
Sesilia memilih untuk pulang karena merasa kasihan melihat Zivanna menjaga Zivilia sendirian.
" Bianca sayang, Omah pulang dulu yaa Nak. Kasian Mommy Zivanna sendirian di rumah mengurus adik Zivilia, nanti omah akan menyuruh Papa pulang kerja ke sini yaa."
Sesilia mencium kening Bianca.
" Cepat sembuh yaa sayang Omah, jangan lama-lama di sini nya."
Bianca tersenyum manis kepada omah nya.
" Terimakasih banyak omah, omah hati-hati yaa."
Sesilia keluar dari kamar Bianca, dia merasa penasaran dengan kondisi Maudy.
" Aku ingin melihat Maudy sebelum aku pulang."
Sesilia mencari kamar Maudy, karena mengetahui Sesilia adalah ibu mertua Zivanna.
Sesilia sampai di antarkan ke kamar Maudy, ketika sampai Sesilia melihat Sebastian yang menundukkan wajahnya dia kelihatan sudah sangat lelah sekali.
" Sebastian bagaimana dengan kondisi Maudy sekarang,? apakah ada perubahan?."
__ADS_1
Sesilia duduk di samping Sebastian.
" Kondisi Maudy semakin parah, besok seperti nya dia akan di bawa ke Rumah Sakit Jiwa."
Sesilia merasa sangat kasihan sekali melihat Sebastian, dia hanya mengobati Maudy, dia masih bertanggung jawab atas semuanya.
" Lalu bagaimana dengan kehidupan mu setelah ini Sebastian,? Walaupun Maudy sehat kembali pun kamu tidak akan pernah mau bersama dengan nya kembali kan."
Sebastian menundukkan kepalanya dia sebenarnya merasa sangat berat sekali.
" Aku tidak akan lagi bersama dengan Maudy, aku berencana untuk memberikan anak lelaki Maudy kepada Felix dia harus bertanggung jawab aku akan datang bersama dengan pengacara agar semua jelas."
Sesilia memikirkan bagaimana perasaan Bianca, ketika dia mengetahui Mama yang harus masuk Rumah Sakit Jiwa sedangkan adik lelaki bukan anak dari Sebastian.
" Sebastian, Tante hanya bisa mengucapkan terimakasih kepada kamu yaa. Kamu yang masih sabar, kamu yang masih ada di samping Maudy walaupun dia sudah membuat mu sakit hati seperti ini."
Sebastian tersenyum tipis kepada Sesilia.
" Aku bertanggung jawab karena aku masih suami Maudy, tapi setelah ini aku akan mengantarkan Maudy ke rumah orang tuanya saja."
Sesilia tidak kuasa menahan air mata nya.
__ADS_1
" Jarang sekali ada lelaki yang seperti mu, yang sangat bertanggung jawab seperti ini Tante yakin kamu pasti akan mendapatkan wanita yang baik dan sempurna untuk mu."
Sebastian merasa sangat senang dengan kehadiran Sesilia yang seperti ibunya sendiri.
" Tante pulang dulu yaa, kasihan Zivanna sendirian mengurus anak nya. Nanti Samuel akan datang ke sini, dia akan menemani Bianca."
Sesilia pergi meninggalkan Sebastian dia mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi Samuel.
Samuel yang sedang sibuk di kantor dia melihat ada panggilan telephone masuk dari Mama nya.
* Hallo Mama ada apa yaa*
* Samuel, Bianca demam sekarang berada di Rumah Sakit Permata. Mama sekarang harus pulang karena kasihan istri mu di rumah sendirian, kamu pulang kerja langsung ke Rumah Sakit Permata yaa*
* Astaga Bianca, dia pasti terlalu capek di sekolah. Baik Mam, aku akan pergi ke Rumah Sakit*
* Yasudah yaa Samuel, Mama pulang dulu yaa*
* Iya Mama hati-hati yaa*
Samuel menyimpan handphone nya dia langsung berpikir.
__ADS_1
" Bianca sekarang berada di Rumah Sakit Permata, Maudy pun masih berada di sana bagaimana jika Bianca sampai ingin bertemu dengan Mama nya."
Samuel tidak mau Bianca mengetahui kondisi Maudy yang sekarang.