
Bianca memegang tangan Zivanna dan Zivanna pun langsung melirikan mata nya kepada Zivanna.
"Kalau Suster Zi, memberikan kado untuk Papa nanti Papa tahu jika Suster Zi itu banyak uang nya."
Seketika Zivanna pun terdiam karena dia yang baru bekerja beberapa hari saja sudah bisa membelikan kado untuk Samuel.
"Benar juga yaa sayang, yasudahlah sekarang kita harus bersiap-siap untuk bertemu dengan Papa."
Zivanna memberikan kue ulang tahun kepada Bianca dia membuka tas nya mengambil cermin, bedak dan lipstik.
Zivanna ingin terlihat cantik di hadapan Samuel.
"Sudah cantik Suster Zivanna, sudah jangan pakai bedak yang tebal. Papa tidak suka."
Seketika Zivanna pun langsung mengambil tissue dan menghapus bedak nya.
"Benarkah itu Astaga kenapa tidak bilang dari tadi."
Zivanna menghapus kembali make up nya, dia pun menghapus kembali lipstick nya.
Akhirnya mereka berdua pun sampai di depan kantor Mahendra.
"Wah, besar sekali yaa kantor nya."
Zivanna dengan berhati-hati dia mengambil kue dan juga memperhatikan Bianca.
Zivanna di perhatikan oleh semua pegawai yang ada di kantor tersebut karena sebelumnya belum pernah ada wanita yang datang ke kantor untuk membawa kue untuk Samuel.
__ADS_1
"Cantik sekali yaa dan juga masih muda, seperti itu adalah calon istri nya Pak Samuel."
Ucap salah pegawai yang ada di sana.
"Iya cantik sekali yaa, Pak Samuel juga masih tampan walaupun sudah mempunyai anak."
Zivanna pun akhirnya berada di depan pintu ruangan Samuel dan kebetulan di dalam nya pun ada Sesilia.
Bianca mengetuk pintu dan Zivanna pun dan Samuel pun langsung membuka pintu tersebut dan ternyata.
"Surprise Selamat Ulang Tahun Papa."
Samuel pun begitu sangat terkejut sekali dia langsung memeluk erat Bianca.
"Terimakasih banyak sayaaaaang."
"Ayo Papa tiup lilin nya."
Tangan Zivanna sedikit bergetar ketika Samuel menghampiri nya karena dia yang memegang kue ulang tahun itu.
Samuel memejamkan mata nya dan Zivanna pun langsung berbicara di dalam hati nya.
"Tuhan semoga orang yang ada di hadapan ku ini adalah jodoh ku."
Mereka berdua terlihat sama-sama memejamkan mata dan membuka mata secara bersamaan.
Bianca pun tersenyum manis melihat kebersamaan mereka berdua.
__ADS_1
"Ayo Pah potong kue nya, dan berikan kepada Omah, aku dan Suster Zivanna."
Zivanna lebih memilih untuk menyimpan kue tersebut di atas meja karena dia tidak kuat dengan tatapan mata Samuel.
Samuel pun mulai memotong kue ulang tahun nya, dia pun menyuapi Mama nya.
"Terimakasih sayang doa terbaik untuk kamu yaa, semoga kamu segera mendapatkan kebahagiaan dengan wanita yang tepat."
Samuel pun menganggukkan kepalanya dan dia menyuapi Bianca sambil mencium pipi nya.
"Selamat ulang tahun Papa, sehat selalu yaa Papa. Selalu sayang aku yaa Papa."
Samuel pun memegang tangan Bianca.
"Papa akan selalu sayang kamu, karena hanya kamu yang Papa punya."
Zivanna pun seketika dia merasa sangat gugup bagaimana rasanya dia di suapi oleh Samuel.
Samuel pun langsung menghampiri Zivanna.
"Selamat ulang tahun Pak Samuel."
Suara Zivanna terdengar sangat bergetar dan Samuel pun langsung memberikan potongan kue untuk nya.
Tiba-tiba saja Samuel langsung memeluk nya.
"Terimakasih banyak Suster Zivanna sudah membuat Bianca tersenyum dan tidak merasa sendirian."
__ADS_1
Zivanna di buat tidak bisa berkata-kata ketika Samuel memeluk nya dengan sangat erat sekali.