
Maudy Larissa mencoba untuk tetap tenang di hadapan Lollyta, dia juga harus bisa menyakinkan Lollyta jika dia memang yang terbaik untuk menjadi brand ambassador produk nya.
"Iya dia adalah mantan suami ku kita sudah bercerai setelah anak perempuan ku lahir dan itu keinginan suami ku, aku tidak boleh membawa anak perempuan dan ternyata sekarang anak perempuan sudah besar."
Maudy terpaksa berbohong karena dia mau Lollyta mengetahui yang sebenarnya betapa jahatnya dia sebagai seorang ibu.
"Oh seperti itu yaa."
Lollyta memandangi wajah Maudy, dia yang mengatakan jika dia terpaksa harus meninggalkan nya sejak bayi dan sekarang dia bisa bertemu langsung dengan anak perempuan tapi sikap biasa-biasa saja.
Lollyta pun tidak membahas kembali tentang masalah keluarga nya, dia pun langsung membicarakan inti dari pertemuan mereka berdua.
Zivanna tiba-tiba saja dia ingin pergi ke toilet, dan dia pun minta ijin kepada Samuel. Lirikan mata Maudy yang memperhatikan Zivanna dia yang begitu sangat penasaran sekali dengan Zivanna.
"Apakah ini adalah kekasih Samuel yang baru, dia memilih dengan wanita yang masih sangat muda."
Zivanna melewati Maudy dan terlihat sangat jelas wajah Zivanna. Lollyta pun melihat Zivanna dia seketika langsung terkejut.
Zivanna pun seketika dia salah tingkah dan tiba-tiba saja Bianca berlari menghampiri nya.
"Ahhh, ibu Lollyta pemilik perusahaan kosmetik yang terkenal itu yaa."
Perkataan Zivanna seakan memberikan kode kepada Ibu nya dan ketika Maudy mau menghampiri Bianca sudah di bawa lari Zivanna ke toilet.
Wajah Maudy pun seketika langsung memerah dan Lollyta memperhatikan nya.
__ADS_1
"Bisa kita lanjutkan obrolan kita berdua."
Maudy dan Lollyta kembali mengobrol sedangkan Zivanna dia merasa sangat ketakutan sekali.
"Suster Zi kenapa seperti itu apakah Suster mengenal ke dua wanita tadi."
Zivanna tidak mau menjadi anak durhaka dia pun mengakui.
"Hmmm, Suster Zivanna kenal dengan salah satu nya saja sayaang. Seperti nya kita harus cepat-cepat ya takut di tinggalkan Papa pulang."
Selesai dari toilet mereka berdua pun langsung berlari dan ternyata memang benar akan bersiap pulang.
Pandang mata sinis Maudy yang terlihat sangat jelas melihat Zivanna yang sedang memegang tangan Bianca.
Mereka pun langsung meninggalkan tempat tersebut dan Zivanna pun hanya bisa melambaikan tangan nya kepada Ibu nya.
Zivanna yang tidak mau identitas di ketahui oleh keluarga Samuel, dia hanya ingin mereka mengetahui jika dirinya sebagai seorang Suster yang berkerja untuk mencari uang.
Mereka semua masuk ke dalam mobil, wajah Zivanna masih tidak bisa berubah karena dia yang merasa sangat kaget sekali ketika bisa bertemu dengan Ibu nya.
"Suster Zi baik-baik saja kan?."
Bianca menepuk pundak Zivanna dan membuat Zivanna terkejut.
"Hmmmm, Suster baik-baik saja tapi perut Suster sedikit sakit seperti nya tidak biasa makan makanan mewah seperti tadi."
__ADS_1
Samuel tersenyum tipis ketika mendengar perkataan Zivanna yang sangat polos sekali.
"Nanti setiap hari minggu saya akan mengajak kamu untuk makan di tempat yang menurut kamu mewah bersama dengan Bianca yaa."
Zivanna pun langsung tersenyum dia bahagia sekali bisa makan bersama dengan lelaki yang dia sukai.
"Wow terimakasih banyak Papa, Papa baik sekali."
Bianca pun langsung memeluk erat tubuh Suster Zivanna dia kelihatan sangat bahagia sekali.
Samuel dan Sesilia merasa sangat beruntung sekali karena Suster Zivanna yang bisa langsung akrab sekali dengan Leticia, dan terlihat sangat jelas sekali Bianca yang merasa nyaman di dekat Suster Zivanna.
Mereka pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang dan Bianca pun langsung berkata kepada Papa nya.
"Papa, boleh kah Suster Zivanna tidur bersama dengan ku malam ini?. aku merasa kesepian sekali karena terkadang hujan deras dan juga banyak suara petir yang membuat aku ketakutan Papa."
Zivanna mengetahui maksud dari Bianca dia yang tidak mau Papa nya sampai mengetahui jika Zivanna yang tidak bisa bangun pagi.
"Aku mohon Papa bolehkah Papa."
Samuel pun langsung melirikan mata nya kepada Sesilia.
"Boleh sayaaaaang."
Bianca pun langsung bersorak gembira sambil menarik tangan Suster Zivanna menuju ke kamar nya.
__ADS_1