
Irene sudah menandatangani kontrak dia akan berkerja di saat sudah melahirkan anak nya, Irene kelihatan sangat bersemangat sekali.
Dia pun berpamitan dengan Lollyta untuk pulang ke rumah, tanpa sepengetahuan Irene ternyata Felix masih merasa penasaran dia menuggu Irene keluar dari kantor.
Irene masuk ke dalam mobil nya tapi dia seperti melihat mobil Felix.
" Seperti nya itu adalah mobil Felix, lebih aku hampir saja dia."
Dengan penuh keberanian Irene pun memilih untuk menghampiri Felix, Felix yang menyadari mobil Irene dia pun langsung turun dari mobil nya.
Melihat Felix keluar dari mobil nya, Irene dengan cepat turun.
Felix melihat perut Irene yang sudah sangat besar sekali.
" Irene apakah itu adalah anak ku,? Kamu memilih untuk mempertahankan kehamilan mu."
Irene tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Felix.
" Ini anak ku yaa, bukan anak mu. Karena menyuruh ku untuk menggunakan nya, tapi aku lebih memilih untuk mempertahankan nya."
Felix menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu dengan perkataan nya.
" Ya, aku minta maaf."
Irene merasa masih kesal sekali dengan sikap Felix di masa lalu.
" Irene, kamu sedang apa ada di kantor Ibu Lollyta?. Apakah kamu sedang melakukan perawatan, agar kamu selalu kelihatan cantik."
Irene mendekati Felix dia menarik kemeja putih Felix dengan penuh emosional.
" Felix, di saat aku memilih untuk mempertahankan kehamilan ku ini. Aku di usir oleh kedua orang tua ku, aku hidup dengan tabungan ku. Dan sekarang di saat aku mau melahirkan anak ku ini, tabungan ku menipis tapi ternyata ada sebuah kewajiban aku di berikan pekerjaan oleh Bu Lollyta."
Irene melepaskan genggaman tangan nya ke kemeja Felix.
Felix merasa malu dan tidak berguna karena dia sudah lepas tanggung jawab terhadap anak nya.
" Pergilah, jangan pernah ada di hadapan ku lagi. Dan tidak harus datang dan ingin tahu jika aku sudah melahirkan anak ku ini, ini adalah anak lelaki ku yang mungkin suatu saat nanti akan menyiksa mu."
Irene masuk ke dalam mobil nya, dia merasa sangat emosional sekali.
Irene melampiaskan dengan sebuah tangisan bahkan dia pun berteriak histeris di dalam mobil.
Felix yang mendengar teriakkan Irene dia langsung mengetuk pintu mobil Irene, tapi Irene memilih untuk menjalankan mobilnya.
__ADS_1
Felix masuk ke dalam mobil nya, dia ingin mengikuti mobil Irene.
" Aku menghawatirkan kondisi Irene yang sedang hamil tapi dalam kondisi emosional seperti itu."
Felix terus saja mengikuti mobil Irene sampai depan pintu gerbang rumah Irene, Irene turun dari mobil dia bilang kenapa Satpam untuk tidak mempersilahkan siapa pun bertamu ke dalam rumah nya.
Irene ingin menyendiri dia tidak mau di ganggu oleh orang lain.
Irene masuk ke dalam kamar nya, seketika dia mengingat orang tua nya.
" Mama dan Papa, aku sekarang sedang hamil besar. Seneng lagi aku akan melahirkan anak yang kalian benci yang kalian lebih memilih untuk menggugurkan nya, aku sendirian aku takut."
Irene menangis sambil mengelus perut besar nya dan menyenderkan kepalanya ke tembok.
Irene melihat rekaman cctv yang memperlihatkan Felix sedang berbicara dengan satpam.
" Apa maksud dari kehadiran nya kembali di hadapan ku, aku yang sudah ingin melupakan nya tapi kenapa dia harus ada kembali."
Irene mengelus perut nya sambil memandangi cctv.
***
Setelah mengantarkan Bianca, Maudy memilih untuk datang ke kantor suaminya.
