I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 325


__ADS_3

Maudy menyimpan handphone nya, dia ingin secepatnya pulang ke rumah nya.


Sebastian mendengar pembicaraan Maudy saat menerima panggilan telephone tapi Sebastian hanya bisa terdiam saja, Sebastian berpura-pura tidak mendengar nya.


" Nanti sore kita pulang ke Indonesia, persiapan diri mu dari sekarang."


Maudy seketika dia langsung tersenyum bahagia.


" Baiklah, aku sangat senang sekali mendengar nya."


Sebastian melihat sudah tidak ada perasaan cinta Maudy kepada nya.


" Aku ingin mempunyai anak dari mu Maudy, aku berharap besar setelah pulang dari Thailand kamu bisa hamil."


Sebastian duduk di samping Maudy.


" Jika aku hamil, apa yang akan kamu berikan kepada ku?."


Sebastian terkejut ketika mendengar perkataan Sebastian kepada nya.


" Maksud mu, aku harus memberikan uang kepada mu?. Jika kamu bisa hamil,? Maid kita berdua adalah pasangan suami-isteri kenapa kamu sampai mempunyai pikiran seperti ini."


Sebastian semakin hilang rasa cinta kepada Maudy.


Maudy yang merasa malu dia pun menundukkan kepalanya.


" Yasudah aku akan memberikan uang 2 milyaran kepada mu, jika bulan depan kamu bisa hamil anak ku."


Sebastian pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.


" Bulan depan,? Secepatnya itu kah?."


Maudy merasa itu tidak mungkin terjadi karena dirinya yang sebelumnya mengonsumsi obat penundaan kehamilan.


" Ya, jika kamu tidak hamil. Kamu bisa tinggalkan rumah ku dan tidak membawa apapun."


Sebastian memilih untuk langsung pergi meninggalkan Maudy di kamar hotel, Sebastian harus bisa pergi meninggalkan Maudy.


" Maudy memang tidak mencintai ku tapi aku memaksa dia untuk cinta kepada ku, seperti ini memang yang terbaik untuk hubungan kita berdua."


Sebastian akhirnya menyerah dalam hubungan nya bersama dengan Maudy.


Maudy di buat pusing sekali dia yang sebelumnya mengetahui jika yang membuat Bianca benci dengan Zivanna karena sekarang Zivanna sedang hamil.


" Bagaimana ini yaa, Bianca bisa lebih memilih bersama dengan Zivanna jika dia juga mengetahui aku yang sedang hamil."

__ADS_1


Maudy mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya, untuk memikirkan ini semua.


Dia sampai memegang kepala nya yang seperti sedang berputar-putar.


" Aku hamil dan melahirkan, aku mendapatkan uang dan setelah itu aku berikan bayi untuk Sebastian. Setelah memberikan bayi, aku akan menikmati uang yang di berikan oleh Sebastian kepada ku bersama dengan Bianca."


Maudy tersenyum manis dia begitu sangat jahat sekali, dulu demi bisa bersama dengan Sebastian. Maudy rela meninggalkan Bianca yang masih kecil, sekarang Maudy akan mengulangi semuanya.


" Sekarang yang aku pikirkan adalah bagaimana caranya aku bisa hamil dan setelah itu kebahagiaan akan datang kepada ku, 2 milyaran itu terlalu kecil untuk Sebastian. Di saat nanti aku melahirkan anak itu, aku akan meminta kembali uang yang lebih banyak."


Maudy mempersiapkan barang-barang yang akan di bawa pulang, Maudy pun tidak lupa membelikan oleh-oleh untuk Bianca.


" Di saat nanti aku pulang, aku harus membicarakan ini semua dengan Bianca. Aku tidak mau Bianca sampai salah paham, karena aku melakukan ini semua demi untuk bisa bersama dengan nya."


Maudy tersenyum puas di hadapan cermin.


" Maudy kamu pasti bisa melakukan semuanya, setelah anak itu besar seperti Bianca. Kamu akan hadir kembali di hadapan nya, dan memberitahu jika kamu adalah ibu kandung nya."


Demi uang Maudy rela melakukan apapun, karena yang di butuhkan itu uang bukan cinta yang abadi.


