
Setelah mendapatkan persetujuan dari Samuel, Lollyta pun tinggal menjemput Zivanna di saat keluarga nya sudah pulang berkerja.
* Zivanna sekitar jam 7 malam, Ibu akan menjemput mu yaa.*
Zivanna yang membaca pesan dari ibu nya dia pun terkejut.
" Pak Samuel memberikan ijin,? apakah ini benar yaa."
Zivanna masih merasa tidak percaya, dia akan bertanya kembali dengan Samuel.
* Baiklah Ibu ku sayang*
" Seperti nya aku memang harus menjadi model, lalu bagaimana dengan pekerjaan ku sebagai seorang Suster. Mungkin kah aku di takdir kan untuk bisa merawat keluarga ku nanti, hmmmm kapan yaa Pak Samuel menyatakan perasaan cinta nya sama aku."
Zivanna merasa jika Samuel yang sudah mengatakan dia cantik itu seperti pertanda bahwa dia mulai menyukai nya.
" Padahal dia kan punya nomber handphone ku, kenapa dia tidak langsung saja mengirimkan pesan kepada ku tentang perasaan nya. Dan jika aku yang sudah resmi menjadi kekasih nya, aku akan lebih berani lagi untuk melawan mantan kekasih nya itu."
Bell pulang berbunyi dan Bianca pun langsung berlari menghampiri Suster Zivanna.
" Suster Zivanna, aku ingin sebelum pulang kita pergi ke kantor Papa yuu. Aku ingin kita makan siang bersama dengan Papa, aku sangat ingin sekali."
Zivanna merasa sangat setuju sekali ini adalah kesempatan nya untuk bisa semakin dekat dengan Samuel.
" Baiklah sayang, ayo kita berangkat."
Zivanna kelihatan lebih semangat dari pada Bianca, dan Bianca pun tersenyum.
" Suster Zivanna senang yaa bisa bertemu dengan Papa,? seperti nya Suster Zivanna ingin selalu bisa bersama dengan Papa."
Zivanna merasa sangat malu sekali ketika Bianca yang sudah bisa membaca wajah nya.
" Bianca, Suster Zivanna ingin bertanya kepada kamu yaa. Jika Suster Zivanna menjadi Mommy baru Bianca, apakah Bianca setuju?."
Zivanna ingin mengetahuinya jawaban langsung dari Bianca.
__ADS_1
" Aku melihat Suster Zivanna yang begitu sangat suka dengan Papa, tapi Papa yang seperti malu-malu. Jika Suster Zivanna menjadi Mommy aku, aku sangat mau sekalian karena Suster Zivanna itu cantik dan baik."
Zivanna merasa senang setidaknya dia sudah mengetahui jika Bianca yang setuju.
" Papa Samuel itu seperti nya tidak suka dengan Suster Zivanna, kalau dia malu-malu mau sampai kapan yaa."
Bianca menepuk pundak Suster Zivanna.
" Nanti juga Papa tidak akan malu-malu lagi yaa, nanti juga Papa berani bilang jika Papa menyangi Suster Zivanna seperti Papa sayang dan cinta sama aku."
Zivanna merasa sangat gemas sekali dengan Bianca dan akhirnya mereka berdua pun sampai di kantor.
Bianca dan Zivanna sudah seperti ibu dan anak mereka yang selalu saja berdua kemampuan pergi.
Sampai lah di depan pintu ruangan Samuel.
Zivanna membuka pintu tersebut membuat Samuel merasa di beri kejutan.
Bianca pun menyadari nya ketika Papa yang terus saja memandangi wajah Suster Zivanna.
" Kalau Papa suka dengan Suster Zivanna, Papa bilang saja. Karena Suster Zivanna itu sangat cantik sekali kan, Papa sampai fokus begitu lihat wajah Suster Zivanna."
Samuel pun merasa sangat malu sekali mendengar perkataan Bianca, dia langsung menggendong Bianca dan membawa ke kursi kerja nya.
Zivanna menutup pintu dia masuk dan duduk berjauhan dengan Samuel, Zivanna merasa sangat berbunga-bunga sekali ketika dia melihat Samuel yang memandangi nya begitu sangat serius sekali.
" Ada apa kamu datang ke kantor Papa,? kenapa tidak langsung pulang saja."
Bianca menggelengkan kepalanya nya.
" Pokoknya mulai sekarang dan seterusnya aku ingin makan siang bersama dengan Papa dan dengan Suster Zivanna juga yaa, supaya Papa tidak usah malu-malu lagi dengan Suster Zivanna."
__ADS_1
Samuel merasa jika Bianca sudah mulai tidak bisa di hentikan keinginan nya agar Papa nya bisa dekat dengan Suster Zivanna.
Samuel pun langsung bersiap-siap untuk pergi makan siang bersama dari pada harus mendengar perkataan Bianca yang selalu menyudut kan nya.
" Ayo kita pergi sekarang, Papa pusing kamu cerewet sekali."
Zivanna pun mengikuti mereka berdua di belakang. Zivanna di buat sangat bahagia sekali ketika dia bisa bersama dengan Samuel dan juga Bianca, dia merasa sudah seperti keluarga.
Mereka pun pergi menggunakan mobil Samuel, Samuel memilih tempat yang dekat saja karena dia juga banyak sekali pekerjaan yang harus dia kerjakan.
" Papa kita makan di sini saja, tidak usah yang mahal-mahal yaa, ini juga seperti nya enak."
Bianca memilih tempat makan ayam goreng kremes sambel dadakan.
" Iya Pak Samuel, siang-siang makan yang pedas-pedas enak."
Karena Zivanna dan Bianca menginginkan tempat tersebut, mereka pun turun dan langsung masuk.
Makan yang menggunakan kursi membuat Bianca dan Zivanna merasa sangat menikmati makanan yang yang di sediakan.
Samuel tidak bisa memakan pedas, dia melihat Zivanna yang begitu sangat suka dengan sambal.
" Apakah kamu tidak menghawatirkan kondisi lambung mu,? itu sangat pedas sekali dan kamu perempuan. Banyak sekali memakan sambal, apakah itu adalah rahasia kecantikan mu?."
Bianca tersenyum ketika Papa yang sudah mengakui kecantikan Zivanna sampai berbicara langsung.
" Aku sangat suka sekali makan pedas, sejak aku kecil pun aku sudah makan pedas. Ibu ku tidak melarang aku untuk mau mencoba makanan apapun tapi Ayah dia sangat cerewet sekali jika aku banyak makan pedas."
Samuel pun tersenyum sambil seperti ingin mencoba hanya saja dia takut.
" Coba saja dulu, memang terasa sangat pedas sekali tapi setelah itu kita malah ingin terus saja mencoba nya."
Samuel pun mencoba nya dan Bianca sudah bersiap-siap memegang botol minum untuk Papa nya.
" Ayo Papa pasti bisa, masa Papa kalah sama Suster Zivanna sih. Papa harus kuat karena Papa yang akan melindungi kita berdua, ayo Papa harus mencoba nya."
__ADS_1
Wajah Samuel kelihatan sangat tegang sekali dia pun langsung mencoba nya dan seketika dia merasa sensasi panas dan pedas di mulutnya.
Bianca pun langsung memberikan minuman untuk Papa nya sedangkan Zivanna dia hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat wajah Samuel yang sampai kelihatan pucat.