I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 366


__ADS_3

Zivanna keluar dari kamar Bianca dia ingin Buang bisa kembali akur dengan Papa nya, Zivanna menghampiri Suster Vina.


" Aku sekarang sudah tidak bekerja lagi di Ibu ku, sekarang ada pengganti ku yaitu Irene kekasih Felix."


Suster Vina melihat ekspresi wajah Zivanna yang sedih.


" Zivanna, kamu yang mempunyai produk skincare itu kan. Maksud ku produk itu memang milik Ibu Lollyta tapi milik mu juga, jadi tidak ada kata kamu sudah tidak bekerja apalagi brand ambassador produk itu akan tetap kamu selamanya."


Zivanna menundukan kepalanya sambil tersenyum tipis kepada Suster Vina.


" Aku tidak mengerti apa aku yang terlalu berlebih-lebihan perasaan yaa, aku dan ibu memang berniat untuk menolong nya kamu bisa lihat pemberian nya di media sosial. Dan ketika dia masuk ke produk skincare Ibu, peminat meningkat sekali sampai pada saat aku sampai di depan kantor photo ku sudah tidak ada lagi di sana di gantikan oleh Irene."


Karena merasa penasaran Suster Vina pun langsung mencari informasi tentang Irene, dia menonton video nya sampai habis.


Suster Vina juga melihat ekspresi wajah Ibu Lollyta yang seperti ke anak kandung.


" Apakah kamu tidak takut dia hanya memanfaatkan saja, kenapa senyuman sangat menakutkan sekali."


Zivanna mengambil handphone Suster Vina dia memperhatikan wajah Irene.


" Yasudahlah, sekarang itu urusan Ibu. Sebenarnya dia anak tunggal, keluarga nya kaya raya."


Zivanna seketika dia langsung terdiam ketika melihat Bianca dan suaminya keluar dari kamar.


Bianca merasa sangat senang sekali ketika dia mendapatkan kejutan, sekarang Bianca menunggu kejutan dari Mama nya.


" Besok kita pergi yaa untuk merayakan hari ulang tahun kamu, besok sudah jangan dulu sekolah saja yaa."


Sesilia datang dengan membawa kado untuk Bianca.


" Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur sehat selalu jadi anak yang selalu berprestasi di sekolah nya."


Sesilia memeluk erat tubuh Bianca.

__ADS_1


" Terimakasih banyak yaa omah."


Ketika sedang menikmati kebersamaan, tiba-tiba datang seorang yang mengantarkan hadiah kembali untuk Bianca.


Zivanna sengaja ingin memberikan hadiah itu lebih cepat.


" Wah, itu pasti hadiah dari Mama Maudy."


Zivanna hanya bisa terdiam saja ketika Bianca mengira hadiah tersebut dari Maudy.


" Mama Maudy ternyata tidak lupa yaa sama aku, dia ingin ulang tahun aku."


Zivanna memilih pergi Samuel merasa curiga jika hadiah itu bukan dari Maudy.


" Bianca coba kamu telephone Mama mu dan ucapkan terimakasih kepada Mama Maudy."


Bianca memberikan hadiah tersebut kepada Papa nya, dan Samuel membaca ucapan selamat ulang tahun tersebut dari Mommy Zivanna.


Maudy yang sedang berada di kantor suaminya dia begitu sangat terkejut sekali ketika ada panggilan telephone dari Bianca.


* Terimakasih ya Mama hadiah nya, aku suka sekali*


* Hadiah apa yaa sayang, Mama tidak mengirimkan hadiah untuk kamu*


* Mama tidak mengirimkan aku hadiah, Mama lupa jika sekarang adalah hari kelahiran ku*


Bianca menangis dia begitu sangat sedih sekali.


Maudy pun langsung melihat tanggal di kalender dan ternyata hari ini memang hari ulang tahun Bianca.


* Hallo Bianca sayang, maafkan Mama yaa sayang*


* Lalu jika hadiah ini bukan dari Mama, hadiah ini dari siapa*

__ADS_1


Samuel pun memberikan kartu ucapan kepada Bianca.


" Hadiah ini dari Mommy Zivanna, diantara kita semua hanya Mommy Zivanna yang mengingat hari ulang tahun mu Bianca."


Maudy mendengar jelas perkataan Samuel, dia merasa sangat emosional mendengar nya.


Samuel mengambil handphone Bianca, dia mematikan panggilan telephone dengan Maudy.


Maudy pun merasa sangat kesal sekali mendengar nya.


" Kenapa sih Zivanna selalu saja pintar mengambil perasaan Bianca, jika seperti ini Bianca akan berpihak kembali kepada Zivanna dan akan meninggalkan ku."


Sebastian yang mendengar pembicaraan mereka berdua dis pun merasa aneh dengan Maudy.


" Aneh sekali yaa, bukan kah kamu yang melahirkan Bianca tapi kenapa Zivanna yang lebih mengingat hari ulang tahun nya."


Sebastian menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menatap wajah Maudy.


" Aku lupa, aku tidak bermaksud untuk melupakan hari kelahiran Bianca."


Maudy seperti ingin menangis dia takut kehilangan Bianca kembali.


Maudy pun memilih untuk keluar dari ruangan suaminya.


Maudy setiap hari berada di ruangan suaminya, Maudy tidak mau Sebastian berselingkuh dengan sekertaris muda nya.


Sebastian membiarkan Maudy, bahkan dia berharap Maudy tidak kembali lagi ke ruangan nya.


Di tempat yang lain Bianca menangis dia merasa sangat kecewa sekali dengan Mama nya, Zivanna yang mendengar suara tangisan Bianca dia pun langsung keluar dari kamar nya.


Zivanna merasa Bianca kecewa jika Maudy yang melupakan hari kelahiran nya.


" Seperti nya sekarang Maudy sedang panik, dia takut Biang tidak lagi sayang kepada nya."

__ADS_1


Zivanna tidak berani menghampiri Bianca dia memilih memandangi Bianca dari jarak jauh saja.


__ADS_2