Di saat Maudy sudah mempunyai rencana nya, Sebastian dia memilih untuk menenangkan pikiran nya.


Sebastian mencari tempat yang bisa membuat nya nyaman.


Dia mengeluarkan handphone nya, dia ingin bicara dengan Samuel. Sebastian berpikir hanya Samuel yang bisa mendengarkan perkataan nya, apalagi ini semuanya berkaitan dengan Samuel juga.


" Handphone mu berdering cepat ambil."


Samuel mengambil handphone nya.


" Sebastian ada apa yaa, hmmm seperti nya sesuatu terjadi dengan rumah tangga nya."


Samuel langsung menjawab panggilan telephone tersebut.


* Hallo Sebastian ada apa yaa*


* Samuel, aku merasa Maudy semakin tidak masuk akal pemikiran nya*


* Maksudnya gimana*


* Bulan depan aku menginginkan Maudy untuk bisa hamil, aku akan memberikan uang 2 milyaran kepada nya. Dan Maudy kelihatan sangat semangat sekali, dia hamil bukan demi kebahagiaan tapi untuk uang saja*


* Astaga, seperti nya Maudy memang berniat untuk bisa bersama dengan Bianca. Ada mungkin besar, Maudy akan meninggalkan bayi tersenyum setelah mendapatkan uang*


* Aku pun menyadari sekarang Maudy memang tidak punya perasaan terhadap ku, Maudy hanya menginginkan uang dan kehidupan mewah saja*

__ADS_1


* Sebastian, aku berharap semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang terbaik. Karena jika kamu bersama dengan Maudy, bukan kebahagiaan rumah tangga yang kamu dapatkan*


* Aku mengerti, nanti sore aku akan pulang ke Indonesia. Karena sudah tidak mungkin berlama-lama bersama dengan seorang yang tidak mempunyai perasaan terhadap kita*


* Yasudah Sebastian aku menunggu kedatangan mu pulang, kita bisa mengobrol lebih dekat*


* Iya Samuel, terimakasih banyak yaa*


* Iya Sebastian*


Sebastian mengakhiri panggilan telephone nya.


Samuel menatap wajah Zivanna, dia merasa sangat bersyukur sekali mendapatkan istri cantik dan sayang kepada nya.


" Terimakasih banyak yaa, aku merasa sangat beruntung sekali mendapatkan istri seperti mu."


Samuel mencium kening Zivanna.


" Dan aku berterima kasih kepada mu, karena kamu selalu mencoba untuk membahagiakan ku."


Samuel mengelus perut Zivanna.


" Sayang, jika kamu perempuan kamu pasti sangat cantik sekali seperti Mommy mu."


Samuel mencium perut Zivanna.


" Hmmmmmm, jika Maudy kembali dan berniat untuk mengambil Bianca. Apa yang akan kamu lakukan,? Bianca pun pasti lebih memilih untuk bisa bersama dengan Mama nya."


Samuel sampai menghelakan nafas panjang nya.


" Sekarang aku lebih akan membebaskan Maudy dengan Bianca, aku seperti ini bukan berarti aku sudah tidak peduli dengan Bianca karena aku sekarang sudah mempunyai anak ke dua. Tapi aku sudah sangat lelah sekali, jika setiap hari harus selalu bertengkar dengan Bianca."


Zivanna memegang tangan Samuel.


" Mungkin Bianca yang merasa lebih nyaman bersama dengan Mama nya, bagaimana pun juga Bianca akan selalu merindukan Mama nya."


Zivanna yang seperti sudah ikhlas dan sudah tidak mau lagi banyak pikiran dengan Bianca, Zivanna yang ingin fokus dengan kehamilan nya saja.


" Sekarang aku ingin fokus dengan kehamilan ku, dan aku berharap jika aku sudah melahirkan anak ini. Mungkin Bianca bisa berubah menjadi baik, karena keajaiban itu pasti ada."


Samuel berharap seperti apa yang di pikirkan oleh Zivanna.


" Zivanna seperti nya aku harus kembali ke kantor yaa, kasihan Mama."


Samuel berpamitan dengan Zivanna.

__ADS_1


" Hati-hati yaa, jika kamu tidak pulang ke sini hubungi aku yaa."


Samuel menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis kepada istri nya.


__ADS_2