I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 39.


__ADS_3

Keesokan harinya Suster Zivanna merasa lebih menantang sekali untuk mengantarkan Bianca ke sekolah nya karena mungkin saja hari ini dia harus menghadapi Maudy Larissa.


Di perjalanan menuju ke sekolah wajah Suster Zivanna terlihat sangat panik sekali dan tidak seperti biasanya membuat Bianca memperhatikan Suster Zivanna.


"Suster Zivanna kelihatan sangat panik sekali, Suster Zivanna kenapa? bisanya Suster Zivanna begitu sangat ceria sekali."


Suster Zivanna pun seketika dia langsung tersenyum kepada Bianca.


"Suster Zivanna baik-baik saja sayang, hanya saja Suster Zivanna yang sedang memikirkan kedua orang tua Suster."


Bianca pun merasa jika Suster Zivanna yang masih memikirkan kalung berlian pemberian Ayah nya.


"Suster Zivanna sedang memikirkan kalung berlian yaa,? pemberian Ayah nya yang sangat mahal itu. Lebih baik Suster Zivanna simpan saja itu kan pemberian dari orang tua Suster Zivanna mungkin saja itu adalah sebuah hadiah istimewa untuk Suster Zivanna."


Suster Zivanna tidak menyangka jika Bianca yang sangat pintar sekali.


"Iya tapi alangkah lebih baik nya uang nya tidak harus di belikan kalung berlian itu lebih baik untuk makan sehari-hari saja."


Bianca pun memegang tangan Suster Zivanna.


"Suster Zivanna sangat baik sekali yaa, Suster Zivanna berbakti kepada orang tua."


Mereka berdua pun akhirnya sampai di sekolah, ketika turun dari mobil Suster Zivanna pun langsung melirikan mata nya dan melihat apakah semuanya aman tidak ada Maudy Larissa di sekitar mereka berdua.


"Ayo sayang cepat masuk kelas yaa."


Suster Zivanna pun menyuruh Bianca untuk cepat-cepat masuk ke dalam kelas.


"Semangat sayang belajar yaa, semoga mendapat nilai yang sempurna."


Bianca pun masuk ke dalam kelas dan Suster Zivanna menghampiri supir pribadi dia menanyakan tentang Maudy.


"Pak, kemarin wanita itu datang jam berapa yaa. Apakah dia akan datang kembali yaa ke sekolah."

__ADS_1


Suster Zivanna memilih untuk mengobrol bareng dengan supir pribadi tersebut.


"Seperti nya dia akan datang karena keinginan dia itu adalah ingin bertemu dengan Nona Bianca."


Suster Zivanna pun mempersiapkan diri jika Maudy datang kembali, Suster Zivanna duduk sambil memainkan handphone nya. Dia melihat setatus Ibu nya.


"Oh sekarang itu adalah jadwal untuk pemotretan yaa, berarti dia sekarang sedang sibuk pemotretan jadi dia ada kemungkinan besar tidak datang ke sini. Hmmmm baguslah kalau begitu."


Suster Zivanna merasa sangat tenang sekali karena Maudy yang pasti sangat sibuk sekali, tapi ternyata di luar dugaan Suster Zivanna. Maudy ternyata masih menyempatkan diri untuk datang ke sekolah Bianca.


Dan begitu sangat terkejut sekali Maudy melihat Suster Zivanna yang ada untuk menuggu Bianca.


"Aku pikir wanita muda itu sedang bersama dengan Dokter Richard, karena Bu Lollyta yang sedang sibuk di kantor untuk pemotretan produk terbaru nya."


Maudy pun turun dari mobil nya dia pun langsung menghampiri Suster Zivanna yang sedang asik bermain handphone nya.


"Selamat pagi perkenalkan saya Maudy Larissa, saya adalah Mommy nya Bianca."


Suster Zivanna seketika dia pun langsung terkejut dan berdiri dari tempat duduk nya untuk melihat Maudy Larissa secara jelas.


Maudy memperhatikan penampilan Zivanna yang begitu sangat wah sekali apalagi handphone nya bukan handphone biasa.


"Oh begitu ya, selain menjadi seorang Suster apakah kamu mempunyai kerja sampingan. Sebagai seorang Suster harus nya kamu memang segaram yaa. Bukan memakai pakaian seperti ini, apakah ini adalah alat untuk memancing seseorang menjadi peka terhadap mu."


Suster Zivanna pun tersenyum ketika mendengar perkataan Maudy Larissa.


"Bapak Samuel pun dia tidak berkomentar dengan penampilan saya, kenapa Ibu ini yang harus banyak bicara. Yang penting saya bisa membuat Bianca nyaman ada di dekat saya."


Maudy mulai merasa emosional ketika mendengar perkataan Suster Zivanna.


"Bu Maudy sekarang ada keperluan apa yaa datang ke sekolah Bianca, bukan kah sebelum nya Bianca sudah bertemu dengan Ibu yaa tapi Bianca yang tidak mengenali Ibu sebagai Mommy nya kenapa bisa seperti itu yaa.'


Pertanyaan Suster Zivanna membuat Maudy kesulitan untuk menjawab nya, dia tidak mau jika Suster Zivanna mengetahui masa lalu nya.

__ADS_1


Dan beruntung nya Maudy di selamat dengan panggilan telephone dari Lollyta.


"Bu Lollyta."


Maudy merasa sangat bersyukur sekali Lollyta menelephone nya.


*Hallo Bu Lollyta*


*Maudy kamu sekarang sudah di perjalanan menuju ke kantor belum, ingat 30 menit lagi kita akan segera melakukan pemotretan yaa. Kamu jangan sampai telat yaa*


*Baiklah saya sekarang akan menuju ke kantor Bu, saya sekarang sedang di jalan dan saya usahakan akan datang tepat waktu*


*Baguslah saya tunggu*


Lollyta mengakhiri panggilan telephone dan Maudy pun langsung menatapi wajah Suster Zivanna.


Di pikiran Maudy Suster Zivanna itu adalah wanita simpanan Dokter Richard yang merupakan suami dari Lollyta.


Suster Zivanna pun merasa bahagia ketika Ibu nya tepat waktu untuk menyuruh Maudy untuk segera pergi ke kantor nya.


Maudy pun langsung pergi dia tidak berkata apa-apa lagi dengan Suster Zivanna, tapi Suster Zivanna yakin jika Maudy dia pasti akan kembali karena dia belum berbicara secara langsung dengan Bianca untuk mengatakan jika dia itu adalah Ibu kandung nya.


Supir pribadi pun langsung menghampiri Suster Zivanna.


"Ternyata dia itu adalah mantan istrinya Pak Samuel, untuk apa dia menanyakan Nona Bianca. Sedangkan yang saya tahu sejak bayi Nona Bianca hidup tanpa ada sodok seorang ibu di samping nya."


Suster Zivanna pun langsung duduk dia harus benar-benar hati-hati dengan Maudy.


"Pak kita harus hati-hati yaa dengan Bu Maudy, jangan sampai dia mengambil Bianca. Pak Samuel bisa marah besar jika Bianca di bawa pergi oleh Bu Maudy walaupun dia itu ibu kandung nya."


Supir pribadi tersebut pun menganggukkan kepalanya dia mengerti apa yang di katakan oleh Suster Zivanna dia akan melindungi Bianca dari Maudy Larissa.


"Lebih baik sekarang kita tidak bilang apa-apa dengan Bianca, biarkan saja Bianca tahu dengan sendirinya."

__ADS_1


Tidak terasa jam pelajaran pun berakhir dan Bianca waktu nya dia pulang sekolah.


__ADS_2