
Jam pulang kerja pun akhirnya datang, Samuel langsung keluar dari ruangan nya sampai terburu-buru sekali dan Sesilia sampai berlari untuk bisa mengejar Samuel.
Sesilia hawatir Samuel akan berbuat sesuatu kepada Bianca, karena Sesilia mengetahui jika sudah urusan dengan Maudy. Samuel pasti tidak bisa mengendalikan emosi nya, dia pasti akan marah besar kepada Bianca.
" Apakah Samuel mendengar perkataan ku tadi, Bianca kenapa kamu menjadi seperti ini sih Nak. Kenapa kamu harus bersama dengan Mama mu, jangan sampai pernikahan Papa ini menjadi sia-sia dan sampai berakhir karena Zivanna yang tidak kuat menghadapi nya."
Mobil Sesilia berada di belakang mobil Samuel, dan Samuel pun menyadari nya.
" Seperti nya Mama menghawatirkan ku, aku tidak akan sejahat itu Mam kepada Bianca. Kecuali kepada Maudy, mungkin apapun bisa terjadi."
Samuel akhirnya sampai di depan pintu gerbang rumah nya, Samuel mengatur nafas terlebih dahulu setelah itu barulah dia turun dari mobil nya.
Samuel berjalan menuju ke kamar Bianca, dan Suster Vina menghampiri nya.
Suster Vina menundukan kepalanya dia hadapan Samuel karena dia merasa sangat bersalah sekali.
" Apakah kamu mendengar pembicaraan mereka berdua,? apa saja yang di bicarakan mereka berdua."
Suster Vina menggelengkan kepalanya berkali-kali.
" Baiklah aku akan menghampiri Bianca langsung ke kamar nya."
Samuel mengetuk pintu kamar Bianca dan dia pun membuka pintu kamar Bianca.
__ADS_1
Bianca sedang asik bermain laptop di dalam kamar nya.
Samuel mencoba untuk tersenyum manis kepada Bianca karena dia juga tidak mau membuat Bianca merasa ketakutan melihat nya.
Samuel memegang tangan Bianca tapi Bianca mencoba untuk mengindari Papa nya.
" Papa pasti akan melarang aku bertemu dengan Mama, kenapa sih Papa jahat sekali. Papa tidak mau memaafkan apa yang sudah di lakukan oleh Mama, Papa selalu saja marah dengan Mama."
Bianca langsung menangis sedangkan Samuel terdiam mendengar perkataan Bianca.
" Aku juga kan ingat merasakan kasih sayang Mama, walaupun di masa lalu Mama jahat kepada ku tapi Mama tetep yang melahirkan ku."
Sesilia hanya bisa mendengar perkataan Bianca dari luar pintu kamar Bianca, dan Suster Vina tidak akan bisa berkata-kata apa-apa jika Bianca sudah berkata jika Maudy adalah ibu yang melahirkan nya.
Samuel memegang kedua pipi chubby Bianca.
" Bukan kah sekarang Papa sudah mempunyai Mommy Zivanna yaa, sekarang Papa lebih suka pergi hanya berdua saja dengan Mommy Zivanna tidak mau bersama dengan aku."
Samuel sampai memejamkan mata ketika mendengar perkataan Bianca.
" Bukan seperti sayang, baiklah Papa minta maaf yaa. Papa tidak akan seperti itu lagi, Papa tidak akan berduaan saja dengan Mommy Zivanna. Papa akan mengajak kamu sayang, sekarang Bianca mau kan memaafkan Papa."
Samuel membelai rambut panjang Bianca.
__ADS_1
" Aku akan memaafkan Papa, tapi Papa jangan melarang aku bertemu dengan Mama Maudy. Aku tetap ingin bertemu dengan Mama Maudy, aku bisa merasakan kasih sayang Mama dan Papa."
Samuel merasa sangat berat sekali ketika keinginan Bianca yang seperti ini, pilihan yang begitu sangat sulit untuk nya.
" Baiklah Bianca bisa bertemu dengan Mama, tapi hanya di hari libur saja yaa. Pulang sekolah Bianca langsung pulang, dan Bianca harus berjanji kepada Papa jangan pernah meninggalkan Papa yaa sayang karena Papa tidak mau kehilangan kamu."
Bianca merasa sangat senang sekali ketika mendengar perkataan Papa nya yang mengijinkan dirinya untuk bisa bertemu dengan Mama nya.
Bianca langsung memeluk erat tubuh Papa nya dengan sangat erat sekali.
" Terimakasih banyak Papa yang sangat baik sekali kepada ku, aku janji tidak akan pernah meninggalkan Papa di rumah ini."
Sesilia dan Suster Vina pun hanya bisa pasrah mereka berdua merasa hawatir ketika Bianca yang di inginkan bertemu dengan Maudy di hari libur.
" Itu tandanya Bianca akan bersama dengan Maudy di hari libur itu sangat panjang sekali waktu nya, ntah kejahatan apa yang akan di katakan oleh Maudy kepada Bianca nanti nya."
Sesilia merasa sangat kecewa sekali baru saja bertemu sebentar Bianca sudah berani dengan Zivanna.
Lalu bagaimana dengan Bianca yang sering bertemu dengan Maudy seperti nya Bianca akan mengusir Zivanna dari rumah ini.
Melihat Sesilia yang kecewa membuat Suster Vina yang merasa bersalah sekali karena dia yang awalnya mengijinkan Maudy untuk bisa mengobrol dengan Bianca.
" Maafkan aku Zivanna, aku sangat menyesal sekali."
__ADS_1
Suster Vina pun memilih untuk pergi dari balik pintu kamar Bianca.