
Felix baru membaca pesan dari Zivanna.
" Kenapa Zivanna sampai mengirimkan pesan seperti ini yaa, Jangan sampai Zivanna mengetahui semuanya."
Felix merasa sangat panik sekali, dia membuka akun media sosialnya dan melihat Zivanna meng-upload photo kebersamaan nya bersama dengan Irene dan bayi nya.
Felix memperhatikan wajah bayi tersebut yang sangat mirip dengan nya.
" Anak pertama ternyata laki-laki, wajah sangat mirip sekali dengan ku."
Felix terus saja memperhatikan wajah anak nya, dia seketika seperti ingin mengendong nya .
" Irene sangat benci dengan ku, percuma jika aku datang dia pasti akan mengusirku."
Felix menyimpan handphone nya dia ingin fokus pada pekerjaan nya, tapi tiba-tiba saja Felix teringat Maudy.
Felix memikirkan bagaimana jika Maudy juga hamil anak nya, maka dia mempunyai dua orang anak.
" Tidak, Maudy sudah mempunyai suami dia tidak akan meminta pertanggung jawaban dari ku. Suaminya tidak mungkin mengetahui apa yang sudah terjadi antara aku dengan istrinya, kecuali Maudy yang berkata jujur kepada suaminya tapi itu tidak mungkin terjadi."
Felix mereka dirinya tidak bisa konsentrasi dalam bekerja dia memikirkan anak pertama nya.
Felix mengambil handphone nya kembali dia memberanikan diri untuk menephone Zivanna.
Zivanna yang sedang berada di kantin Rumah Sakit dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Felix.
" Besar sekali keberanian Felix, dia mencoba untuk menghubungi ku yaa."
Zivanna pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
__ADS_1
* Hallo Zivanna, kamu sekarang masih berada di Rumah Sakit*
* Ya, aku masih berada di Rumah Sakit. Kamu kemana di saat perempuan yang pernah kamu cinta sedang berjuang untuk melahirkan anak pertama mu, kamu tidak ada dan tidak peduli*
* Apakah Irene yang menceritakan semuanya kepada mu*
* Sudah tidak usah membahas tentang masa lalu kalian berdua, sekarang lebih baik kamu datang dan lihat anak pertama lelaki mu.*
* Apakah kedatangan ku di tunggu oleh Irene*
* Irene sangat benci sekali dengan mu, tapi setidaknya kamu sadar dirinya yaa sebagai seorang lelaki yang tidak bertanggung jawab*
Kura
Merasa sangat emosional sekali Zivanna memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya.
" Felix dia benar-benar bukan lelaki sejati, padahal apa kurang nya Irene dia sangat cantik sekali loh. Terlahir dari keluarga yang berkecukupan, sama seperti Felix. Irene dan Felix pun sama-sama anak tunggal, apa yang ada di pikiran Felix."
Zivanna menikmati makan siang nya, dia menunggu kedatangan Ibunya untuk mengantikan posisi nya menunggu Irene.
Zivanna berniat untuk meminjamkan Apartemen nya untuk Irene, agar Irene tidak terlalu jauh dari kantor.
Zivanna juga berencana untuk memberikan Suster untuk membantu Irene setelah habis melahirkan nanti.
Zivanna begitu sangat baik sekali kepada Irene, dia melihat Irene seperti adik perempuan nya.
Zivanna berharap hubungan nya dengan Irene akan selalu baik-baik saja sampai kapanpun, apalagi mereka yang akan mempunyai anak yang tidak jauh umurnya.
Di saat Zivanna sedang duduk sambil menghabiskan makan siang nya, handphone Zivanna bergetar dia melihat ada pesan masuk dari Sebastian.
__ADS_1
Zivanna membuka pesan tersebut.
* Zivanna bagaimana kondisi Irene sekarang apakah dia sudah membaik*
* Kondisi Irene mulai membaik, walaupun sebelumnya dia kedatangan orang tua nya tapi Irene menolak nya*
* Lalu bagaimana dengan Felix, apakah dia datang ke Rumah Sakit*
* Aku rasa Felix tidak akan datang ke Rumah Sakit, dia sudah tidak mempunyai rasa tanggung jawab terhadap Irene*
* Terimakasih banyak atas informasinya ya Zivanna*
* Iya sama-sama*
Zivanna pun langsung terdiam sambil memegang handphone nya.
" Kenapa Sebastian menjadi perhatian ya dengan Irene, jangan-jangan dia jatuh cinta dengan Irene. Astaga apa jadinya jika sampai semua itu terjadi, Maudy pasti akan marah besar kepada Irene walaupun sebenarnya aku tidak yakin Maudy yang setia dengan suaminya."
Zivanna selesai makan siang dia kembali berjalan menuju ruangan Irene.
Tapi ternyata ketika Zivanna hampir sampai di ruangan Irene, Zivanna melihat orang tua Irene di depan pintu.
Zivanna merasa mereka ingin masuk kembali ke ruangan Irene untuk melihat cucu pertama mereka.
Zivanna pun memilih untuk tidak menghampiri mereka, Zivanna memilih untuk pergi ke ruangan Ayah nya saja.
Orang tua Irene hanya bisa memandangi wajah cucu pertama mereka dari balik kaca, Irene yang mengetahui nya dia memilih untuk diam saja.
Irene mulai bisa menerima kehadiran orang tuanya, walaupun dia belum ingin bertemu secara langsung.
__ADS_1