


* Baiklah Bu, aku mengerti*


* Yasudah Ibu kembali bekerja yaa*


* Iya Bu*


Zivanna mengakhiri panggilan telephone nya, dia menyimpan handphone sambil memegang kepalanya.


" Aku sangat pusing sekali."

__ADS_1


Zivanna mulai mengeluh sakit kepala beruntung nya, Zivanna sudah sampai di depan rumah nya.


" Zivanna pun segera turun dari mobil nya, dia berjalan menuju ke kamar nya."


Zivanna membuka pintu kamar nya dan melemparkannya tas nya, Zivanna membaringkan tubuhnya di atas kasur.


" Sangat lelah sekali yaa Nak, rasanya ibu ingin sekali kamu segera lahir di dunia ini."


Zivanna memegang perut nya sambil memejamkan mata nya.


Zivanna memilih untuk beristirahat sedangkan Samuel dia sangat menghawatirkan kondisi Zivanna.


" Bagaimana dengan Zivanna yaa, apakah dia baik-baik saja. Aku merasa serba salah, seperti harus memilih antara Zivanna atau Bianca. Sebulan pilihan yang tidak mudah untuk aku pilih, karena ini bukan untuk di pilih."


" Samuel, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa Zivanna harus pergi, Zivanna sedang hamil loh kasihan sekali dia."


Samuel menjelaskan semuanya kepada Mama nya.


" Semua karena Bianca, Bianca yang tidak mau mempunyai adik dan Bianca yang menginginkan aku bisa bersama dengan Maudy kembali."


Sesilia pun sampai menghelakan nafas panjang nya.

__ADS_1


" Sampai kapan Bianca akan terus seperti ini,? Selalu saja berdebat dengan Zivanna. Sedangkan dulu Bianca yang telah memilih Zivanna sebagai Ibu sambung, tapi karena ucapan Maudy membuat Bianca menjadi berubah."


Sesilia pun memilih keluar dari kamar Samuel, dia melihat Bianca yang sedang makan siang di temani Suster Vina.


Sesilia sengaja mendekati Bianca.


" Bianca, kamu menginginkan Papa mu kembali bersama dengan Mama mu,? Apakah kamu sudah lupa jika Mama mau itu pernah meninggalkan mu pada saat masih bayi."


Sesilia mencoba untuk mengingat kembali apa yang pernah terjadi di masa lalu.


" Aku sudah memaafkan semuanya, aku tidak benci Mama Maudy. Aku sayang Mama Maudy, pokonya Mama Maudy yang terbaik."


Suster Vina memandangi wajah Sesilia yang seperti sudah sangat kesal sekali dengan Bianca.


" Coba kamu pikirkan kembali, Mommy Zivanna dia sangat baik sekali kepada mu. Sedangkan Papa Sebastian, dia pernah membuat mu ketakutan bahkan menangis."


Bianca langsung menghentikan makan nya.


" Papa Sebastian itu memang tidak pantas menjadi suami Mama Maudy, Mama Maudy memang harus kembali dengan Papa Samuel."


Bianca tidak menghabiskan makanan nya, dia memilih berlari menuju ke kamar nya.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan, Samuel tidak mungkin bisa bersama dengan Maudy. Samuel sudah sangat beruntung mendapatkan Zivanna, Zivanna wanita yang terbaik untuk Samuel."


Suster Vina pun berpikiran sama seperti Sesilia, Suster Vina berpikir bagaimana caranya merubah sikap Bianca kembali seperti dulu lagi.


__ADS_2