I Love You CEO Tampan

I Love You CEO Tampan
Episode 36.


__ADS_3

Lollyta menyuruh Maudy untuk mempersiapkan diri karena akan segera melakukan pemotretan untuk produk kosmetik selanjutnya.


Lollyta mendapatkan respon yang positif terhadap Maudy yang menjadi brand ambassador produk terbaru nya.


"Kamu lakukan yang terbaik yaa, saya ingin sekali kamu bisa menunjukkan bahwa kamu memang pantas untuk menjadi Brand Ambassador produk terbaru ku."


Maudy pun menganggukkan kepalanya dia memilih untuk pergi ke salon kecantikan sebelum dia melakukan pemotretan.


"Bu Lollyta saya permisi dulu yaa, saya mau pergi ke salon kecantikan untuk hari esok agar hasil pemotretan nya sempurna."


Lollyta pun hanya tersenyum dan tiba-tiba handphone Lollyta berdering, Lollyta meminta ternyata ada panggilan telephone masuk dari Zivanna.


"Zivanna ada apa yaa dia meneleponku."


Lollyta pun memilih untuk masuk ke dalam ruangan karena dia tidak mau sampai ada yang mendengarkan percakapan dengan Zivanna.


*Iya sayang ada apa*


*Bu, seperti aku tidak mau memakai kalung berlian pemberian Ayah ini. Karena ternyata Ibu Sesilia pun membeli nya, bagaimana mungkin aku yang mengaku dari keluarga sederhana seperti mampu membeli kalung berlian seharga dua milyar rupiah*


*Lalu ibu harus bagaimana sayang, ingat kalau itu adalah pemberian Ayah mu. Spesial untuk kamu loh, lebih baik kamu simpan saja yaa baik-baik kalung berlian tersebut*


*Baiklah ibu, yasudah yaa Bu. Aku kembali kepada Bianca, karena aku bilang nya sedang berada di kamar mandi sekarang*

__ADS_1


*Iya sayang baik-baik yaa sayang*


*Iya ibu*


Zivanna mengakhiri panggilan telephone dan dia pun langsung kembali kepada Bianca.


"Maafkan Suster yaa lama sekali, soalnya perut Suster sangat sakit sekali."


Zivanna memegang perut nya.


"Seperti nya Suster Zi, terlalu banyak minum jus jeruk tadi yaa. Jadi perutnya sakit."


Zivanna pun baru mengingat jika mereka berdua yang sebelumnya membuat jus jeruk bersama.


Bianca kembali bermain dengan Zivanna.


"Hmmmm, Bianca apakah kamu merasa kangen dengan Mommy kamu?."


Zivanna sengaja menanyakan hal tersebut karena dia ingin tahu bahwa perasaan Bianca yang sebenarnya kepada Mommy nya.


"Aku merasakan kasih sayang seorang ibu ketika aku bersama dengan Suster Zi, sekarang aku baru tahu bagaimana rasanya selalu bersama dengan seseorang yang sayang dengan kita. Jika aku di tanya apakah aku merindukan Mommy, aku tidak merindukan karena Mommy yang sudah meninggalkan ku sejak bayi sehingga aku tidak pernah tau bagaimana merindukan kasih sayang seorang ibu."


Zivanna pun tersenyum sambil matanya berkaca-kaca.

__ADS_1


"Suster Zivanna, akan selalu ada untuk kamu yaa sayang. Suster Zivanna akan sayang selalu dengan Bianca, pokoknya kita berdua akan selalu bersama."


Bianca menangis di pelukan Suster Zivanna, dan Zivanna pun merasakan sesuatu yang berbeda ketika dia memeluk erat Bianca.


"Cepat atau lambat Bianca pasti akan mengetahui jika Mommy yang masih hidup, dan apakah Bianca masih menginginkan aku di samping nya setelah dia mengetahui jika Mommy nya yang masih hidup."


Ucap Suster Zivanna di dalam hati nya sambil mengelus rambut panjang Bianca.


"Aku merasa sangat nyaman sekali bisa di memeluk Suster Zivanna, Suster Zivanna seperti bukan Baby Sister untuk ku tapi seperti datang nya kasih sayang seorang ibu."


Suster Zivanna pun melepaskan pelukan erat nya dan dia memandangi wajah Bianca. Lagi-lagi Suster Zivanna dia lebih memilih untuk berbicara di dalam hati nya.


"Awalnya aku menerima tawaran untuk menjadi Baby Sister itu karena aku yang jatuh cinta kepada Papa mu. Aku tidak memikirkan bagaimana nanti anak nya seperti apa, tapi ternyata aku pun memiliki perasaan yang sama dengan anak nya. Andaikan saja aku biasa menjadi ibu sambung untuk mu, walaupun sebenarnya ibu kandung mu yang masih ada."


Bianca terus saja tersenyum manis ketika Suster Zivanna memandangi nya.


"Suster Zivanna kenapa memandangi aku seperti itu ,? apakah ada yang salah dengan penampilan ku hari ini."


Bianca berbicara sambil membereskan rambutnya.


"Suster Zivanna merasa sangat beruntung sekali ketika mendapatkan kamu, Bianca sangat baik sekali dengan Suster selalu menutupi kesalahan Suster Zivanna. Terimakasih banyak yaa sayaaaaang."


Suster Zivanna kembali memeluk erat tubuh mungil Bianca.

__ADS_1


__ADS_2