I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode (120)


__ADS_3

Zivanna merasa jika hubungan mereka begitu sangat dekat sekali dan apakah akan terjadi sesuatu diantara mereka berdua.


" Yasudah ya sayang, sekarang kita masuk lagi ke kamar yaa. Udara di luar sangat panas sekali."


Bianca pun langsung berlari masuk ke dalam sedangkan Zivanna dia merasa lebih nyaman untuk diam di luar.


" Kamu tidak mau masuk ke dalam,? kamu hanya ingin sendirian di sini?."


Zivanna menganggukkan kepalanya.


Samuel menarik tangan Zivanna agar dia mau mengikuti apa yang di katakan oleh Samuel.


" Kamu harus mengikuti apa yang aku katakan, aku tidak mau kamu sampai terluka kembali. Walaupun di lingkungan rumah tapi kita harus tetap waspada, aku seperti ini karena aku perhatian kepada mu."


Samuel memegang erat tangan Zivanna, dan mereka pun masuk ke dalam rumah.


Samuel terus saja memegang tangan Zivanna sampai di depan kamar Bianca, dan Bianca pun melihat nya tersenyum.


" Papa mau ke mana dengan Suster Zivanna,? mau menyebrang jalan yaa."


Samuel pun langsung melepas genggaman tangan nya, dan dia pun langsung pergi.


Zivanna dan Bianca masuk ke dalam kamar nya mereka menutup rapat pintu kamar nya.


" Bianca, jika Mama Maudy datang kembali dengan penuh cinta. Apakah kamu akan menerima kehadiran nya,? dan melupakan Suster Zivanna."

__ADS_1


Zivanna mulai merasa takut kehilangan keluarga ini.


" Mama Maudy itu tetap ibu kandung ku, dan Suster Zivanna ada calon ibu untuk ku selamanya."


Bianca memeluk erat tubuh Zivanna.


" Aku sayang Suster Zivanna, aku ingin Suster Zivanna bisa menjadi ibu ku selamanya."


Zivanna pun berharap seperti itu tapi mungkin sangat tidak mungkin bisa sangat mudah sekali.


Zivanna melepaskan pelukan erat nya, dan dia pun langsung mencium kening Bianca.


" Lihat sekarang sudah jam berapa ya, sekarang waktunya jam tidur siang."


Zivanna pun mengantar Bianca untuk mencuci tangan, kaki dan wajah.


Zivanna tidur di sebelah Bianca dan akhirnya membuat Bianca tidur dengan sangat cepat sekali jika tidur sambil di peluk Suster Zivanna.


Melihat Bianca yang sedang tertidur pulas, Zivanna pun langsung keluar dari kamar Bianca dia melihat ada pesan masuk dari Ibu nya.


" Ibu mengirimkan pesan ada apa yaa."


Zivanna pun masuk kembali ke dalam kamar nya, dia merasa lebih nyaman jika sedang berkomunikasi dengan keluarga nya di dalam kamar.


* Zivanna kamu baik-baik saja kan,? hari ini Maudy sudah mulai masuk ke kantor. Sikap nya sangat menyeramkan sekali tidak seperti biasa nya, ibu merasa jadi menghawatirkan kamu*

__ADS_1


Zivanna pun seketika langsung berpikir.


" Apakah yang melakukan ini semua adalah orang suruhan Maudy ya, dia menyuruh see untuk melakukan nya."


Zivanna merasa sangat kebingungan sekali, apakah dia harus jujur atau tidak dengan Ibu nya.


" Jika aku jujur nanti Ibu akan semakin menghawatirkan ku, lebih baik aku tidak berkata apa-apa saja dengan Ibu."


Zivanna pun terpaksa berbohong kepada Ibunya.


* Aku baik-baik saja Bu, tapi sebaiknya kita berdua juga harus waspada dimana pun kita berada*


* Iya sayang, ibu merasa sangat tenang sekali jika kamu dalam keadaan baik-baik saja*


* Iya Bu*


* Yasudah ibu lanjutkan pekerjaan di kantor yaa*


* Baiklah ibu*


Zivanna sampai memejamkan mata nya dia merasa sangat ketakutan sekali.


" Zivanna kamu tidak boleh takut, kamu harus melawan nya yaa. Ingat dulu pun kamu berani untuk menampar dia, dan sekarang juga kamu harus bisa menangani sendiri."


Zivanna merasa jika Maudy melakukan ini semua karena dia marah di gantikan oleh dirinya.

__ADS_1


" Padahal semua mengetahui jika dia adalah Brand Ambassador nya, tapi kenapa harus sampai se marah begini."


Zivanna membayangkan bagaimana jika Maudy mengetahui jika dirinya adalah anak dari pemilik perusahaan kosmetik tersebut, apa yang akan di lakukan oleh Maudy kepada nya.


__ADS_2