
Dokter Richard pulang ke rumah nya, dia memilih untuk langsung pergi ke kamar.
Lollyta tersenyum manis kepada suaminya.
" Kamu pulang awal ternyata."
Lollyta mengambil tas yang di pegang oleh suaminya.
Dokter Richard duduk dia ingin bicara dengan istri nya.
" Ayah bertemu dengan Zivanna dan Samuel di Rumah Sakit, kenapa Zivanna harus seperti ini. Ayah merasa sangat kasihan sekali melihat Zivanna, batin nya pasti tertekan ketika mendapatkan anak seperti Bianca."
Lollyta hanya bisa terdiam saja.
" Sekarang Zivanna harus sampai menginap di hotel hanya untuk bisa bersama dengan suaminya, beruntunglah kehamilan Zivanna yang sangat kuat sekali."
Lollyta seperti tidak kuasa menahan air mata nya.
" Sudahlah Ayah, kita jangan terlalu ikut campur dalam permasalahan mereka berdua. Zivanna istri yang menurut kepala suaminya, Ibu melihat Zivanna juga bahagia bersama dengan Samuel."
Lollyta pergi untuk menyiapkan air panas untuk suaminya.
" Aku merasa menyesal sekali jika Felix sebelum nya bisa jujur dan mau berjanji mengubah sikap nya, mungkin Zivanna akan bahagia bersama dengan Samuel."
Dokter Richard merasa dirinya semakin tidak respect dengan pernikahan Zivanna.
***
Maudy dan Sebastian sampai di rumah nya, Maudy melihat Sebastian yang semakin dingin dengan nya.
" Jika terus seperti ini bagaimana dengan aku yaa, aku tidak mau jika sampai dia mencari wanita yang baru."
Maudy mencoba untuk bersikap manis kepada Sebastian, ketika mereka berdua berada di dalam kamar.
Maudy mengunci pintu kamar nya, dia tersenyum manis kepada suaminya.
Maudy menghampiri suaminya dia memeluk erat tubuh suaminya.
" Maudy lepaskan pelukanmu, aku sangat capek sekali."
Sebastian melepaskan paksa pelukan Maudy.
" Aku ingin mandi membersihkan tubuh ku."
Sebastian masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
" Kenapa seketika dia langsung berubah seperti ini yaa, ini tidak seperti biasanya."
Padahal sebelumnya Sebastian berniat untuk pergi ke kantor nya, tapi Maudy berhasil membujuknya tapi kenyataannya malah seperti ini.
Maudy lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya, dia memejamkan mata nya sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan besok.
" Aku besok harus bertemu dengan Bianca, dan menceritakan semua rencana ku. Aku yakin sekali Bianca pasti bisa menerima kenyataan yang ada, agar kita berdua bisa bersama."
Sebastian mendengar perkataan Maudy, dia berpura-pura tidak mendengar.
" Aku ingin keluar sebentar, aku ingin menenangkan pikiran ku."
Maudy langsung terbangun dari tidurnya.
" Pergi untuk menenangkan pikiran,? Apakah kehadiran ku sudah membuat nya tidak tenang."
Maudy semakin tidak habis pikir dengan perubahan sikap Sebastian.
" Aku harus mengikuti nya, aku tidak mau dia sampai pergi bersama dengan wanita lain."
Maudy mengambil tas nya, dia membuka gorden jendela kamar nya dan melihat suaminya yang sudah pergi.
" Baiklah Maudy, waktu kamu mengikuti suami mu pergi. Jangan sampai dia bersama wanita lain, jika sampai itu terjadi wanita itu tidak akan pernah bisa bernafas lagi."
Maudy keluar dari kamar nya, dia berjalan cepat menuju ke mobil nya.
* Pak Sebastian, Ibu Maudy seperti terburu-buru dia keluar dari rumah*
* Terimakasih atas informasinya, seperti nya Maudy ingin mengikuti saya*
Sebastian sengaja memberhentikan mobilnya agar Maudy bisa mengikuti nya.
Setelah melihat mobil Maudy dari jarak jauh, Sebastian pun langsung menjalankan kembali mobil nya.
