I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode *151*


__ADS_3

Setelah merasa puas karena sudah bertemu dengan Suster Zivanna, Bianca pun harus pulang karena sudah waktunya mereka pulang.


" Bianca ayo kita pulang sayang, karena Omah Sesilia berkata kita harus pulang segera yaa. Kita harus mengikuti apa yang di katakan oleh Omah Sesilia, agar kita selalu di berikan ijin untuk bisa bertemu dengan Suster Zivanna."


Bianca pun harus mengikuti apa kata Suster Vina.


" Iya sayang, kamu harus ikuti apa kata Omah yaa."


Bianca pun memeluk erat Suster Zivanna.


" Aku pulang dulu yaa Suster Zivanna, nanti kita ketemu lagi yaa."


Suster Zivanna menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah Bianca.


Suster Vina pun membawa Bianca pergi dari Restoran tersebut,


" Aku pasti sangat merindukan mu Bianca."


Ketika Suster Vina dan Bianca hendak keluar dari Restoran tersebut, mereka melihat Maudy yang turun dari mobil nya.


Suster Vina pun langsung mengajak Bianca untuk kembali masuk ke dalam Restoran.


Suster Zivanna yang terkejut pun dia langsung menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


" Ada apa ini, kenapa kalian berdua berlari masuk lagi ke dalam Restoran?."


Wajah Suster Vina kelihatan sangat panik sekali


" Ada Mama Maudy dia baru turun dari mobil nya, aku takut sekali melihat wajah nya."


Zivanna pun berdiri dari tempat duduk nya dan dia melihat Maudy yang sudah masuk ke dalam Restoran.


" Sudahlah biarkan saja dia melihat kita."


Suster Vina dan Bianca pun kembali duduk.


" Seperti nya sesuatu terjadi dengan nya, wajah nya kelihatan sangat kesal sekali."


" Itu dia wanita yang membuat aku marah dan kesal."


Maudy berjalan cepat menghampiri Zivanna tanpa dia sadari Bianca ada di sana.


Maudy kelihatan sangat terkejut sekali ketika melihat Bianca dan Suster Vina ada bersama dengan Zivanna.


" Apa maksud ini,? Suster Vina kamu melarang aku sebagai ibu kandung nya untuk bertemu dengan Bianca. Sedangkan sekarang kamu mempertemukan Bianca dengan wanita ini,? di mana pikiran kamu Suster Vina."


Maudy berteriak-teriak kencang sampai orang-orang yang ada di sekitar nya memperhatikan nya.

__ADS_1


Zivanna hanya bisa tersenyum manis saja karena secara tidak langsung Maudy seperti mempermalukan diri nya sendiri.


" Saya hanya mengikuti perintah Bapak Samuel, karena Bapak Samuel melakukan ini semua karena memang dia mengetahui jika Suster Zivanna lebih baik dari pada Ibu kandung nya."


Maudy mau menampar Suster Vina tapi Zivanna menahan nya, Bianca pun langsung memeluk Suster Vina dia merasa sangat ketakutan sekali.


" Ini kan contoh seorang ibu yang ingin sekali mendapatkan perhatian khusus dari Putri nya,? mencoba untuk menyakiti orang lain di hadapan Putri nya sendiri seperti memberikan contoh yang tidak baik."


Genggaman tangan Zivanna begitu sangat erat sekali sampai Maudy merasa sangat kesakitan.


" Lepaskan genggaman tangan mu ini Zivanna, ini sangat sakit sekali."


Zivanna pun melepaskan nya dan membuat pergelangan tangan nya memerah.


Maudy melihat Bianca yang sangat ketakutan sekali melihat nya, dia pun merasa sangat menyesali perbuatannya.


" Sayaaaaang, maafkan Mama yaa. Mama tidak bermaksud seperti itu sayang, Mama tidak bermaksud untuk menyakiti Suster Vina."


Maudy mencoba untuk mendekati Bianca tapi Bianca menepis tangan Maudy.


" Ayo kita pulang Suster Vina, aku tidak mau Suster Vina kesakitan nanti di tampar oleh Mana."


Bianca pun langsung menarik tangan Suster Vina untuk segera keluar dari Restoran tersebut.

__ADS_1


__ADS_2