I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 424


__ADS_3

Melinda ternyata tidak membawa Bianca untuk pergi membeli mainan dia membawa Bianca ke tempat terpencil, sebuah rumah sewaan yang ukuran sangat kecil.


" Tante kenapa aku di bawa ke sini, ini bukan tempat untuk membeli mainan."


Biang mulai merasa resah harinya, dia ingin bertemu dengan orang tua nya.


" Jika Tante tidak mau membawa aku ke tempat mainan, antarkan saja aku ke rumah ku. Aku sangat merindukan Papa ku, dan aku juga ingin meminta maaf kepada Mommy Zivanna."


Melinda merasa sangat kesal dengan Bianca yang selalu saja bicara.


" Kamu bisa diam,? Mama adalah orang tua kamu Belinda. Kenapa kamu harus mencari orang tua yang lain, Mama tidak akan pernah membiarkan kamu pergi dari Mama."


Melinda akhirnya sampai dia turun dari mobil nya.


" Jika kamu teriak di depan banyak orang, Mama akan memberikan hukuman kepada mu."


Ancaman Melinda membuat Bianca ketakutan, mereka berdua turun dari mobil dan memelihara rumah sewaan yang tersusun tinggi.


Melinda membuka pintu dia sebelum sudah menyiapkan rumah itu, Melinda masuk ke dalam bersama dengan Bianca.


" Kita berdua akan tinggal di sini, jika Mama keluar kamu akan Mama kunci."


Bianca memegang perut nya dia merasa sangat lapar.


" Aku ingin makan, aku sangat lapar sekali."

__ADS_1


Melinda langsung keluar dari rumah itu dia mengunci Bianca dari luar.


" Kamu baik-baik di rumah, Mama akan kembali secepatnya."


Bianca menggangukan kepalanya sambil meneteskan air mata nya.


" Papa, aku ingin pulang. Aku kangen Papa, Mommy Zivanna maafkan aku. Ternyata Mama Maudy dia sangat jahat, dia membunuh' orang."


Bianca terus saja menangis tanpa sepengetahuan Maudy ternyata tempat tinggal mereka berdua bersebelahan.


" Aku seperti mendengar suara tangisan anak kecil perempuan, tapi di mata yaa aku tidak tahu."


Maudy mengunci pintu dia pun langsung pergi untuk melakukan aksi nya, Maudy ingin balas dendam kepada Irene.


" Aku berharap Felix tidak tertolong nyawa nya di rumah sakit. Sekarang aku ingin bertemu dengan Irene, aku aku beri sedikit pelajaran kepada nya."


Maudy memperhatikan Melinda, seperti nya Maudy belum pernah melihat sebelumnya.


" Seperti nya wanita ini yang mempunyai anak perempuan yang menangis, mereka tetangga baru ku ternyata."


Maudy mengabaikan Melinda dia fokus pada tujuan nya.


Melinda membuka pintu dia melihat Bianca yang sedang menangis.


" Belinda kenapa kamu menangis,? apakah kamu merasa sangat kelaparan? Sayang maafkan Mama yaa. Ayo sekarang kita makan yaa, Mama membelikan ayam untuk mu."

__ADS_1


Melinda mengeluarkan makanan yang minimum, Bianca yang tanpa ekspresi dia memakan nya.


Melinda tidak mau kehilangan Bianca, dia ingin selalu bersama dengan Bianca yang dia pikir Belinda.


Handphone Melinda berdering dia melihat panggilan telephone masuk dari Suster Diana.


Melinda lebih memilih untuk mengabaikan panggilan telephone tersebut.


" Aku harus mengganti nomor handphone ku, supaya aku tidak di ganggu oleh siapa pun."


Bianca mendengar perkataan Melinda, Bianca mencari cara bagaimana dia bisa keluar dari sini.


Bianca harus menunggu Melinda keluar dari rumah nya.


" Tante, besok belikan aku baju yang bagus dan banyak yaa. Aku tidak punya baju ganti, aku tidak nyaman memakai baju ini terus-menerus."


Melinda lupa jika dirinya pun tidak punya baju ganti.


" Yasudahlah sekarang saja yaa Mama membelikan baju untuk kita berdua."


Melinda ingin pergi tapi Bianca menghentikan nya.


" Jangan besok pagi saja."


Melinda pun mengikuti apa yang di katakan oleh Bianca.

__ADS_1


" Baiklah sekarang lebih baik kamu istirahat saja yaa."


Bianca yang sudah selesai makan dia masuk ke dalam kamar.


__ADS_2