Maudy memakai make up natural, dia juga memakai parfum, beruntung nya Maudy sudah tidak mual dan muntah lagi.
Merasa sudah cantik dan wangi, Maudy turun dari mobil nya dia masuk ke dalam kantor suaminya.
Pandangan mata tertuju pada Maudy, karena mereka yang baru melihat Maudy kembali.
Maudy berjalan cepat menuju ke ruangan suaminya, dia saat dia mau membuka pintu keluar sekertaris cantik dan masih muda.
Seketika pikiran Maudy langsung negatif terhadap sekertaris tersebut.
" Apa yang sudah kamu lakukan bersama dengan suamiku di dalam."
Pertanyaan Maudy membuat sekretaris tersebut merasa binggung untuk menjawab nya.
Mendengar suara Maudy, Sebastian langsung menghampiri mereka berdua.
" Kamu kembali ke ruangan mu yaa, biarkan saya bicara dengan istri saya."
Sebastian menarik tangan Maudy untuk masuk ke dalam ruangan nya.
__ADS_1
" Kamu bisa pelan-pelan nggak,? Ini aku sedang hamil muda loh."
Sebastian melepaskan genggaman tangan nya.
" Maudy, apa maksud dengan pertanyaan mu itu?. Kita berdua bekerja dia sekertaris ku yaa, kita bekerja sama."
Maudy merasa masih berpikiran negatif.
" Setelah aku hamil, sikap mu menjadi dingin kepada ku, wajar jika aku sebagai seorang istri mempunyai pikiran negatif terhadap mu."
Sebastian tersenyum tipis mendengar perkataan Maudy, ingin rasanya dia bongkar apa yang dia ketahui tentang Maudy.
Tapi Sebastian merasa belum saatnya karena dia melihat Maudy yang masih hamil muda.
" Maudy, selama aku berumah tangga bersama dengan mu. Bodohnya, aku yang selalu setia dengan mu dan aku tidak pernah berselingkuh dengan mu."
Maudy terkejut mendengar perkataan Sebastian.
" Aku pun tidak pernah selingkuh dengan siapapun selama kita berhubungan rumah tangga, kenapa kamu harus berkata seperti itu."
Maudy mulai merasa sangat emosional dengan perkataan Sebastian.
" Sebastian Gunawan, lihat aku yang sekarang sedang hamil anak mu. Tapi kenapa kamu bersikap seperti ini kepada ku, kamu seperti tidak peduli dengan kehamilan ku ini."
Sebastian menatap wajah Maudy.
" Maudy, aku ketika cinta kepada seseorang rasa cinta ku tidak mudah pudar walaupun kamu memiliki masa lalu yang kelam sebelum bersama dengan ku. Tapi jika aku sudah kecewa dengan pasangan ku, di saat dia mencoba untuk bermain cinta dengan seseorang seketika rasa cinta ku menghilang."
Maudy merasa tersinggung dengan perkataan Sebastian, tapi dia merasa cinta satu malam nya dengan Felix tidak akan pernah ada orang yang mengetahui nya.
Karena Felix sekali yang sangat menginginkan Zivanna kembali ke pelukan nya, tidak mungkin Felix membocorkan rahasia mereka berdua.
" Aku tidak akan pernah berkhianat, aku setia kepada mu. Aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu, aku bukan wanita murahan."
Sebastian membalikkan badannya dia memandangi wajah Maudy.
" Itu yang aku harapkan, istri ku bukan perempuan murahan yang mau tidur dengan lelaki lain."
Sebastian menghampiri Maudy dan mengelus perut nya.
" Sekarang lebih baik kamu pulang dan istirahat, ingat kehamilan mu yang muda."
Sebastian berjalan menuju pintu keluar dia membukakan pintu tersebut untuk Maudy.
__ADS_1
Maudy yang sebenarnya masih ingin diam di kantor dia dengan terpaksa harus pulang, Maudy merasa tidak sabar dia ingin segera melahirkan anak nya ini dan pergi meninggalkan Sebastian untuk selamanya.