" Maudy Larissa, akan aku tunjukkan apa yang di sebut penghianat cinta. Selama ini kamu menikah dengan ku tapi sedikit pun tidak cinta kepada ku, bahkan kamu masih berharap ingin kembali bersama dengan suami mu."
Sebastian memilih untuk pergi ke tempat hiburan malam, dia ingin melihat bagaimana ekspresi wajah Maudy jika mengetahui dirinya pergi ke tempat seperti itu.
Maudy terus saja mengikuti Sebastian dari belakang, hingga akhirnya mobil Sebastian berhenti di depan hiburan malam.
" Apa, Sebastian pergi ke tempat seperti ini."
Maudy mulai terbawa emosi tapi harus bisa tenang dia pun masuk untuk memperhatikan suaminya.
Ketika Sebastian datang dia langsung di hampiri wanita - wanita malam yang cantik.
__ADS_1
Sebastian menolak nya dia memesan minuman non alkohol, karena Sebastian tidak mau sampai dirinya tidak sadar kan diri.
Maudy yang sangat emosional dia memesan minuman dia meminumnya sambil melihat suaminya yang di hampiri oleh wanita malam yang lain nya.
Sebastian hanya mengobrol saja, dia tidak mau sampai tidur bersama dengan wanita tersebut.
Maudy semakin banyak minum dia merasa sangat pusing sekali, sampai dia hampir terjatuh dan di tolongin oleh Felix.
Sebastian memperhatikan istinya yang hampir terjatuh, Sebastian hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali saja.
Sebastian memilih untuk pergi dari tempat tersebut, dia akhirnya mengetahui jika istri nya memang sering datang ke tempat itu.
Felix memperhatikan wajah wanita yang dia tolongin, Felix seperti mengenal nya.
" Bukan kah ini adalah mantan istri Samuel yang menikah dengan Zivanna, Astaga kenapa dia sampai seperti ini yaa."
Felix merasa sangat kasihan dia pun memilih untuk membawa Maudy ke Apartemen nya saja, Apartemen yang dulu berdekatan dengan Zivanna.
" Aku akan membawa nya ke Apartemen, dan setelah itu aku akan meninggalkan nya saja."
Di perjalanan menuju ke Apartemen, Maudy terus saja menyebut nama Samuel. Sehingga membuat Felix merasa kebingungan dengan Maudy, Maudy terus saja memanggil nama Samuel.
" Kenapa dia memangil nama mantan suaminya yaa, kenapa bukan suaminya yang sekarang."
Felix terus saja mendengar perkataan Maudy, perkataan yang seperti mengungkapkan perasaan hati nya yang masih ingin bersama dengan Samuel.
" Wanita ini pernah sampai despresi dua kali yaa, dan wanita ini juga yang mengatakan jika Zivanna adalah wanita simpanan Ayah nya sendiri."
Felix tersenyum ketika mengingat kembali kehidupan Maudy dan sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di depan gedung Apartemen.
" Pasti sangat berat sekali yaa, aku akan meminta bantuan satpam yang ada saja."
Felix keluar dari mobil nya dan dia memangil satpam untuk membantu nya, satpam tersebut pun membantu sampai di depan pintu Apartemen Felix.
Felix mengucapkan terimakasih dan memberikan uang kepada satpam tersebut, Felix membaringkan Maudy di atas kasur.
" Tidur nyenyak di sini yaa, seperti nya aku memilih untuk tidur di sofa saja."
Ketika Felix hendak pergi tangan Maudy memegang Felix.
" Sam, jangan pergi Sam. Aku sangat merindukan mu, maafkan aku yang dulu pernah meninggalkan mu demi menikah dengan Sebastian."
Felix akhirnya mengetahui penyebab rumah tangga Maudy pisah dengan Samuel.
Felix mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Maudy, tapi Maudy menarik kencang tangan Felix.
__ADS_1
Sehingga mereka berdua saling berhadapan di atas kasur.
Di mata Maudy lelaki yang ada di hadapannya itu adalah Samuel.