I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 403.


__ADS_3

Irene merasa sangat bosan diam di rumah, tapi dia juga mengingat perkataan Sebastian yang melarang nya untuk pergi ke luar.


" Bagaimana yaa, aku tidak betah berlama-lama di dalam rumah."


Irene melirikan mata nya dia melihat suster yang sedang bermain dengan anak lelaki nya.


" Suster, kita pergi yuu bersama dengan Feerell juga."


Irene mengajak Suster dan juga anak nya.


" Sebentar yaa Buu, saya siap-siap dulu."


Irene mengendong anak nya dan berjalan keluar rumah sambil menunggu Suster.


Mama Irene menghampiri Irene yang kebetulan sedang menyiram tanaman.


" Kamu mau pergi ke mana Irene, membawa Feerell memang tidak berbahaya."


Mama Irene merasa hawatir terhadap cucu kesayangan nya.


" Aku hanya ingin membawa Feerell ke tempat permainan anak, dia pasti sangat senang sekali hanya sebentar saja."


Melihat Suster yang sudah siap, Irene pun memberikan Feerell kepada Suster.


" Aku pergi dulu yaa Mam."

__ADS_1


Irene bersalaman dengan Mama nya.


" Hati-hati yaa Irene, kenapa perasaan ku tidak nyaman yaa seperti ini semoga tidak terjadi sesuatu dengan mereka di jalan."


Wendy' kembali fokus pada tanaman nya.


Irene mengendarai mobil nya dengan sangat hati-hati dia tidak mau sesuatu terjadi dengan nya.


Sesampainya di tempat permainan anak, Irene turun dia yang berniat ingin menitipkan Feerell kepada Suster seketika tidak jadi.


" Sekarang lebih baik aku bersama dengan anak ku saja, untuk ke salon kecantikan nanti saja deh."


Di saat Suster dan Feerell masuk ke area permainan, Irene memilih untuk duduk dan memainkan handphone nya.


Irene melihat akun media sosial nya, dia melihat postingan Sebastian.


Irene ingin sekali bertemu dengan Sebastian.


" Aku kirim pesan saja deh."


Irene mengirimkan pesan kepada Sebastian.


* Aku ingin bertemu apakah bisa hari ini*


* Sekarang sedang berada di rumah, jika ingin bertemu datang saja ke rumah*

__ADS_1


* Terimakasih banyak yaa, aku datang dengan anak lelaki ku*


* Silahkan saja*


Irene tersenyum manis dia kelihatan sangat senang sekali.


" Yeee, aku bisa bertemu dengan calon suamiku."


Irene sampai mencium handphone nya, tapi dia juga mengingat ada Maudy yang pasti selalu memantau karena mereka berdua masih berstatus suami dan istri.


" Irene, jika kamu mencintai Sebastian maka harus berani menghadapi orang yang despresi seperti Maudy."


Irene melihat Suster dan Feerell mereka masih berada di tempat permainan anak.


" Aku yang baru beberapa bulan, sebenarnya dia tidak mengerti tapi bagaimana lagi yaa Mommy mu yang menginginkan kamu bermain-main sejak masih bayi."


Irene melihat jam di handphone nya, Irene langsung menghampiri Suster dan juga anak nya.


" Ayo sayang kita pulang yaa, sekarang kita pergi ke rumah Om Sebastian yaa."


Irene mengendong anak nya mereka berdua pun berjalan cepat menuju ke luar tempat parkir, Irene memberanikan Feerell kepada Suster dia melihat mobil nya dari jauh seperti ada sesuatu."


Irene melihat mobi nya di taburi bunga melati dan ada bendera warna kuning.


" Apa maksud nya ini, mobil ku seperti kuburan. Dan ini apa sih, bendera warna kuning dia menginginkan aku meninggalkan di dalam mobil ini."

__ADS_1


Irene membersihkan mobil nya, Irene melihat di sekitarnya sangat sepi sekali sehingga dia tidak bisa bertanya kepada orang siapa yang melakukan ini semuanya.


__ADS_2